Evolusi dan Klasifikasi Hewan (Animalia)


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Evolusi dan Klasifikasi Hewan (Animalia) (untuk menghemat pemakaian data).

Evolusi hewan (kingdom Animalia atau Metazoa) kembali setidaknya 710 juta tahun yang lalu. Angka ini didapat dari bukti sedimen fosil yang dipercaya berisi sisa-sisa steroid yang saat ini dihasilkan oleh organisme kelompok spons (Porifera). Angka ini juga konsisten dengan analisis molekuler yang menyimpulkan bahwa nenek moyang dari semua hewan (yang hidup saat ini) berusia sekitar 770 juta tahun yang lalu. [1]

Daftar isi

Dalam bab ini kita akan mempelajari (1) perjalanan evolusi hewan (simetri, jaringan, rongga, dan perkembangan embrionik); serta (2) bagaimana hewan diklasifikasikan.

Evolusi Hewan (Animalia)

Para ahli berpendapat bahwa hewan berevolusi dari eukariota berflagel. Organisme hidup pada saat ini yang paling dekat dengan nenek moyang hewan adalah koanoflagelata (kelas Choanoflagellatea). Koanoflagelata adalah flagelata berkerah atau berleher yang memiliki morfologi mirip dengan koanosit pada beberapa spons tertentu. Berikut ini adalah fitur-fitur yang berkembang pada evolusi hewan: [1][2][3]

koanoflagelata

Koanoflagelata | Photo by Urutseg is licensed under CC-BY-SA-3.0

Evolusi Simetri

Simetri dalam biologi adalah distribusi anggota-anggota badan atau bentuk pada tubuh organisme. Bentuk dari sebagian besar organisme multiseluler selalu menunjukkan bentuk simetri tertentu, bisa radial atau simetrikal. Akan tetapi, ada juga hewan yang tidak menunjukkan simetri atau asimetris, yaitu spons (Porifera). Terdapat dua kelompok hewan berdasarkan simetrinya, yaitu: [4]

simetri-radial-bilateral

Simetri Radial (atas) dan Simetri Bilateral (bawah) | Photo by Tentorku (source: U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration) is not licensed (Public Domain)

  • Simetri Radial: Organisme dengan simetri radial menyerupai kue pai, apabila bidangnya dipotong akan menghasilkan potongan yang identik. Organisme ini memiliki sisi atas (lokasi adanya mulut) dan bawah, tetapi organisme ini tidak memiliki sisi depan dan belakang, ataupun sisi kiri dan kanan.
  • Simetri Bilateral: Organisme dengan simetri bilateral memiliki dua sumbu orientasi, yaitu depan belakang dan atas bawah. Oleh karena itu organisme dengan simetri ini memiliki sisi atas (dorsal) dan sisi bawah (ventral), sisi kiri dan kanan, serta sisi depan (anterior) dan belakang (posterior).

Evolusi Jaringan

Ingat pada bab sebelumnya, sel-sel dari sebagian besar hewan (kecuali spons/Porifera) tersusun menjadi jaringan, yaitu kelompok dari sel-sel serupa yang berlaku sebagai unit fungsional. Pada hewan, jaringan sejati satu dengan lainnya dipisahkan oleh lapisan membran. Pada sebagian besar hewan (kecuali spons/Porifera), lapisan pada embrio terbentuk saat gastrulasi. Lapisan ini disebut lapisan kecambah (germ layer) atau lapisan embrionik. Lapisan ini akan berkembang menjadi aneka jaringan dan organ tubuh. Terdapat dua kelompok hewan berdasarkan jumlah lapisan kecambahnya, yaitu:

  • Diploplastik: Adalah organisme yang memiliki dua lapisan embrionik, yaitu ektoderm (luar) dan endoderm (dalam).
  • Triploblastik: Adalah organisme yang memiliki tiga lapisan embrionik, yaitu ektoderm (luar), mesoderm (tengah), dan endoderm (dalam).

Ektoderm melapisi permukaan embrio dan akan menjadi lapisan luar dari hewan, dan pada beberapa kelompok akan menjadi sistem saraf sentral. Endoderm akan membentuk saluran pencernaan, usus, hati, dan paru-paru. Dan yang terakhir, mesoderm akan membentuk tulang, otot, dan organ-organ lain di antara saluran pencernaan dengan lapisan luar hewan.

