Kategori

Selamat Datang di Indeks Artikel Tentorku: Situs Belajar Terbaik!

Di sini Anda bisa belajar online pelajaran matematika, IPA, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sejarah, Ekonomi, Akuntansi, dan masih banyak lagi (baru cita-cita). Itulah tujuan kami, untuk membuat konten pendidikan berkualitas yang dapat diakses secara gratis oleh semua pembelajar di Indonesia.

Perhatian
Sangat penting untuk dipahami bahwa kami tidak melakukan proteksi klik kanan dan Ctrl+C bukan karena kami tidak tahu caranya, tetapi kami ingin mengajarkan anti plagiarisme pada generasi muda. Semua konten tulisan, gambar, dan video pada situs ini adalah hak cipta Tentorku, kecuali dinyatakan khusus secara tertulis. Hak cipta dilindungi oleh DMCA dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Dukung kami dalam proyek ini dengan share artikel kami di facebook/twitter/google+ juga jangan lupa untuk like dan follow akun kami @tentorku

Donasi
Anda dapat melakukan donasi pada bagian bawah pada situs ini. Jangan khawatir, kami tidak akan menggunakan donasi untuk membeli hal-hal yang tidak penting, donasi akan digunakan untuk biaya hosting, domain, dan maintenance situs ini :)

Artikel Belajar Online


bagan-filogenetik-arthropoda
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani “arthro-” yang berarti “sendi” atau “ruas” dan “podos” yang berarti “kaki.” Hal ini mengacu pada ciri-ciri utama hewan ini yang memiliki kaki beruas-ruas atau berbuku-buku. Selain itu Arthropoda juga memiliki karakteristik lain, seperti memiliki rangka luar (eksoskeleton) dan tubuh yang bersegmen-segmen. [1] Anggota filum Arthropoda dapat ditemukan di hampir semua habitat, dan hewan ini adalah hewan yang paling sukses. Ahli zoologi mengestimasi setidaknya terdapat 1018 Arthropoda yang hidup di bumi, dan lebih dari satu juta spesies telah dikenali (kebanyakan serangga). [2] Karakteristik Arthropoda Arthropoda memiliki tubuh dilapisi oleh kutikula (tersusun dari lapisan protein dan zat […]

Hewan Berkaki Beruas-ruas (Filum Arthropoda)


siklus-hidup-cacing-usus
Nematoda adalah filum besar yang sangat beraneka ragam. Anggota kelompok ini dapat hidup hampir di semua ekosistem, dari air laut, air tawar, daratan, bahkan di daerah kutub. Dominasi mereka dapat mencapai satu juta individu per meter persegi, dan merupakan 80% dari semua hewan di bumi. [1] Keberhasilan Nematoda untuk “menguasai” bumi ini salah satunya disebabkan karena hewan ini dapat hidup dengan “nyaman” di dalam tubuh kita. Lebih dari separuh anggota filum Nematoda bersifat sebagai parasit, dan mereka memiliki siklus hidup yang beraneka ragam. Siklus Hidup Cacing Usus (Ascaris lumbricoides) Ascaris lumbricoides adalah Nematoda parasit terbesar yang hidup di dalam usus […]

Siklus Hidup Cacing Gilik (Nematoda)


contoh-cacing-gilik
Filum Nematoda dahulu dikenal dengan nama Aeschelminthes atau Nemathelminthes, akan tetapi filum tersebut sudah usang dan sekarang menggunakan istilah resmi Nematoda. [1] Dalam Bahasa Indonesia, Nematoda dikenal dengan sebutan cacing gilik, yang berarti kecil dan bulat panjang. [2] Filum ini sangat beraneka ragam dengan habitat yang beragam pula. Saat ini sebanyak 25.000 spesies cacing gilik telah dikenali, dan diperkirakan jumlah spesiesnya (termasuk yang belum dikenali) dapat mencapai 1.000.000 spesies. [3] Filum ini beranggotakan banyak spesies cacing yang hidup sebagai parasit pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Bahkan, manusia merupakan inang dari sedikitnya 50 spesies cacing ini. [4] Karakteristik Nematoda Ciri-ciri utama […]

