Hewan Berkaki Beruas-ruas (Filum Arthropoda)


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Hewan Berkaki Beruas-ruas (Filum Arthropoda) (untuk menghemat pemakaian data).

Arthropoda berasal dari bahasa Yunani “arthro-” yang berarti “sendi” atau “ruas” dan “podos” yang berarti “kaki.” Hal ini mengacu pada ciri-ciri utama hewan ini yang memiliki kaki beruas-ruas atau berbuku-buku. Selain itu Arthropoda juga memiliki karakteristik lain, seperti memiliki rangka luar (eksoskeleton) dan tubuh yang bersegmen-segmen. [1] Anggota filum Arthropoda dapat ditemukan di hampir semua habitat, dan hewan ini adalah hewan yang paling sukses. Ahli zoologi mengestimasi setidaknya terdapat 1018 Arthropoda yang hidup di bumi, dan lebih dari satu juta spesies telah dikenali (kebanyakan serangga). [2]

Karakteristik Arthropoda

Arthropoda memiliki tubuh dilapisi oleh kutikula (tersusun dari lapisan protein dan zat kitin), yang berfungsi sebagai rangka luar (eksoskeleton). Lapisan yang tebal dan keras ini walaupun dapat melindungi tubuh, akan tetapi menghambat pertumbuhan. Akibatnya, hewan ini harus menggugurkan kulitnya dan menggantinya secara periodik (molting). Sama seperti Nematoda, Arthropoda juga merupakan anggota kelompok Ecdysozoa. Anggota filum Arthropoda merupakan hewan yang memiliki tiga lapisan embrionik (triploblastik), dan telah memiliki selom sejati. Oleh karena itu, Arthropoda adalah hewan triploblastik selomata. Tubuhnya berbentuk simetris bilateral, sehingga merupakan kelompok Bilateria. Pada perkembangan embrionya, mulut pada embrio Arthropoda terbentuk terlebih dahulu daripada anus, sehingga hewan ini termasuk dalam kelompok Protostomia.

Tubuh Arthropoda juga bersegmen-segmen. Pada beberapa kelas Arthropoda, segmen-segmen terlihat sama. Namun pada yang lain, segmen-segmen mengalami spesialisasi menjadi kelompok fungsional yang disebut dengan tagmata. Segmen yang mengalami spesialisasi ini umumnya menjadi kepala (cephalon), dada (thorax), dan perut (abdomen) pada serangga. Akan tetapi, ada kelompok yang mempunyai tiga tagmata, dan ada juga yang hanya memiliki dua tagmata karena beberapa tagmata bergabung menjadi satu. Pada banyak anggota Crustacea dan Chelicerata, kepala dan dada bergabung menjadi cephalotorax atau disebut juga dengan prosoma. [3]

Hewan ini memiliki anggota badan/pelengkap (en: appendage) yang beruas-ruas. Anggota badan ini termasuk antena, bagian mulut, capit, atau kaki. Ruas-ruas anggota badan ini berguna agar anggota tubuh tersebut (misalnya kaki) memiliki kemampuan untuk ditekuk sehingga memberikan kemampuan bergerak yang baik. Kutikula di antara segmen-segmen badan dan ruas-ruas anggota badan juga adalah kutikula yang fleksibel. Hal ini membuat Arthropoda kendati dilapisi eksoskeleton yang keras, namun masih mempunyai fleksibilitas (pada ruas-ruas) untuk dapat bergerak dengan baik.

FAQ: Mengapa Arthropoda melakukan metamorfosis?
Banyak Arthropoda mengalami metamorfosis, yaitu perubahan bentuk dan fisiologi drastis dari fase larva dan dewasa. Umumnya bentuk larva dan dewasa hidup pada lingkungan yang berbeda dan memakan jenis makanan yang berbeda juga. Salah satu alasan metamorfosis adalah untuk mengurangi kompetisi. Hewan “bayi” tidak berkompetisi untuk mendapatkan makanan dengan hewan “dewasa” sehingga persaingan akan lebih mudah bagi mereka. [4] Selain itu, lingkungan hidup yang berbeda membuat hewan “bayi” tidak hidup bersama dengan hewan “dewasa” (misalnya nyamuk), ini berguna agar lingkungan hidup tidak terlalu padat, serta bisa juga membuat penyebaran menjadi lebih luas.

