Kelompok Udang, Lobster, dan Kepiting (Subfilum Crustacea)


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Kelompok Udang, Lobster, dan Kepiting (Subfilum Crustacea) (untuk menghemat pemakaian data).

Kata Crustacea berasal dari bahasa latin “crustaceus (animalia)” yang berarti “hewan yang bercangkang.” Hal ini merujuk pada eksoskeleton (rangka luar) dari hewan ini. Istilah “cangkang” ini bukanlah cangkang atau tempurung sebenarnya seperti pada Mollusca. Eksoskeleton pada subfilum Crustacea biasanya tersusun atas kitin yang diperkeras dengan kalsium karbonat (CaCO3). [1] Crustacea adalah Arthropoda yang termasuk ke dalam kelompok Mandibulata bersama-sama dengan Myriapoda dan Hexapoda. Sebab, Crustacea juga memiliki rahang bawah (mandibula). Sebagian besar anggota subfilum Crustacea adalah hewan yang hidup bebas di air, tetapi ada juga yang hidup di darat (subordo Oniscidea), ada yang sebagai parasit (superordo Rhizocephala), dan ada yang sesil (infrakelas Cirripedia). [2]

Karakteristik Crustacea

Ciri-ciri umum Crustacea tentunya adalah eksoskeleton yang keras. Eksoskeleton yang keras ini harus diganti (moulting) seiring dengan perkembangan tubuh mereka. Tubuh anggota subfilum Crustacea terbagi menjadi bagian kepala (sefalon), dada (toraks), dan perut (abdomen). Kadang, bagian kepala dan dada bergabung menjadi sefalotoraks dan dilapisi dengan karapas (tempurung) yang besar. [2]

Susunan Tubuh Crustacea

Crustacea memiliki anggota badan tambahan (en: appendage) khusus yang beraneka ragam, bahkan lobster dan lobster air tawar (en: crayfish) memiliki 19 pasang. [3] Umumnya, dua pasang yang pertama adalah antena sebagai fungsi sensorik. Kelompok hewan ini adalah satu-satunya Arthropoda yang memiliki dua pasang antena. Kemudian terdapat tiga pasang anggota badan yang digunakan untuk mengunyah dan memanipulasi makanan, satu pasang pertama adalah mandibula dan dua pasang berikutnya adalah maksila. Organ tambahan lain umumnya adalah pasangan kaki-kaki untuk bergerak. Dengan perkecualian pasangan antena pertama yang bercabang satu (en: uniramous), pasangan organ-organ tambahan anggota subfilum Crustacea yang lain adalah bercabang dua (biramous). [4][5]

Sistem Respirasi dan Sirkulasi

Crustacea yang berukuran besar bernafas dengan insang. Oksigen yang diekstrak dari insang itu kemudian didistribusikan melalui sistem sirkulasi. Pada anggota subfilum Crustacea yang berukuran kecil, mereka bernafas menggunakan permukaan tubuh. Pertukaran gas melalui permukaan tubuh ini terjadi di area tipis pada kutikula. Sistem peredaran “darah” Crustacea adalah sistem peredaran terbuka yang terdiri dari jantung pada area dorsal, satu atau lebih arteri (hanya pada Malacostraca), dan beberapa saluran untuk mengembalikan hemolimfa ke jantung.

Sistem Reproduksi

Hampir semua Crustacea kecuali teritip (en: barnacle) dapat dibedakan antara individu jantan dan betinanya (gonokoris), dan bereproduksi secara seksual. Lobster dan lobster air tawar misalnya, mereka menggunakan anggota badan tambahan yang berada di abdomen untuk mengirimkan sperma ke lubang reproduktif betina saat kopulasi. Sebagian besar anggota subfilum Crustacea yang hidup di air melewati satu atau dua tahap larva yang berenang bebas. [3]

nauplius-udang

Nauplius udang | Gambar oleh U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration adalah tidak berlisensi (domain publik)

Telur Crustacea berkembang menjadi larva nauplius. Nauplius ini menetas dengan tiga pasang anggota badan tambahan dan melewati beberapa tahap metamorfosis sebelum menjadi dewasa. Larva nauplius ini adalah karakteristik dari anggota subfilum Crustacea, yang menyediakan bukti bahwa semua anggota dari kelompok ini adalah keturunan dari nenek moyang yang memiliki nauplius dalam daur hidupnya. Teritip misalnya yang dulunya disangka sebagai Mollusca, ternyata memiliki larva nauplius sehingga diklasifikasikan ke dalam subfilum Crustacea. [4]