Cacing Gilik (Filum Nematoda)



contoh-annelida
Annelida berasal dari bahasa latin “anellus” yang berarti cincin kecil. Sebutan ini tidak lain karena karakteristik tubuh cacing ini mirip seperti susunan cincin-cincin kecil atau bersegmen-segmen. Oleh karena itu, filum Annelida sering disebut juga cacing bercincin atau cacing bersegmen. Hewan yang termasuk ke dalam filum ini diantaranya adalah cacing tanah, lintah, dan pacet. Filum ini secara tradisional dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan morfologi “rambut” atau seta (en: chaetae), yaitu: Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea. [1] Karakteristik Annelida Ciri-ciri utama Annelida adalah tubuhnya yang bersegmen-segmen. Filum Annelida adalah satu-satunya kelompok Trokozoa yang bersegmen dan memiliki selom. Selom ini telah berkembang dengan sempurna […]

Cacing Bersegmen (Filum Annelida)


nautilus-pompilius
Cephalopoda berasal dari bahasa yunani “kaphale” yang berarti kepala dan “podos” yang berarti kaki. Atau dengan kata lain, bentuk hewan ini seperti kepala yang berkaki. [1] Hewan yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah gurita, cumi-cumi, sotong (en: cuttlefish), dan Nautilus. Predator laut ini menangkap mangsa dengan tentakelnya, kemudian melumpuhkannya dengan paruh yang ada di mulutnya. Sayangnya, kelas Cephalopoda hanya memiliki jumlah spesies yang sedikit, yaitu sekitar 800-900 spesies. [2][3] Karakteristik Cephalopoda Ciri-ciri utama dari Cephalopoda adalah bentuk/ukuran kepalanya yang mencolok, yang dikelilingi oleh lengan atau tentakel. Hewan dalam kelompok ini hanya eksklusif hidup di air laut dan tidak ada yang […]

Karakteristik dan Klasifikasi Kelas Cephalopoda


cerastoderma-edule
Apa yang dimaksud dengan Pelecypoda? Pelecypoda disebut juga dengan Bivalvia atau Lamellibranchiata, adalah kelas terbesar kedua dari filum Mollusca. Kelompok hewan lunak yang termasuk dalam kelas ini antara lain adalah kerang, tiram, dan kijing (remis). Jumlah spesies dari kelas ini sekitar 9.200-10.000 dan semuanya merupakan organisme air (akuatik). Sebagian besar hewan ini hidup di air laut, dan sebagian kecil lainnya hidup di air tawar. [1][2] Karakteristik Pelecypoda (Bivalvia) Karakteristik utama dari hewan pada kelas Pelecypoda adalah memiliki sepasang cangkang yang berengsel. Terdapat otot aduktor (en: adductor) yang sangat kuat untuk menutup rapat cangkang ini, sehingga dapat melindungi tubuh lunak mereka. […]

Karakteristik dan Klasifikasi Kelas Pelecypoda (Bivalvia)



aneka-jenis-siput
Pasti kita sering bertanya-tanya apa itu Gastropoda? kelas Gastropoda adalah kelas terbesar dari filum Mollusca yang terdiri dari siput (en: snails) dan siput telanjang (en: slugs). Sebanyak sekitar 75% dari spesies Mollusca hidup adalah termasuk dalam kelas ini. Nama Gastropoda berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu gastros yang berarti perut dan podos yang berarti kaki. [1][2] Hal ini disebabkan karena hewan ini bergerak menggunakan otot-otot kaki yang terletak di perut untuk bergerak. Sebagian besar hewan ini hidup di air laut, tetapi ada juga yang hidup di air tawar, dan ada juga yang sudah beradaptasi dengan lingkungan darat. Karakteristik Gastropoda Ciri-ciri […]