Berikut ini adalah video penjelasan singkat tentang Arthropoda:

video-penjelasan-singkat-arthropoda

www.youtube.com/watch?v=puKoq5fzyAg | Video oleh Smithsonian Education adalah berlisensi Standard YouTube License

Sistem Saraf

Arthropoda sudah memiliki sistem saraf yang berkembang dengan baik. Hewan ini memiliki sepasang tali saraf di sepanjang tubuh di bawah perut (daerah ventral), dan tali saraf tersebut membentuk sepasang ganglion ventral pada tiap segmen tubuhnya. Hal ini membuat sistem saraf ini tampak seperti tangga tali. Pada ujung anterior terdapat beberapa pasang ganglion dorsal (total tiga pasang pada kebanyakan Arthropoda) yang bergabung membentuk otak. Akan tetapi, ganglion ventral yang mengendalikan kebanyakan aktivitas hewan tersebut. Bahkan, Arthropoda masih dapat makan, bergerak, dan kawin, walaupun otaknya sudah dihilangkan. [1][3]

Sistem Respirasi

Arthropoda memiliki sistem respirasi yang beraneka ragam, bergantung dari habitat dan ukuran tubuh mereka. Spesies yang berukuran kecil kadang tidak memiliki sistem pernafasan. Sebab, rasio permukaan tubuh dibandingkan volume yang tinggi membuat mereka dapat melakukan respirasi dengan difusi sederhana melalui permukaan tubuhnya. Lain halnya dengan kelompok lain, misalnya Crustacea memiliki insang, Arachnida memiliki paru-paru buku, dan kebanyakan serangga memiliki trakea.

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Sistem Ekskresi

Pada Arthropoda air, sisa metabolisme adalah ammonia yang sangat beracun sehingga perlu untuk diencerkan sebanyak mungkin dengan air. Ammonia tersebut dibuang melalui difusi melalui insang. Sedangkan Arthropoda darat menggunakan sistem ekskresi yang berbeda. Sampah metabolisme adalah asam uric (asam urat) yang bisa dieksresikan sebagai materi kering. Tubulus Malphigi adalah organ yang melakukan filtrasi asam urat dari darah pada hemosel, membuang sampah tersebut ke usus belakang, yang kemudian dikeluarkan melalui feses. Sebagian besar Arthropoda air dan beberapa Arthropoda darat juga memiliki organ yang disebut nefridia atau “ginjal kecil,” yang menyaring sampah lain dan mengeluarkannya sebagai urin.

Sistem Pencernaan

Jenis makanan Arthropoda sangat bervariasi, hewan ini ada yang karnivora, herbivora, detritivora, penyaring, dan ada juga yang sebagai parasit. Akibatnya terjadi variasi anggota pelengkap (mulut, capit, dll.) yang disesuaikan dengan jenis makanan mereka. Ada yang berfungsi sebagai penyayat daun, menyedot nektar, menyuntikkan racun, dll. Arthropoda juga telah memiliki sistem pencernaan mulai dari mulut sampai ke anus. Terdapat tiga area usus, yaitu usus depan, tengah, dan belakang. Usus bagian tengah inilah yang memproduksi enzim dan menyerap sari makanan. [5]

Sistem Transportasi

Sistem transportasi atau peredaran Arthropoda adalah sistem peredaran terbuka. Selom pada Arthropoda tereduksi menjadi daerah kecil di sekitar sistem eksresi dan reproduksinya. Tempatnya digantikan dengan hemosel (en: hemocoel) yang merupakan rongga di sepanjang tubuh, di mana “darah” mengalir. Cairan transportasi ini sebenarnya bukanlah darah sejati (seperti pada vertebrata), namun disebut dengan hemolimfa. Hemolimfa ini berfungsi mengangkut zat makanan, protein, zat sisa, namun tidak berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida.

