Kategori

Invertebrata


pyura-chilensis
Kata “chordata” berasal dari bahasa Latin “chorda” yang berarti “tali.” Yang dimaksud dengan “tali” ini adalah notokorda (en: notochord). Notokorda merupakan “tongkat” fleksibel terbuat dari bahan yang mirip dengan tulang rawan.[1] Berbagai literatur sering membagi pembahasan filum Chordata ini ke dalam dua bagian, yaitu Chordata yang tidak bertulang belakang (Nonvertebrata atau Invertebrata Chordata), dan Chordata yang bertulang belakang (Vertebrata). Hal ini salah satunya disebabkan karena subfilum Vertebrata adalah subfilum yang populer, bahkan mungkin kita lebih dahulu mengenal istilah Vertebrata daripada Chordata. Invertebrata Chordata terdiri dari dua subfilum, yaitu Cephalochordata (lancelet) dan Urochordata (tunicata). Karakteristik Chordata (Invertebrata) Hewan dalam filum Chordata […]

Chordata Tak Bertulang Belakang (Invertebrata Chordata)


pikaia-gracilens
Sebelumnya kita telah membahas perjalanan evolusi hewan (Animalia) pada hewan yang sederhana (simetri, jaringan, rongga, dan perkembangan embrionik). Sekarang, kita akan melanjutkan perjalanan evolusi tersebut lebih jauh sampai pada evolusi Chordata dan Vertebrata. Kata “chordata” berasal dari bahasa Latin “chorda” yang berarti “tali,” yang dimaksud dengan “tali” ini adalah notokorda (en: notochord). Notokorda merupakan “tongkat” fleksibel terbuat dari bahan yang mirip dengan tulang rawan.[1] Kemudian, kata “vertebrata” berasal dari bahasa Latin “vertebratus” yang berarti “persendian tulang belakang.”[2] Persendian tulang belakang ini mengganti notokorda (yang lebih lunak) dengan segmen-segmen yang lebih keras (merupakan evolusi dari notokorda). Asal Usul Evolusi Chordata Secara tradisional, […]

Asal Usul Evolusi Chordata dan Vertebrata


linckia-laevigata
Kata Echinodermata berasal dari bahasa Yunani “echinos” yang berarti “berduri” dan “derma” yang berarti “kulit.” [1] Oleh karena itu, hewan ini sering disebut dengan hewan kulit berduri atau hewan berkulit duri. Echinodermata dewasa dapat dikenali dengan bentuknya yang simetri radial. Simetri ini tidak benar-benar simetri radial seperti pada Cnidaria dan Ctenophora, melainkan memiliki lima sumbu (disebut pentaradial). Anggota hewan kulit berduri ini diantaranya landak laut (bulu babi), bintang laut, mentimun laut (teripang), dan lili laut. Hewan dalam filum ini semuanya hidup di laut dan biasanya ada di dasar laut.[2] Karakteristik Echinodermata Ciri-ciri utama Echinodermata adalah adanya tonjolan atau duri dari […]

Hewan Kulit Berduri (Filum Echinodermata)



lebah-madu-apis-cerana
Kata Hexapoda berasal dari bahasa Yunani yang berarti “enam kaki,” tentunya semua anggota subfilum ini mempunyai kaki tiga pasang atau enam buah. Hal ini sangat berbeda dengan kelompok Arthropoda lain yang memiliki kaki lebih dari enam buah. Secara tradisional, terdapat empat kelompok dalam subfilum ini, yaitu: Collembola, Protura, Diplura, dan Insecta (serangga atau insekta).[1] Bab ini akan lebih fokus pada kelas Insecta karena kelas ini adalah yang paling besar dan paling beraneka-ragam. Bahkan, serangga merupakan kelompok hewan yang paling beraneka-ragam di planet ini, dengan lebih dari satu juta spesies yang sudah berhasil dideskripsikan.[2][3] Klasifikasi Subfilum Hexapoda Hexapoda adalah subfilum terbesar […]