Sistem Ekskresi

Organ ekskresi utama dari Crustacea adalah pasangan kelenjar antena dan maksila, kelenjar ini disebut juga dengan kelenjar hijau. Lebih dari 90% dari sampah nitrogen dibuang dalam wujud ammonia. [1]

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

kelenjar-hijau

Kelenjar hijau | Gambar oleh علاء نجار adalah berlisensi CC-BY-SA-4.0

Klasifikasi Subfilum Crustacea

Klasifikasi yang saat ini masih digunakan umumnya menggunakan enam kelas dari Martin dan Darvis (2001), yaitu: [1][2]

  1. Kelas Branchiopoda: Adalah Crustacea yang hidup di air yang mempunyai insang di banyak anggota badan tambahan, termasuk pada bagian mulut mereka.
  2. Kelas Cephalocarida: Adalah Crustacea yang hidup di air laut dalam (bentik).
  3. Kelas Remipedia: Adalah Crustacea buta yang hidup di air laut, mereka memiliki kaki pendayung.
  4. Kelas Maxillopoda: Adalah kelas Crustacea yang beraneka ragam dan masih menjadi perdebatan filogenetiknya, anggota kelas ini termasuk teritip dan kutu ikan.
  5. Kelas Ostracoda: Adalah Crustacea yang bertubuh pipih dan mempunyai cangkang berbentuk seperti pada Bivalvia.
  6. Kelas Malacostraca: Adalah kelas terbesar atau kelas utama dari Crustacea. Nama Malacostraca berarti “cangkang lunak,” tapi sebenarnya cangkang mereka hanya lunak setelah molting. Anggota kelas ini termasuk kepiting, lobster, lobster air tawar, dan udang.

Malacostraca sering dikontraskan dengan Entomostraca, sebuah takson usang yang beranggotakan semua kelas di luar Malacostraca.

Contoh dan Manfaat Crustacea

Crustacea sangat bermanfaat bagi manusia sebagai sumber makanan. Mayoritas penghasil makanan ini adalah dari Ordo Decapoda, Kelas Malacostraca; diantaranya kepiting, lobster, lobster air tawar, udang kecil (en: shrimp), dan udang besar (en: prawn).

1. Kepiting Bakau atau Kepiting Hitam

scylla-serrata

Kepiting bakau (Scylla serrata) | Gambar oleh Richard Pillans, CSIRO adalah berlisensi CC-BY-3.0

  • Kelas: Malacostraca
  • Ordo: Decapoda
  • Infraordo: Brachyura
  • Familia: Portunidae
  • Genus: Scylla
  • Spesies: Scylla serrata

Kepiting ini termasuk salah satu yang paling lezat, dan sangat populer di Asia Tenggara.

2. Lobster Amerika

homarus-americanus

Lobster Amerika (Homarus americanus) | Gambar oleh Derek Keats adalah berlisensi CC-BY-2.0

  • Kelas: Malacostraca
  • Ordo: Decapoda
  • Familia: Nephropidae
  • Genus: Homarus
  • Spesies: Homarus americanus

Lobster ini berukuran besar dengan bobot mencapai 20 kg dan adalah yang paling banyak ditangkap.

3. Crayfish Capit Merah Australia

cherax-quadricarinatus

Lobster air tawar biru (Cherax quadricarinatus) | Gambar oleh Bleckdraco adalah berlisensi CC-BY-SA-4.0

  • Kelas: Malacostraca
  • Ordo: Decapoda
  • Familia: Parastacidae
  • Genus: Cherax
  • Spesies: Cherax quadricarinatus

Hewan ini sering disebut lobster air tawar (lobster biru) yang sempat populer dipelihara di akuarium di Indonesia.

4. Udang Windu (Udang Harimau Raksasa)

penaeus-monodon

Udang windu (Penaeus monodon) | Gambar oleh Epipelagic adalah berlisensi CC-BY-SA-3.0

  • Kelas: Malacostraca
  • Ordo: Decapoda
  • Subordo: Dendrobranchiata
  • Superfamilia: Penaeoidea
  • Familia: Penaeidae
  • Genus: Penaeus
  • Spesies: Penaeus monodon

Udang ini sudah sangat umum dimasak di Indonesia

Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2016, "Kelompok Udang, Lobster, dan Kepiting (Subfilum Crustacea)," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/karakteristik-klasifikasi-crustacea/ (diakses pada 22 Sep 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.