Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata) (untuk menghemat pemakaian data).

Kata “vertebrata” berasal dari Bahasa Latin “vertebratus,” yang berarti “sendi tulang belakang.” [1] Inilah karakteristik utama hewan ini yang membuat rangka tubuh mereka kokoh, tetap memiliki kelenturan, dan membuat ruang untuk evolusi sistem saraf yang lebih kompleks. Kita tahu bahwa Vertebrata berevolusi dari Nonvertebrata Chordata, oleh karenanya banyak sifat-sifat dari Nonvertebrata Chordata yang diturunkan dan ada pula yang berkembang (mengalami modifikasi).

Karakteristik Vertebrata

Ketika masih berwujud embrio, Vertebrata memiliki empat karakteristik dari Chordata (Invertebrata), dan kemudian dalam perkembangannya ditambah dengan hal-hal berikut:[1][2][3]

  1. Kolom Vertebral: Pada perkembangannya, notokorda berkembang menjadi kolom vertebral. Kolom ini tersusun dari segmen-segmen tulang belakang seperti selongsong, yang melapisi dan melindungi tali saraf dorsal.
  2. Tengkorak (kepala): Ujung anterior tali saraf dorsal “menggelembung” dan berkembang menjadi otak. Otak ini dilindungi oleh tulang tengkorak. Hewan bertulang belakang memiliki bagian kepala yang dapat dengan mudah dikenali.
  3. Endoskeleton: Endoskeleton (rangka dalam) dari Vertebrata tersusun dari tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon). Endoskeleton ini memungkinkan hewan bertulang belakang untuk bertubuh besar dan dapat dengan leluasa bergerak.
  4. Organ Internal: Vertebrata memiliki organ-organ dalam seperti hati, ginjal, dan kelenjar endoktrin. Organ-organ ini dilindungi oleh endoskeleton.

Sistem Saraf

Pada Vertebrata, tali saraf dorsal berkembang menjadi sistem saraf pusat. Hal unik pada sistem saraf Vertebrata ini adalah adanya sel pial neural (en: neural crest). Sel-sel ini bermigrasi dari tali saraf dorsal ke seluruh tubuh yang pada akhirnya berkembang menjadi sistem saraf tepi (en: peripheral nervous system), melanosit, dll.

Hanya subfilum Vertebrata (dari filum Chordata) yang mengalami sefalisasi (en: cephalization), yaitu konsentrasi jaringan saraf pada ujung (kepala) dari suatu organisme. Proses ini pada akhirnya membentuk otak, kepala, dan berbagai organ indera pada kepala.

Jadi, Vertebrata memiliki sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Kemudian diikuti dengan sistem saraf tepi yang berfungsi sebagai relay komunikasi bolak-balik antara otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh tubuh.

Sistem Respirasi dan Sirkulasi

Vertebrata memiliki organ khusus untuk bernafas. Mereka bernafas dengan insang atau dengan paru-paru untuk memperoleh oksigen dari lingkungan luar. Oksigen tersebut diedarkan melalui darah yang sepenuhnya berada di dalam pembuluh darah. Oleh karena itu, sistem peredaran Vertebrata disebut dengan sistem peredaran tertutup.

Organ vital dalam peredaran tertutup ini adalah jantung, karenanya semua Vertebrata memiliki jantung. Selain itu, darah juga berfungsi untuk membawa hormon dari kelenjar endoktrin. Hormon-hormon (dan kelenjar endoktrin) tersebut unik pada golongan Vertebrata dan berguna untuk mengatur berbagai fungsi tubuh.[2][3]

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Sistem Pencernaan

Golongan hewan bertulang belakang sudah memiliki sistem pencernaan yang lengkap mulai dari mulut sampai anus.

Vertebrata digolongkan menjadi dua kelompok berdasarkan ada tidaknya rahang, yaitu kelompok yang tidak memiliki rahang (Cyclostomata atau Agnatha) dan kelompok yang memiliki rahang (Gnathostomata). Ada tidaknya rahang ini sangat penting bagi Vertebrata karena berkaitan erat dengan variasi makanan yang dapat mereka makan. Adanya rahang memungkinkan Vertebrata untuk memakan makanan yang padat dan keras.