Golongan Serangga (Subfilum Hexapoda, Kelas Insecta)


homarus-americanus
Kata Crustacea berasal dari bahasa latin “crustaceus (animalia)” yang berarti “hewan yang bercangkang.” Hal ini merujuk pada eksoskeleton (rangka luar) dari hewan ini. Istilah “cangkang” ini bukanlah cangkang atau tempurung sebenarnya seperti pada Mollusca. Eksoskeleton pada subfilum Crustacea biasanya tersusun atas kitin yang diperkeras dengan kalsium karbonat (CaCO3). [1] Crustacea adalah Arthropoda yang termasuk ke dalam kelompok Mandibulata bersama-sama dengan Myriapoda dan Hexapoda. Sebab, Crustacea juga memiliki rahang bawah (mandibula). Sebagian besar anggota subfilum Crustacea adalah hewan yang hidup bebas di air, tetapi ada juga yang hidup di darat (subordo Oniscidea), ada yang sebagai parasit (superordo Rhizocephala), dan ada yang […]

Kelompok Udang, Lobster, dan Kepiting (Subfilum Crustacea)


asiomorpha-coarctata
Kata Myriapoda berasal dari bahasa Yunani “muríos” yang berarti “sepuluh ribu,” dan “podos” yang berarti “kaki.” Hal ini untuk menegaskan bahwa kelompok ini merupakan kelompok hewan yang berkaki banyak (bukan berarti jumlah kakinya benar-benar mencapai sepuluh ribu). [1] Lain dengan Arachnida yang merupakan kelompok Keliserata, Myriapoda termasuk ke dalam kelompok Mandibulata, yaitu merupakan kelompok Arthropoda yang memiliki rahang bawah (mandibula). [2] Contoh hewan ini diantaranya adalah lipan (en: centipede) dan kaki seribu (en: millipede). Karakteristik Myriapoda Ciri-ciri umum Myriapoda tentunya adalah jumlah kaki yang banyak dan semuanya hidup di darat. Selain itu hewan ini juga memiliki sepasang antena dan organ […]

Myriapoda: Lipan (Chilopoda) dan Kaki Seribu (Diplopoda)



latrodectus-mactans
Nama kelas Arachnida berasal dari bahasa Yunani “aráchnē” yang berarti “laba-laba.” Namun kelas ini tidak hanya terdiri dari laba-laba saja, melainkan juga termasuk golongan kalajengking, tungau (en: mite), dan caplak (en: tick). [1] Kelas Arachnida ini termasuk dalam subfilum Chelicerata karena memiliki kelisera (en: chelicerae), yaitu sepasang organ pelengkap untuk makan yang berfungsi sebagai taring atau penjepit. [2] Karakteristik Arachnida Ciri-ciri utama Arachnida adalah memiliki kelisera pada sefalotoraks (atau prosoma) yang seperti gunting atau catut. Dua bagian utama dari kelisera ini adalah landasan tebal (tempat otot dan kelenjar bisa) dan taring yang dapat digerakkan. Umumnya, taring berada pada lekukan dasar […]

Golongan Laba-Laba (Kelas Arachnida)


bagan-filogenetik-arthropoda
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani “arthro-” yang berarti “sendi” atau “ruas” dan “podos” yang berarti “kaki.” Hal ini mengacu pada ciri-ciri utama hewan ini yang memiliki kaki beruas-ruas atau berbuku-buku. Selain itu Arthropoda juga memiliki karakteristik lain, seperti memiliki rangka luar (eksoskeleton) dan tubuh yang bersegmen-segmen. [1] Anggota filum Arthropoda dapat ditemukan di hampir semua habitat, dan hewan ini adalah hewan yang paling sukses. Ahli zoologi mengestimasi setidaknya terdapat 1018 Arthropoda yang hidup di bumi, dan lebih dari satu juta spesies telah dikenali (kebanyakan serangga). [2] Karakteristik Arthropoda Arthropoda memiliki tubuh dilapisi oleh kutikula (tersusun dari lapisan protein dan zat […]