Evolusi Rongga Tubuh (Selom)

Sebagian hewan triploblastik memiliki rongga tubuh berupa ruang berisi cairan atau udara yang ada di antara sistem pencernaan dan permukaan luar tubuh. Rongga tubuh ini disebut dengan selom (en: coelom). Selom sejati terbentuk dari jaringan yang berasal mesoderm, sedangkan selom semu (pseudoselom) dibentuk dari mesoderm dan endoderm. Hewan yang mempunyai selom sejati disebut selomata, hewan yang mempunyai selom semu disebut pseudoselomata, dan hewan yang tidak memiliki selom disebut aselomata.

Rongga tubuh memiliki berbagai fungsi. Selom dapat meredam goncangan dan membentuk rangka hidrostatis, untuk mencegah cedera internal. Selom juga membuat otot dapat tumbuh independen dari dinding tubuh. Cairan di dalam selom memiliki beberapa fungsi, yaitu: membuat organ-organ internal dapat tumbuh dan bergerak dengan bebas, untuk transportasi gas, nutrisi, dan zat sisa antara bagian-bagian tubuh yang berbeda, serta untuk menyimpan sperma dan sel telur selama pematangan. [5]

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Evolusi Perkembangan Embrionik

Pada hewan simetris bilateral, perkembangan embrio (tahap gastrula) akan terbentuk bola berongga, rongga ini disebut dengan arkenteron (en: archenteron) yang berkomunikasi dengan dunia luar melalui blastopora (en: blastopore). Pada Protostomia, mulut berkembang dari blastopora atau dari celah di dekat blastopora, pada beberapa jenis hewan Protostomia, mulut dan anus berkembang dari blastopora; akan tetapi pada jenis lain anus akan terbentuk belakangan pada bagian lain. Disebut Protostomia karena mulut terbentuk pertama. [6] Sebaliknya, Deuterostomia berarti mulut terbentuk kedua, karena pada hewan kelompok ini mulut tidak terbentuk dari blastopora. Blastopora akan berkembang menjadi anus, dan mulut akan terbentuk dari celah lain yang akan terbentuk nanti pada perkembangan berikutnya. [7]

protostomia-deuterostomia

Protostomia (atas) dan Deuterostomia (bawah) | Photo by YassineMrabet is licensed under CC-BY-SA-3.0

FAQ: Hewan apa saja yang mengalami evolusi?
Teori evolusi menjelaskan bahwa semua makhluk hidup berevolusi, tidak terkecuali dengan hewan. Evolusi hewan berawal dari koanoflagelata. Saat itu (700-an juta tahun yang lalu), hewan yang ada di muka bumi ini hanyalah semacam koanoflagelata. Oleh karena itu, keanekaragaman hewan yang terjadi saat ini adalah karena evolusi hewan. Kesimpulannya, semua hewan berevolusi dan koanoflagelata adalah nenek moyang dari semua hewan.

Klasifikasi Hewan (Animalia)

Klasifikasi Hewan (kingdom Animalia)
CabangNama Filum
Metazoa/Animalia ParazoaPorifera
EumetazoaRadiataCtenophora
Cnidaria
BilateriaDeuterostomiaHemichordata
Echinodermata
Chordata
ProtostomiaLophotrochozoaPlatyhelminthes
Rotifera
Ectoprocta
Brachiopoda
Mollusca
Annelida
EcdysozoaNematoda
Arthropoda

Catatan:

  • Parazoa dan Eumetazoa: Eumetazoa memiliki jaringan sejati dan organ, sedangkan Parazoa tidak memiliki jaringan sejati dan organ.
  • Radiata dan Bilateria: Radiata memiliki simetri radial, dan Bilateria memiliki simetri bilateral.
  • Protostomia dan Deuterostomia: Pada Protostomia, mulut terbentuk pertama; pada Deuterostomia, mulut terbentuk kedua (yang pertama terbentuk adalah anus).
  • Lophotrochozoa dan Ecdysozoa: Klad Ecdysozoa adalah kelompok hewan yang memiliki eksoskeleton dan berganti kulit (en: molting); klad Lophotrochozoa memiliki mahkota tentakel untuk makan.
Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2016, "Evolusi dan Klasifikasi Hewan (Animalia)," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/evolusi-dan-klasifikasi-hewan-animalia/ (diakses pada 26 Mar 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.