Karakteristik dan Klasifikasi Kelas Gastropoda


ilustrasi-moluska
Apa itu Moluska? Moluska (en: Mollusca) adalah filum dari hewan bertubuh lunak yang sangat beragam jenisnya. Contoh hewan lunak ini misalnya siput, kerang dan cumi-cumi. Filum Mollusca ini terdiri dari lebih dari 100.000 spesies dan merupakan filum terbesar kedua setelah Arthropoda. Sebagian besar Mollusca hidup di air laut, akan tetapi banyak juga yang hidup di air tawar dan di darat. [1] Sangat menarik untuk membahas filum ini karena selain sangat beragam, hewan-hewan lunak ini sering kita jumpai sehari-hari. Ciri-Ciri Mollusca Ciri-ciri Mollusca yang utama tentu saja bertubuh lunak. Semua anggota filum Mollusca memiliki tubuh yang lunak, dan sebagian besar mensekresikan […]

Hewan Bertubuh Lunak (Filum Mollusca)


siklus-hidup-taenia-taeniasis
Cestoda disebut sebagai cacing pita karena hewan ini mempunyai tubuh yang sangat panjang. Cacing pita sejati bersifat hermafrodit dan memiliki daur hidup yang lebih sederhana dari Trematoda. Cacing pita tidak mengalami fase aseksual dalam siklus hidupnya. Meskipun begitu, siklus hidup cacing pita masih tergolong kompleks karena melibatkan sedikitnya satu inang perantara, dan satu inang primer. [1] Cestoda adalah organisme yang unik. Ujung kepala Cestoda yang memiliki kait disebut dengan skoleks (en: scolex). Di belakang skoleks terdapat rangkaian segmen yang masing-masing disebut proglotid. Tiap-tiap proglotid memiliki organ reproduksi jantan dan betina. Walaupun mempunyai kait, akan tetapi cacing ini tidak mempunyai mulut. Mereka […]

Siklus Hidup Cacing Pita (Cestoda)



ilustrasi-adhd
Sangat penting untuk dapat mengenali gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan mengerti apa itu ADHD. Akan tetapi, jangan terburu-buru mendiagnosa seseorang dengan ADHD tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan ahli dan mendapatkan opini lain (second opinion) dari beberapa ahli. Apa itu ADHD? Awalnya, ADHD merupakan sebuah kelainan yang disebut Attention Deficit Disorder (ADD), namun pada tahun 1994 ADD diubah menjadi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) oleh American Psychiatric Association (APA). ADHD atau yang dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH), merupakan suatu gangguan dimana seseorang kehilangan kemampuan dalam hal mengontrol saraf motoriknya. Ditahun 2013, tercatat kurang […]

Mengenali Gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)


tahap-larva-trematoda
Cacing pipih (filum Platyhelminthes) yang hidup sebagai parasit termasuk ke dalam kelompok besar Rhabditophora, lebih spesifiknya kelas Trematoda (cacing isap, en: fluke) dan kelas Cestoda (cacing pita). Trematoda dijuluki cacing hisap karena memiliki alat pengisap atau kait (en: hook). Siklus hidup cacing hisap (Trematoda) termasuk kompleks karena berganti reproduksi seksual dan aseksualnya, serta melibatkan setidaknya dua inang, yaitu: inang primer, di mana cacing isap berkembang biak secara seksual; dan inang perantara, di mana hewan ini berkembang biak secara aseksual. Inang primer hampir selalu Vertebrata, dan inang sekunder hampir selalu siput. [1][2] Siklus Hidup Cacing Isap (Trematoda) Cacing isap memiliki daur hidup […]

Siklus Hidup Cacing Isap (Trematoda)


filum-platyhelminthes
Nama filum Platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani kuno “platy” yang berarti pipih atau datar, dan “helminth-” yang berarti cacing. Filum ini selain disebut dengan Platyhelminthes, sering juga dikenal dengan Plathelminthes atau Platyhelminths. Berdasarkan percabangan evolusi, cacing pipih merupakan Eumetazoa atau hewan sejati yang memiliki jaringan sejati. Cacing pipih adalah kelompok hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral, oleh karena itu hewan ini termasuk dalam kelompok Bilateria. Pada perkembangan embrionya, mulut pada embrio cacing pipih terbentuk terlebih dahulu daripada anus, sehingga hewan ini termasuk dalam kelompok Protostomia. Dan yang terakhir, Platyhelminthes termasuk ke dalam klad Lophotrochozoa berdasarkan filogenetik DNA, dan lebih jauh […]