Hewan Berkaki Beruas-ruas (Filum Arthropoda)


siklus-hidup-cacing-usus
Nematoda adalah filum besar yang sangat beraneka ragam. Anggota kelompok ini dapat hidup hampir di semua ekosistem, dari air laut, air tawar, daratan, bahkan di daerah kutub. Dominasi mereka dapat mencapai satu juta individu per meter persegi, dan merupakan 80% dari semua hewan di bumi. [1] Keberhasilan Nematoda untuk “menguasai” bumi ini salah satunya disebabkan karena hewan ini dapat hidup dengan “nyaman” di dalam tubuh kita. Lebih dari separuh anggota filum Nematoda bersifat sebagai parasit, dan mereka memiliki siklus hidup yang beraneka ragam. Siklus Hidup Cacing Usus (Ascaris lumbricoides) Ascaris lumbricoides adalah Nematoda parasit terbesar yang hidup di dalam usus […]

Siklus Hidup Cacing Gilik (Nematoda)



contoh-cacing-gilik
Filum Nematoda dahulu dikenal dengan nama Aeschelminthes atau Nemathelminthes, akan tetapi filum tersebut sudah usang dan sekarang menggunakan istilah resmi Nematoda. [1] Dalam Bahasa Indonesia, Nematoda dikenal dengan sebutan cacing gilik, yang berarti kecil dan bulat panjang. [2] Filum ini sangat beraneka ragam dengan habitat yang beragam pula. Saat ini sebanyak 25.000 spesies cacing gilik telah dikenali, dan diperkirakan jumlah spesiesnya (termasuk yang belum dikenali) dapat mencapai 1.000.000 spesies. [3] Filum ini beranggotakan banyak spesies cacing yang hidup sebagai parasit pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Bahkan, manusia merupakan inang dari sedikitnya 50 spesies cacing ini. [4] Karakteristik Nematoda Ciri-ciri utama […]

Cacing Gilik (Filum Nematoda)


contoh-annelida
Annelida berasal dari bahasa latin “anellus” yang berarti cincin kecil. Sebutan ini tidak lain karena karakteristik tubuh cacing ini mirip seperti susunan cincin-cincin kecil atau bersegmen-segmen. Oleh karena itu, filum Annelida sering disebut juga cacing bercincin atau cacing bersegmen. Hewan yang termasuk ke dalam filum ini diantaranya adalah cacing tanah, lintah, dan pacet. Filum ini secara tradisional dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan morfologi “rambut” atau seta (en: chaetae), yaitu: Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea. [1] Karakteristik Annelida Ciri-ciri utama Annelida adalah tubuhnya yang bersegmen-segmen. Filum Annelida adalah satu-satunya kelompok Trokozoa yang bersegmen dan memiliki selom. Selom ini telah berkembang dengan sempurna […]

Cacing Bersegmen (Filum Annelida)


nautilus-pompilius
Cephalopoda berasal dari bahasa yunani “kaphale” yang berarti kepala dan “podos” yang berarti kaki. Atau dengan kata lain, bentuk hewan ini seperti kepala yang berkaki. [1] Hewan yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah gurita, cumi-cumi, sotong (en: cuttlefish), dan Nautilus. Predator laut ini menangkap mangsa dengan tentakelnya, kemudian melumpuhkannya dengan paruh yang ada di mulutnya. Sayangnya, kelas Cephalopoda hanya memiliki jumlah spesies yang sedikit, yaitu sekitar 800-900 spesies. [2][3] Karakteristik Cephalopoda Ciri-ciri utama dari Cephalopoda adalah bentuk/ukuran kepalanya yang mencolok, yang dikelilingi oleh lengan atau tentakel. Hewan dalam kelompok ini hanya eksklusif hidup di air laut dan tidak ada yang […]