Hal yang unik terdapat pada hagfish (Myxini). Walaupun sudah memiliki mulut, hewan purba ini memiliki kemampuan menyerap zat organik melalui kulit dan insang. Dari perspektif evolusi, hagfish merepresentasikan tahap transisi dari mekanisme penyerapan nutrisi dari Invertebrata akuatis dan sistem pencernaan lengkap pada Vertebrata akuatis.[4]

Sistem Ekskresi

Organ khusus ekskresi pada Vertebrata adalah sepasang ginjal. Ginjal berfungsi untuk menyaring zat sisa dalam darah, serta mengatur kadar air dalam tubuh dengan cara menyimpan atau membuang air apabila dibutuhkan.

Sistem Reproduksi

Umumnya jenis kelamin hewan Vertebrata dapat dibedakan antara jantan dengan betina, dan mereka berkembang biak secara seksual.

Vertebrata dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan ada tidaknya membran pelindung embrio yang disebut dengan amnion, yaitu Anamniota (tidak memiliki amnion) dan Amniota (memiliki amnion). Amnion berfungsi untuk pertukaran oksigen dan karbondioksida, sehingga apabila embrio tidak memiliki amnion, embrio tersebut bergantung pada lingkungan air di sekelilingnya untuk dapat “bernafas” dan membuang zat sisanya. Oleh karena itu, membran ini sangat penting dalam perjalanan evolusi Vertebrata yang bergantung pada air untuk berkembang biak (ikan dan amfibi) menjadi tidak bergantung pada air untuk berkembang biak (reptil, burung, dan mammalia).[2][5]

telur-monotremata

Telur Monotremata: (5) embrio; (6) cairan amniotik; (7) membran amniotik | Gambar oleh Ashtonortiz (Wikipedia) adalah berlisensi CC-BY-SA-3.0

Klasifikasi Subfilum Vertebrata

Tabel berikut ini memaparkan klasifikasi Subfilum Vertebrata yang umumnya dapat dibagi menjadi delapan atau sembilan kelas utama.[1][2][3][6]

Klasifikasi Subfilum Vertebrata
KelompokNama KelasKeterangan
CyclostomataAnamniotaMyxiniIkan hag (hagfish) tidak memiliki rahang.
HyperoartiaIkan lamprey tidak memiliki rahang.
GnathostomataChondrichthyesIkan bertulang rawan seperti hiu dan pari.
ActinopterygiiIkan bersirip kipas (99% spesies ikan adalah dari golongan ini).
SarcopterygiiIkan bersirip lobus (sirip berdaging) seperti coelacanth.
AmphibiaTetrapoda (berkaki empat) yang bukan Amniota, seperti katak dan salamander.
AmniotaReptiliaTetrapoda Amniota seperti kadal, ular, buaya, dan burung
MammaliaTetrapoda berambut dan menyusui.
Pasti Anda bertanya-tanya di mana kelas Aves (golongan burung) pada tabel di atas?
Kelas Aves adalah kelas yang dicetuskan oleh Linnaeus pada tahun 1758. Pada saat itu pengetahuan peneliti masih belum seperti sekarang. Saat ini kita tahu bahwa golongan burung adalah sister group dari Crocodilia. Mereka berevolusi dari dinosaurus sehingga burung dan reptil lain termasuk dalam kelas Reptilia (dalam lingkup luas).[7]
ilustrasi-archaeopteryx

Ilustrasi Archaeopteryx | Gambar oleh Durbed (Deviantart) adalah berlisensi CC-BY-SA-3.0

Kelas-Kelas Vertebrata dan Contohnya

Berikut ini adalah ulasan singkat kelas-kelas utama subfilum Vertebrata:

1. Myxini (Hagfish)

eptatretus-polytrema

Hagfish (Eptatretus polytrema) | Gambar oleh J. H. Richard adalah tidak berlisensi (domain publik)

Hewan ini hidup di laut, berbentuk panjang seperti belut, tidak memiliki rahang, dan tidak memiliki tulang belakang sejati. Meskipun demikian, hewan ini memiliki bentuk tulang belakang dasar (rudimenter). Hewan ini memakan cacing atau bangkai yang ada di dasar laut. Salah satu ciri unik Hagfish adalah mengeluarkan lendir untuk mempertahankan diri dari predator. Lendir ini dapat menyumbat insang ikan predator sehingga membuat mereka seperti tercekik.