Cacing Pipih (Filum Platyhelminthes)



filum-cnidaria
Filum Cnidaria merupakan kelompok hewan sejati (Eumetazoa) yang sudah memiliki jaringan sejati. Jaringan pada Cnidaria terbentuk dari dua lapisan embrionik (diploblastik), yaitu endoderm dan ektoderm. Cnidaria memiliki ciri khusus yang unik pada bentuk tubuhnya, yaitu berbentuk polip dan/atau medusa. Bentuk polip adalah bentuk yang menempel pada media dan tidak dapat bergerak (sesil), sedangkan medusa adalah bentuk yang dapat bergerak bebas (motil). Bentuk medusa ini sering kita sebut sebagai ubur-ubur (en: jellyfish). Filum Cnidaria dan filum Ctenophora dikelompokkan ke dalam kelompok Radiata karena memiliki bentuk simetri radial. Kedua filum ini juga dikelompokkan ke dalam kelompok Coelenterata karena memiliki rongga pencernaan (rongga […]

Filum Cnidaria Memiliki Bentuk Polip dan Medusa


filum-porifera
Hewan berpori atau yang biasa dikenal dengan spons (en: sponges), adalah hewan dari filum Porifera. Ciri-ciri utama Porifera memiliki lubang kecil (pori-pori) agar air dapat masuk ke dalam tubuhnya. Penelitian terbaru (tahun 2009) menyatakan bahwa filum Porifera adalah monofiletik, akan tetapi status ini masih dalam perdebatan karena penelitian sebelumnya menyatakan parafiletik. Habitat hewan berpori tersebar luas dan sebagian besar hidup di air laut. Mereka lebih menyukai air yang tenang dan jernih, karena sedimen yang terangkat oleh ombak dapat menyumbat pori-pori mereka. Sedimen ini membuat hewan berpori kesulitan bernafas dan mencari makan. [1] Struktur Tubuh Porifera Walaupun memiliki sel-sel dengan tipe […]

Filum Porifera (Hewan Berpori)


koanoflagelata
Evolusi hewan (kingdom Animalia atau Metazoa) kembali setidaknya 710 juta tahun yang lalu. Angka ini didapat dari bukti sedimen fosil yang dipercaya berisi sisa-sisa steroid yang saat ini dihasilkan oleh organisme kelompok spons (Porifera). Angka ini juga konsisten dengan analisis molekuler yang menyimpulkan bahwa nenek moyang dari semua hewan (yang hidup saat ini) berusia sekitar 770 juta tahun yang lalu. [1] Evolusi Hewan (Animalia) Para ahli berpendapat bahwa hewan berevolusi dari eukariota berflagel. Organisme hidup pada saat ini yang paling dekat dengan nenek moyang hewan adalah koanoflagelata (kelas Choanoflagellatea). Koanoflagelata adalah flagelata berkerah atau berleher yang memiliki morfologi mirip dengan […]

Evolusi dan Klasifikasi Hewan (Animalia)



dunia-hewan
Dunia hewan atau kingdom Animalia, sering juga disebut dengan Metazoa. Kata “animal” berasal dari bahasa Latin “animalis,” yang berarti “memiliki nafas” atau “memiliki roh” atau “makhluk hidup.” Penggunaan istilah “animal” atau “hewan” saat ini digunakan untuk menyebutkan anggota kingdom Animalia selain manusia. [1] Apakah manusia adalah hewan? Pertanyaan ini apabila dijawab dalam konteks ilmu biologi maka jawabannya adalah iya, karena manusia merupakan anggota kingdom Animalia dengan genus: Homo, dan spesies: sapiens. Tetapi, dalam konteks kehidupan sehari-hari, tentu saja kita lebih mulia dari hewan. Bab ini membahas ciri-ciri hewan pada umumnya, yaitu: [1][2][3] Heterotrof Ciri-ciri hewan yang pertama adalah heterotrof. Semua […]