Karakteristik dan Klasifikasi Kelas Cephalopoda



cerastoderma-edule
Apa yang dimaksud dengan Pelecypoda? Pelecypoda disebut juga dengan Bivalvia atau Lamellibranchiata, adalah kelas terbesar kedua dari filum Mollusca. Kelompok hewan lunak yang termasuk dalam kelas ini antara lain adalah kerang, tiram, dan kijing (remis). Jumlah spesies dari kelas ini sekitar 9.200-10.000 dan semuanya merupakan organisme air (akuatik). Sebagian besar hewan ini hidup di air laut, dan sebagian kecil lainnya hidup di air tawar. [1][2] Karakteristik Pelecypoda (Bivalvia) Karakteristik utama dari hewan pada kelas Pelecypoda adalah memiliki sepasang cangkang yang berengsel. Terdapat otot aduktor (en: adductor) yang sangat kuat untuk menutup rapat cangkang ini, sehingga dapat melindungi tubuh lunak mereka. […]

Karakteristik dan Klasifikasi Kelas Pelecypoda (Bivalvia)


aneka-jenis-siput
Pasti kita sering bertanya-tanya apa itu Gastropoda? kelas Gastropoda adalah kelas terbesar dari filum Mollusca yang terdiri dari siput (en: snails) dan siput telanjang (en: slugs). Sebanyak sekitar 75% dari spesies Mollusca hidup adalah termasuk dalam kelas ini. Nama Gastropoda berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu gastros yang berarti perut dan podos yang berarti kaki. [1][2] Hal ini disebabkan karena hewan ini bergerak menggunakan otot-otot kaki yang terletak di perut untuk bergerak. Sebagian besar hewan ini hidup di air laut, tetapi ada juga yang hidup di air tawar, dan ada juga yang sudah beradaptasi dengan lingkungan darat. Karakteristik Gastropoda Ciri-ciri […]

Karakteristik dan Klasifikasi Kelas Gastropoda


ilustrasi-moluska
Apa itu Moluska? Moluska (en: Mollusca) adalah filum dari hewan bertubuh lunak yang sangat beragam jenisnya. Contoh hewan lunak ini misalnya siput, kerang dan cumi-cumi. Filum Mollusca ini terdiri dari lebih dari 100.000 spesies dan merupakan filum terbesar kedua setelah Arthropoda. Sebagian besar Mollusca hidup di air laut, akan tetapi banyak juga yang hidup di air tawar dan di darat. [1] Sangat menarik untuk membahas filum ini karena selain sangat beragam, hewan-hewan lunak ini sering kita jumpai sehari-hari. Ciri-Ciri Mollusca Ciri-ciri Mollusca yang utama tentu saja bertubuh lunak. Semua anggota filum Mollusca memiliki tubuh yang lunak, dan sebagian besar mensekresikan […]

Hewan Bertubuh Lunak (Filum Mollusca)



siklus-hidup-taenia-taeniasis
Cestoda disebut sebagai cacing pita karena hewan ini mempunyai tubuh yang sangat panjang. Cacing pita sejati bersifat hermafrodit dan memiliki daur hidup yang lebih sederhana dari Trematoda. Cacing pita tidak mengalami fase aseksual dalam siklus hidupnya. Meskipun begitu, siklus hidup cacing pita masih tergolong kompleks karena melibatkan sedikitnya satu inang perantara, dan satu inang primer. [1] Cestoda adalah organisme yang unik. Ujung kepala Cestoda yang memiliki kait disebut dengan skoleks (en: scolex). Di belakang skoleks terdapat rangkaian segmen yang masing-masing disebut proglotid. Tiap-tiap proglotid memiliki organ reproduksi jantan dan betina. Walaupun mempunyai kait, akan tetapi cacing ini tidak mempunyai mulut. Mereka […]