2. Hyperoartia/Petromyzontida (Lamprey)

petromyzon-marinus

Lamprey laut (Petromyzon marinus) | Gambar oleh Ellen Edmonson & Hugh Chrisp adalah tidak berlisensi (domain publik)

Ikan lamprey umumnya hidup di air tawar, tetapi ada juga yang hidup di laut. Seperti saudaranya Myxini, ikan ini tidak memiliki rahang, dan tidak memiliki tulang belakang sejati. Tulang belakang dari hewan ini tersusun dari tulang rawan. Lamprey makan dengan cara menempelkan mulutnya yang penuh dengan gigi-gigi kecil ke tubuh mangsa (atau inang) dan menyedot darah mereka.

3. Chondrichthyes (Ikan Bertulang Rawan)

Ikan pada golongan ini memiliki rangka yang dominan tersusun dari tulang rawan (kartilago), tidak memiliki kantong renang (en: swim bladder), tidak memiliki tutup insang, dan fertilisasi terjadi secara internal. Kemudian, tubuh ikan ini umumnya memipih secara dorso-ventral (pipih horizontal). Mereka juga sudah memiliki rahang sehingga dapat memakan makanan padat. Contoh Chondrichthyes misalnya ikan hiu dan ikan pari.

4. Actinopterygii (Ikan Bersirip Kipas)

Actinopterygii adalah golongan ikan yang paling banyak spesiesnya. Ikan ini memiliki rangka dari tulang keras, memiliki kantong renang, memiliki tutup insang, dan fertilisasi umumnya terjadi secara eksternal. Tubuh ikan ini umumnya memipih secara bilateral (ramping). Contoh Actinopterygii misalnya ikan tuna dan ikan mas.

5. Sarcopterygii (Ikan Sirip Berdaging)

model-coelacanth

Model coelacanth | Gambar oleh Daderot adalah tidak berlisensi (domain publik)

Ikan dari golongan ini kebanyakan sudah punah. Ikan ini memiliki sepasang sirip berdaging yang dapat digunakan untuk berenang maupun merayap di permukaan suatu substrat. Menurut para ahli, ikan golongan ini adalah nenek moyang dari amfibi. Contoh Sarcopterygii misalnya ikan coelacanth.

6. Amphibia

Hewan tetrapoda (berkaki empat) ini merupakan hewan yang hidup di dua alam. Meskipun mereka sudah dapat hidup di darat, namun belum dapat lepas sepenuhnya dari habitat air. Hal ini disebabkan karena telur yang dihasilkan tidak memiliki amnion, sehingga telur-telur tersebut masih harus berada pada habitat air untuk “bernafas.” Contoh Amphibia misalnya katak dan salamander.

7. Reptilia (dan Aves)

Tetrapoda ini sudah memiliki amnion (disebut Amniota), sehingga mereka sudah tidak lagi bergantung pada air untuk berkembang biak. Hewan dari golongan ini juga memiliki sisik (menurut para ahli bulu adalah modifikasi dari sisik). Reptilia beranggotakan kelompok-kelompok hewan berikut:

  • Testudinata (golongan kura-kura dan penyu)
  • Sphenodontia (tuatara)
  • Squamata (golongan kadal dan ular)
  • Crocodilia (golongan buaya)
  • Aves (golongan burung)*

*Apabila membahas hewan reptil, kita harus terlebih dahulu menentukan lingkup yang akan dibahas, apakah lingkup luas atau sempit. Lingkup luas berarti kita juga membahas reptil seperti dinosaurus yang sudah punah dan Aves yang ciri-ciri morfologisnya nampak berbeda jauh dengan buaya maupun kadal. Biasanya di sekolah kita menggunakan lingkup sempit, sehingga Aves tidak dimasukkan dalam Reptilia.

8. Mammalia

Mammalia adalah Amniota yang memiliki rambut dan menghasilkan susu. Berikut ini adalah tiga kelompok utama Mammalia:

  • Monotremata: adalah Mammalia yang bertelur, seperti platypus dan echidna.
  • Marsupialia: adalah Mammalia yang berkantung, seperti kangguru dan koala.
  • Placentalia: adalah Mammalia yang memiliki plasenta, yaitu organ yang mengubungkan janin dengan induk yang menyediakan oksigen, nutrisi, dan membuang zat sisa dari darah janin. Kelompok ini adalah kelompok yang paling beraneka ragam, seperti gajah, harimau, anjing, kera, dll.
Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2016, "Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/karakteristik-klasifikasi-vertebrata/ (diakses pada 25 May 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.