Sistem Reproduksi

Sebagian Arthropoda bereproduksi secara seksual, akan tetapi ada juga yang hermafrodit dan melakukan parthenogenesis di mana sel telur fertil dihasilkan tanpa perkawinan. Fertilisasi pada Arthropoda air dapat bervariasi bergantung spesiesnya, ada yang melakukan fertilisasi eksternal, dan ada juga melakukan fertilisasi internal. Namun pada Arthropoda darat, fertilisasi umumnya terjadi secara internal. Mereka menggunakan organ pelengkap yang dimodifikasi untuk melakukan pengiriman sperma ke individu betina, atau bisa juga menggunakan “paket” sperma yang dikubur dalam tanah. Nantinya “paket” tersebut akan ditemukan oleh individu betina dan dimasukkan ke tubuhnya.

Klasifikasi Filum Arthropoda

Secara tradisional, literatur lama menyebutkan adanya empat kelas utama dalam filum Arthropoda, yaitu: [6]

  1. Kelas Crustacea: udang-udangan.
  2. Kelas Myriapoda: berkaki banyak.
  3. Kelas Arachnida: laba-laba.
  4. Kelas Insecta: serangga.

Namun, bukti morfologi dan molekuler mengusulkan bahwa Arthropoda yang masih hidup saat ini terbagi menjadi tiga klad, yaitu Chelicerata, Myriapoda, dan Pancrustacea. [2] Dan apabila ditinjau dari subfilum, maka terdapat empat subfilum: [1]

  1. Subfilum Chelicerata
  2. Subfilum Myriapoda
  3. Subfilum Crustacea
  4. Subfilum Hexapoda
bagan-filogenetik-arthropoda

Bagan filogenetik Arthropoda | Gambar oleh Tentorku (sumber: Wikipedia) adalah berlisensi CC-BY-SA-4.0

Keterangan:

  • Klad Panarthropoda adalah Arthropoda dalam lingkup yang lebih luas, termasuk filum Arthropoda (Euarthropoda atau Arthropoda sejati) + filum Onychophora + filum Tardigrada.
  • Filum Arthropoda terbagi menjadi kelompok yang memiliki capit (subfilum Chelicerata) dan kelompok yang memiliki rahang (klad Mandibulata).
  • Klad Mandibulata adalah kelompok yang tidak memiliki peringkat takson, dan terbagi menjadi Arthropoda berkaki banyak (subfilum Myriapoda) dan klad Pancrustacea (subfilum Crustacea + subfilum Hexapoda).
  • Subfilum Crustacea adalah kelompok Arthropoda yang memiliki rangka eksternal keras, seperti kepiting, lobster, dan udang.
  • Subfilum Hexapoda adalah kelompok Arthropoda yang memiliki jumlah kaki enam (tiga pasang), seperti kelas Insecta dan kelas Entognatha.

Contoh-Contoh Arthropoda

Filum Arthropoda ini sangat besar dan terdiri dari satu juta spesies yang telah dikenali. Oleh karena itu, agar kita tidak tersesat dalam pelajaran ini, kita hanya akan menyebutkan sampai ordo saja.

Contoh-contoh Arthropoda
GolonganOrdoKelasSubfilum
Laba-labaAraneaeArachnidaChelicerata
KalajengkingScorpionesArachnidaChelicerata
Laba-laba lautPantopodaPycnogonida Chelicerata
Lipan (en: centipede)ScutigeromorphaChilopodaMyriapoda
Kaki seribu (en: milipede)JulidaDiplopodaMyriapoda
Kepiting & lobsterDecapodaMalacostracaCrustacea
Kupu-kupu & ngengatLepidopteraInsectaHexapoda
Kumbang (en: beetle)ColeopteraInsectaHexapoda
Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2016, "Hewan Berkaki Beruas-ruas (Filum Arthropoda)," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/karakteristik-filum-arthropoda/ (diakses pada 26 Mar 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.