Kategori

Evolusi


pikaia-gracilens
Sebelumnya kita telah membahas perjalanan evolusi hewan (Animalia) pada hewan yang sederhana (simetri, jaringan, rongga, dan perkembangan embrionik). Sekarang, kita akan melanjutkan perjalanan evolusi tersebut lebih jauh sampai pada evolusi Chordata dan Vertebrata. Kata “chordata” berasal dari bahasa Latin “chorda” yang berarti “tali,” yang dimaksud dengan “tali” ini adalah notokorda (en: notochord). Notokorda merupakan “tongkat” fleksibel terbuat dari bahan yang mirip dengan tulang rawan.[1] Kemudian, kata “vertebrata” berasal dari bahasa Latin “vertebratus” yang berarti “persendian tulang belakang.”[2] Persendian tulang belakang ini mengganti notokorda (yang lebih lunak) dengan segmen-segmen yang lebih keras (merupakan evolusi dari notokorda). Asal Usul Evolusi Chordata Secara tradisional, […]

Asal Usul Evolusi Chordata dan Vertebrata


koanoflagelata
Evolusi hewan (kingdom Animalia atau Metazoa) kembali setidaknya 710 juta tahun yang lalu. Angka ini didapat dari bukti sedimen fosil yang dipercaya berisi sisa-sisa steroid yang saat ini dihasilkan oleh organisme kelompok spons (Porifera). Angka ini juga konsisten dengan analisis molekuler yang menyimpulkan bahwa nenek moyang dari semua hewan (yang hidup saat ini) berusia sekitar 770 juta tahun yang lalu. [1] Evolusi Hewan (Animalia) Para ahli berpendapat bahwa hewan berevolusi dari eukariota berflagel. Organisme hidup pada saat ini yang paling dekat dengan nenek moyang hewan adalah koanoflagelata (kelas Choanoflagellatea). Koanoflagelata adalah flagelata berkerah atau berleher yang memiliki morfologi mirip dengan […]

Evolusi dan Klasifikasi Hewan (Animalia)


gametofit-dan-sporofit
Biji (seeds) merupakan fitur yang membuat tumbuhan biji (Spermatophyta) dapat beradaptasi penuh pada lingkungan darat. Hal ini membuat tumbuhan biji menjadi produsen dominan di darat, dan mereka menyusun sebagian besar keanekaragaman hayati tumbuhan pada hari ini. Biji Melindungi Embrio Dalam perspektif evolusi, biji merupakan perkembangan fitur yang sangat penting. Megaspora di dalam ovulum dilindungi oleh lapisan jaringan sporofit yang disebut integumen. Di dalam ovulum juga terdapat sumber makanan yang nantinya digunakan untuk perkembangan embrio. Ketika telah terjadi pembuahan, integumen mengeras menjadi kulit biji. Kulit biji ini dapat melindungi embrio dari lingkungan luar yang sulit, seperti suhu, kekeringan, tekanan, dll., yang membuat biji dapat dorman untuk […]

Evolusi Tumbuhan Biji (Spermatophyta)



pohon-tertua-pinus-longaeva
Tumbuhan yang juga disebut sebagai tumbuhan/tanaman hijau (Viridiplantae) adalah organisme eukariotik, multiseluler, dan berklorofil dari kingdom Plantae. Ketika kita melihat tumbuhan hijau seperti lumut, rumput, pohon buah, semak-semak, dll., pernahkah kita bertanya bagaimana bumi ini dapat dipenuhi oleh tumbuhan hijau? Mari kita lihat bagaimana ilmu pengetahuan, khususnya biologi dalam menjelaskan sejarah evolusi tumbuhan hijau. Revolusi filogenetik telah membuat pemahaman manusia akan tumbuhan hijau berubah. Analisis geokimia dan bukti fosil mengusulkan bahwa Cyanobacteria dan Protista muncul sekitar 1,2 miliar tahun yang lalu. Namun demikian, barulah pada 450 juta tahun yang lalu muncul tumbuhan kecil yang berevolusi dari ganggang hijau. Ganggang hijau adalah […]

Sejarah Evolusi Tumbuhan Hijau