Hewan Kulit Berduri (Filum Echinodermata)


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Hewan Kulit Berduri (Filum Echinodermata) (untuk menghemat pemakaian data).

Kata Echinodermata berasal dari bahasa Yunani “echinos” yang berarti “berduri” dan “derma” yang berarti “kulit.” [1] Oleh karena itu, hewan ini sering disebut dengan hewan kulit berduri atau hewan berkulit duri. Echinodermata dewasa dapat dikenali dengan bentuknya yang simetri radial. Simetri ini tidak benar-benar simetri radial seperti pada Cnidaria dan Ctenophora, melainkan memiliki lima sumbu (disebut pentaradial). Anggota hewan kulit berduri ini diantaranya landak laut (bulu babi), bintang laut, mentimun laut (teripang), dan lili laut. Hewan dalam filum ini semuanya hidup di laut dan biasanya ada di dasar laut.[2]

Karakteristik Echinodermata

Ciri-ciri utama Echinodermata adalah adanya tonjolan atau duri dari permukaan (epidermis) kulitnya. Epidermis ini menutup endoskeleton (mesodermis) keras yang terbuat dari kalsium karbonat (kalsit). Kemudian, karakteristik yang lain adalah hewan dewasanya berbentuk simetri lima sisi (disebut simetri pentaradial). Karakteristik unik lain dari hewan berkulit duri adalah adanya sistem saluran air yang berfungsi untuk pertukaran gas, ekskresi, makan, indera sensorik, dan bergerak.

Susunan Tubuh Echinodermata

Hewan kulit berduri memiliki endoskeleton yang tersusun dari kalsium karbonat (kalsit). Plat-plat endoskeleton ini disebut osikel (en: ossicles). Kerapatan osikel-osikel inilah yang menentukan tingkat kekerasan (dan kelenturan) tubuh Echinodermata. Susunan osikel yang tidak terlalu rapat dapat ditemukan pada bintang laut. Sedangkan pada landak laut, susunan osikel sangat rapat dan membentuk “tempurung” (en: test). Lain halnya dengan teripang, osikel-osikel pada hewan ini sangat tersebar sehingga hewan ini fleksibel. Osikel-osikel tersebut kemudian dibungkus oleh kulit (epidermis).

Tubuh Echinodermata memiliki sistem saluran air, yaitu sebuah jaringan dari kanal-kanal hidrolik yang diturunkan dari rongga tubuh (selom). Sistem saluran air ini berfungsi untuk pertukaran gas, makan, ekskresi, indera sensorik, dan bergerak. Sistem ini bervariasi antar kelas-kelas, namun umumnya air masuk dan keluar melalui lubang saringan (madreporite) yang terletak pada ujung aboral. Air kemudian mengalir ke kanal-kanal (kanal radial, kanal batu, dan kanal cincin), bercabang-cabang, dan berakhir di kaki tabung (en: tube feet). Kaki tabung terdiri dari ampulla dan podium. Mekanisme kontraksi (atau relaksasi) dari kedua bagian ini digunakan untuk bergerak dan menempel pada substrat.[1][2][3][4]

anatomi-bintang-laut

Diagram anatomi bintang laut | Gambar oleh Hans Hillewaert (Wikipedia) adalah berlisensi CC-BY-SA-3.0

Keterangan:

Anatomi Bintang Laut
Nomor (Kiri) – Keterangan (Kanan)
1Lambung pilorik5Madreporite9Gonad
2Usus dan anus6Sekum pilorik10Kanal radial
3Kantung rektal7Kelenjar pencernaan11Alur ambulakral
4Kanal batu8Lambung cardiac
anatomi-bulu-babi

Diagram anatomi bulu babi | Gambar oleh Alex Ries (Wikipedia) adalah berlisensi CC-BY-SA-4.0

Sistem Saraf

Hewan berkulit duri memiliki sistem saraf radial sederhana yang terdiri dari jaring-jaring saraf tanpa otak (pusat). Sistem saraf ini terdiri dari cincin saraf yang mengelilingi mulut dengan cabang-cabang yang menuju ke setiap lengan. Senada dengan sistem sarafnya yang masih sederhana, alat indera khusus pada golongan hewan ini juga sangat terbatas (umumnya hanya berupa indera sentuhan pada kaki tabung) dan bahkan tidak ditemukan pada beberapa spesies.

Sistem Respirasi dan Sirkulasi

Pertukaran gas pada sebagian besar hewan ini terjadi melalui difusi pada permukaan tubuh dan kaki tabung.[3] Sistem ini (respirasi, sirkulasi, dan ekskresi) juga termasuk bagian dari sistem saluran air Echinodermata.

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Sistem Ekskresi

Echinodermata tidak memiliki organ khusus ekskresi, sehingga sampah nitrogen dalam wujud ammonia dibuang melalui difusi dari permukaan tubuhnya (mekanisme yang sama dengan respirasi).

Sistem Pencernaan

Cara makan golongan hewan berkulit duri ini bervariasi antar takson. Crinoidea cenderung merupakan penyaring pasif, mereka menyaring makanan dari air yang lewat. Sebagian besar Echinoidea adalah pemakan ganggang. Holothuroidea adalah pemakan endapan. Kemudian, sebagian besar Asteroidea adalah pemburu aktif.

Akibatnya, hewan kulit berduri memiliki sistem pencernaan yang juga bervariasi tergantung makanan masing-masing. Asteroidea memiliki mulut, kerongkongan, lambung, usus, rektum, dan anus pada permukaan bagian tengah ujung aboralnya. Pada banyak spesies, isi perut bisa dikeluarkan untuk mencerna makanan diluar tubuh. Pada spesies yang lain seperti pada bintang ular laut, mereka memiliki lambung buntu tanpa usus dan anus. Pada hewan ini, sisa pencernaan dikeluarkan melalui mulut.[2]

Sistem Reproduksi

Kebanyakan hewan kulit berduri berkembang biak secara seksual dengan fertilisasi eksternal. Mereka juga dapat dibedakan antara jantan dan betina (gonokoris). Sel-sel gamet dilepaskan ke air di mana fertilisasi terjadi, menetas, dan berkembang menjadi larva yang memiliki simetri bilateral.