Ciri-Ciri Hewan (Kingdom Animalia)


diagram-organ-bunga
Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) disebut juga dengan tumbuhan bunga, karena tumbuhan ini memiliki bunga sejati. Kata “Angiospermae” berasal dari bahasa Yunani “angion” yang berarti kontainer atau wadah, dan “sperma” yang berarti biji. Hal ini mengacu pada struktur buah yang mewadahi biji. Tumbuhan berbiji tertutup merupakan kelompok yang paling beraneka-ragam dan tersebar luas, dengan lebih dari 250.000 spesies (sekitar 90% dari seluruh spesies tumbuhan). [1] Ciri-ciri Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae) Sesuai dengan namanya, ciri utama dari tumbuhan biji tertutup adalah adanya struktur yang menutup/membungkus biji, yaitu daun buah atau daging buah. Pada Angiospermae, ovulumnya (bakal biji) dibungkus oleh ovarium (bakal buah). […]

Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)


pakis-haji-cycas-rumphii
Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) adalah kelompok parafiletik yang terdiri dari empat filum/divisi, yaitu: konifer (Coniferophyta), sikas (Cycadophyta), ginkgo (Ginkgophyta), dan Gnetophyta. Istilah “Gymnospermae” berasal dari bahasa Yunani (γυμνός gymnos, “telanjang” and σπέρμα sperma, “biji”), hal ini disebabkan karena bakal biji (ovulum) tumbuhan ini tidak memiliki lapisan luar (terbuka). Keadaan biji “telanjang” ini berbeda dengan ovulum pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae), yang tertutup oleh ovarium. Gymnospermae ini bukanlah takson resmi yang memiliki peringkat, tetapi merupakan kelompok untuk menyebutkan tumbuhan yang berbiji terbuka. [1] Ciri-Ciri Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) Tumbuhan biji terbuka tidak memiliki bunga. Gametofitnya terdapat pada bagian yang berbentuk kerucut/runjung […]

Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae)



gametofit-dan-sporofit
Biji (seeds) merupakan fitur yang membuat tumbuhan biji (Spermatophyta) dapat beradaptasi penuh pada lingkungan darat. Hal ini membuat tumbuhan biji menjadi produsen dominan di darat, dan mereka menyusun sebagian besar keanekaragaman hayati tumbuhan pada hari ini. Biji Melindungi Embrio Dalam perspektif evolusi, biji merupakan perkembangan fitur yang sangat penting. Megaspora di dalam ovulum dilindungi oleh lapisan jaringan sporofit yang disebut integumen. Di dalam ovulum juga terdapat sumber makanan yang nantinya digunakan untuk perkembangan embrio. Ketika telah terjadi pembuahan, integumen mengeras menjadi kulit biji. Kulit biji ini dapat melindungi embrio dari lingkungan luar yang sulit, seperti suhu, kekeringan, tekanan, dll., yang membuat biji dapat dorman untuk […]

Evolusi Tumbuhan Biji (Spermatophyta)


broca-dan-wernicke
Disleksia merupakan sebuah ketidakmampuan dalam memahami bacaan, atau yang lebih dikenal sebagai reading disabilities. Disleksia dapat menyerang siapa saja, bahkan anak dengan IQ tinggi sekalipun. Penderita disleksia cenderung kesulitan mengikuti pelajaran disekolah-sekolah umum. Hal inilah yang menyebabkan para penderita disleksia dianggap sebagai anak yang bodoh. Disleksia bukanlah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus, melainkan sebuah kelainan yang diturunkan secara genetik. Tidak ada obat untuk disleksia namun beberapa terapi akan sangat membantu para penderita disleksia untuk dapat berkembang secara normal. [7] Berikut ini adalah video pengantar mengenai disleksia: Reading is the fundamental skill upon which all formal education depends. Research now […]