Siklus Hidup Cacing Pita (Cestoda)


tahap-larva-trematoda
Cacing pipih (filum Platyhelminthes) yang hidup sebagai parasit termasuk ke dalam kelompok besar Rhabditophora, lebih spesifiknya kelas Trematoda (cacing isap, en: fluke) dan kelas Cestoda (cacing pita). Trematoda dijuluki cacing hisap karena memiliki alat pengisap atau kait (en: hook). Siklus hidup cacing hisap (Trematoda) termasuk kompleks karena berganti reproduksi seksual dan aseksualnya, serta melibatkan setidaknya dua inang, yaitu: inang primer, di mana cacing isap berkembang biak secara seksual; dan inang perantara, di mana hewan ini berkembang biak secara aseksual. Inang primer hampir selalu Vertebrata, dan inang sekunder hampir selalu siput. [1][2] Siklus Hidup Cacing Isap (Trematoda) Cacing isap memiliki daur hidup […]

Siklus Hidup Cacing Isap (Trematoda)


filum-platyhelminthes
Nama filum Platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani kuno “platy” yang berarti pipih atau datar, dan “helminth-” yang berarti cacing. Filum ini selain disebut dengan Platyhelminthes, sering juga dikenal dengan Plathelminthes atau Platyhelminths. Berdasarkan percabangan evolusi, cacing pipih merupakan Eumetazoa atau hewan sejati yang memiliki jaringan sejati. Cacing pipih adalah kelompok hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral, oleh karena itu hewan ini termasuk dalam kelompok Bilateria. Pada perkembangan embrionya, mulut pada embrio cacing pipih terbentuk terlebih dahulu daripada anus, sehingga hewan ini termasuk dalam kelompok Protostomia. Dan yang terakhir, Platyhelminthes termasuk ke dalam klad Lophotrochozoa berdasarkan filogenetik DNA, dan lebih jauh […]

Cacing Pipih (Filum Platyhelminthes)



filum-cnidaria
Filum Cnidaria merupakan kelompok hewan sejati (Eumetazoa) yang sudah memiliki jaringan sejati. Jaringan pada Cnidaria terbentuk dari dua lapisan embrionik (diploblastik), yaitu endoderm dan ektoderm. Cnidaria memiliki ciri khusus yang unik pada bentuk tubuhnya, yaitu berbentuk polip dan/atau medusa. Bentuk polip adalah bentuk yang menempel pada media dan tidak dapat bergerak (sesil), sedangkan medusa adalah bentuk yang dapat bergerak bebas (motil). Bentuk medusa ini sering kita sebut sebagai ubur-ubur (en: jellyfish). Filum Cnidaria dan filum Ctenophora dikelompokkan ke dalam kelompok Radiata karena memiliki bentuk simetri radial. Kedua filum ini juga dikelompokkan ke dalam kelompok Coelenterata karena memiliki rongga pencernaan (rongga […]

Filum Cnidaria Memiliki Bentuk Polip dan Medusa


filum-porifera
Hewan berpori atau yang biasa dikenal dengan spons (en: sponges), adalah hewan dari filum Porifera. Ciri-ciri utama Porifera memiliki lubang kecil (pori-pori) agar air dapat masuk ke dalam tubuhnya. Penelitian terbaru (tahun 2009) menyatakan bahwa filum Porifera adalah monofiletik, akan tetapi status ini masih dalam perdebatan karena penelitian sebelumnya menyatakan parafiletik. Habitat hewan berpori tersebar luas dan sebagian besar hidup di air laut. Mereka lebih menyukai air yang tenang dan jernih, karena sedimen yang terangkat oleh ombak dapat menyumbat pori-pori mereka. Sedimen ini membuat hewan berpori kesulitan bernafas dan mencari makan. [1] Struktur Tubuh Porifera Walaupun memiliki sel-sel dengan tipe […]

Filum Porifera (Hewan Berpori)