Akan tetapi ada juga spesies yang hermafrodit, dan ada juga yang dapat berkembang biak secara aseksual. Beberapa spesies tersebut berkembang biak aseksual dengan parthenogenesis (sel telur fertil dihasilkan tanpa perkawinan) atau membelah diri.

Klasifikasi Filum Echinodermata

Meskipun anggota filum Echinodermata memiliki simetri radial (pentaradial) pada hewan dewasa, akan tetapi hewan ini termasuk dalam klad Bilateria (bukan Radiata). Terdapat beberapa alasan yang menjelaskan hal ini, yaitu:[1][2][3][4]

  • Larva Echinodermata memiliki simetri bilateral.
  • Bukti DNA menunjukkan bahwa Echinodermata berevolusi dari hewan yang memiliki simetri bilateral, serta kekerabatan yang dekat dengan Chordata.
  • Simetri hewan dewasa tidak benar-benar radial (misalnya mandreporite tidak berada di tengah).
  • Pada perkembangan embrio, anus pada golongan Echinodermata terbentuk lebih dahulu daripada mulut. Hal ini membuat Echinodermata dan Chordata tergabung dalam superfilum Deuterostomia.

Filum Echinodermata terbagi ke dalam tiga subfilum, yaitu:[5][6][7][8]

  1. Subfilum Crinozoa: adalah kelompok Echinodermata yang sesil, diantaranya kelas Crinoidea (lilia laut)
  2. Subfilum Asterozoa: adalah kelompok Echinodermata yang memiliki bentuk tubuh seperti bintang, diantaranya kelas Asteroidea dan kelas Ophiuroidea
  3. Subfilum Echinozoa: adalah kelompok Echinodermata yang memiliki bentuk tubuh seperti gumpalan, diantaranya kelas Echinoidea dan kelas Holothuroidea

Kelas-Kelas Filum Echinodermata

Filum Echinodermata terbagi menjadi lima kelas utama, yaitu:[4]

  1. Kelas Crinoidea: adalah golongan lilia laut. Hewan ini umumnya berbentuk seperti tumbuhan dan sesil.
  2. Kelas Asteroidea: adalah golongan bintang laut. Hewan ini umumnya predator, memiliki lima lengan, memiliki mulut, kerongkongan, lambung, usus, rektum, dan anus pada permukaan bagian tengah ujung aboralnya.
  3. Kelas Ophiuroidea: adalah golongan bintang ular laut. Hewan ini umumnya detritivora, memiliki lima lengan yang fleksibel dan cukup panjang, memiliki lambung buntu tanpa usus dan anus.
  4. Kelas Echinoidea: adalah golongan landak laut (bulu babi). Hewan ini umumnya pemakan ganggang, berbentuk bola keras berduri, susunan osikel sangat rapat sehingga membentuk “tempurung” keras (en: test). Hewan ini tidak memiliki lengan.
  5. Kelas Holothuroidea: adalah golongan mentimun laut (teripang). Hewan ini umumnya pemakan endapan (sisa-sisa organisme), berbentuk lonjong, susunan osikel sangat tersebar sehingga fleksibel. Hewan ini tidak memiliki lengan.

Contoh dan Manfaat Echinodermata

Hewan berkulit duri ini sangat bermanfaat bagi manusia terutama untuk dikonsumsi. Hewan yang umumnya dikonsumsi adalah bulu babi dan teripang. Selain itu, Echinodermata juga mempunyai peranan penting pada ekosistem laut karena mereka merupakan pemakan sisa-sisa organisme. Mereka juga menjaga populasi ganggang tetap terkendali. Berikut ini adalah contoh-contoh hewan kulit berduri:

1. Teripang Pasir

holothuria-scabra

Holothuria scabra | Gambar oleh Ria Tan (Flickr) adalah berlisensi CC-BY-SA-2.0

  • Kelas: Holothuroidea
  • Ordo: Aspidochirotida
  • Familia: Holothuriidae
  • Genus: Holothuria
  • Spesies: Holothuria scabra

Teripang pasir ini sangat populer untuk dimakan dan sudah dibudidayakan.

2. Landak Laut Ungu

paracentrotus-lividus

Paracentrotus lividus | Gambar oleh Frédéric Ducarme (Wikipedia) adalah berlisensi CC-BY-SA-3.0

  • Kelas: Echinoidea
  • Superordo: Echinacea
  • Ordo: Camarodonta
  • Familia: Parechinidae
  • Genus: Paracentrotus
  • Spesies: Paracentrotus lividus

Bulu babi ini telah dibudidayakan dan diekspor ke berbagai negara, termasuk Kroasia, Portugal, dan Irlandia.

3. Bintang Laut Biru

linckia-laevigata

Linckia laevigata | Gambar oleh dr.scott.mills (Flickr) adalah berlisensi CC-BY-SA-2.0

  • Kelas: Asteroidea
  • Ordo: Valvatida
  • Familia: Ophidiasteridae
  • Genus: Linckia
  • Spesies: Linckia laevigata

Bintang laut ini dapat ditemukan di perairan Indo-Pasifik dan populer untuk dipelihara di akuarium air laut.

Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2016, "Hewan Kulit Berduri (Filum Echinodermata)," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/karakteristik-klasifikasi-echinodermata/ (diakses pada 28 Feb 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.