Mengenal Jenis-Jenis Disleksia dan Penyebabnya


tumbuhan-paku-monilophyta
Tumbuhan paku yang biasa disebut Pteridophyta saat ini merupakan kelompok tidak resmi yang mengacu pada kelompok tumbuhan berpembuluh tanpa biji. Kelompok tumbuhan paku ini terdiri dari dua filum/divisi, yaitu Lycophyta (paku kawat) dan Monilophyta (paku sejati/pakis, paku ekor kuda, paku purba). Karena Pteridophyta ini tidak monofiletik, maka kelompok ini bukanlah takson yang valid. Namun demikian, ada juga para ahli yang menggunakan istilah Pteridophyta terbatas pada Monilophyta saja, sehingga istilah Pteridophyta kadang digunakan untuk menggantikan Monilophyta. [1] Ketika daratan di bumi ini masih didominasi oleh tumbuhan lumut, persaingan ketat untuk mendapatkan sinar matahari dan air untuk fotosintesis mungkin menjadi alasan evolusi tumbuhan paku. […]

Tumbuhan Paku: Tumbuhan Berpembuluh Tanpa Biji



pergiliran-keturunan-tumbuhan-lumut
Tumbuhan lumut merupakan keturunan yang paling dekat dengan tumbuhan pertama yang dapat hidup di daratan bumi ini. Tumbuhan lumut sering disebut Bryophyta, tetapi istilah ini sebetulnya kurang tepat karena terdapat tiga kelompok tumbuhan lumut, yaitu: lumut hati (Hepatophyta/Marchantiophyta), lumut daun (Bryophyta), dan lumut tanduk (Anthocerotophyta/Anthocerophyta). Ketiga kelompok lumut inilah yang disebut sebagai tumbuhan lumut atau sering juga disebut tumbuhan tidak berpembuluh (bukan hanya lumut daun). [1][2] Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut Sesuai dengan judul bab ini, ciri yang paling utama dari tumbuhan lumut adalah tidak berpembuluh (non-vaskuler), namun demikian mereka mempunyai sel pengangkut dari tipe yang berbeda. Tumbuhan lumut memiliki struktur organ-organ […]

Tumbuhan Lumut: Tumbuhan Tidak Berpembuluh


hutan-gwydir
Tumbuhan hijau (Viridiplantae) saat ini lebih sering digunakan untuk menggantikan kingdom Plantae tradisional yang sudah kuno. Ini berarti dalam bahasan ini penulis akan menyertakan ganggang hijau ke dalam bahasan klasifikasi tumbuhan hijau. Mengapa Viridiplantae saat ini lebih sering digunakan? Karena Viridiplantae merupakan sebuah klad (clade), yaitu sekelompok organisme yang terdiri dari nenek moyang dan semua keturunannya yang segaris, dan disajikan dalam sebuah “cabang” dalam “pohon kehidupan.” [1] Dasar-Dasar Klasifikasi Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae) Dunia tumbuhan diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya fitur yang berkembang seiring dengan perjalanan evolusi mereka. Fitur penting ini yaitu (1) ada tidaknya pembuluh dan (2) ada tidaknya biji. […]

Klasifikasi Tumbuhan Hijau (Kingdom Plantae)


aneka-tumbuhan-di-belle-isle
Perkembangan filogenetik modern membuat definisi dan ciri-ciri tumbuhan menjadi berkembang. Saat ini kata tumbuhan atau Plantae dapat merujuk pada empat kelompok organisme atau takson, sehingga penting untuk memperjelas tumbuhan dalam lingkup apa yang sedang dibicarakan. Definisi Tumbuhan Apa itu tumbuhan? Mungkin kita membayangkan bahwa yang dimaksud tumbuhan adalah pohon-pohon yang sering kita jumpai. Tetapi pengertian kita mungkin terlalu sempit karena evolusi tumbuhan dari nenek moyang ganggang hijau, bahkan lebih jauh lagi dari nenek moyang Cyanobacteria, terjadi secara sedikit demi sedikit. Hal ini membuat batasan apa kita maksud sebagai tumbuhan menjadi relatif terhadap lingkup tumbuhan yang kita maksud. Saat ini paling […]

Definisi dan Ciri-Ciri Tumbuhan