Ciri dan Karakteristik Virus


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Ciri dan Karakteristik Virus (untuk menghemat pemakaian data).

Ada begitu banyak makhluk serta benda menakutkan di muka bumi ini, seperti: binatang liar, orang jahat, juga benda-benda yang membahayakan seperti bom, senjata maupun racun. Akan tetapi, makhluk yang paling berbahaya dan menakutkan di bumi ini secara tidak kita sadari ternyata merupakan makhluk yang tak dapat dilihat oleh mata telanjang. Makhluk yang mendapat julukan parasit sejati ini ternyata hanya berukuran nanometer. Namun dengan ukuran nanometer tersebut, makhluk ini mampu membunuh jutaan bahkan miliaran manusia, tumbuhan, dan juga hewan. Makhluk itu dikenal dengan nama virus.

Daftar isi

Bab ini membahas (1) definisi virus; serta (2) ciri dan karakteristik virus.

Rotavirus

Rotavirus | Photo by Dr Graham Beards is licensed under CC-BY-3.0

Definisi Virus

Virus berasal dari bahasa Latin, vīrus yang memiliki arti “racun”. Disebut demikian sebab virus merupakan parasit yang berkembang biak pada sel makhluk hidup. [1] Virus dapat menyebabkan kerusakan fatal pada suatu organisme, hingga tak jarang menyebabkan organisme tersebut mati. Sebut saja HIV, virus SARS, dan virus Ebola, sederet nama yang merenggut banyak jiwa yang disebabkan oleh makhluk berukuran sangat kecil yang disebut virus.

Virologi (cabang ilmu yang mempelajari tentang virus) mulai berkembang pesat sejak Dmitri Ivanovsky (1892) membuat artikel terkait penelitiannya pada tanaman tembakau yang terserang penyakit mozaik. Menurutnya, tembakau tersebut terserang oleh suatu bakteri patogen. Kemudian, pada tahun 1989 Martinus Beijerinck berhasil melakukan penelitian berjenjang terkait penyakit mozaik tembakau dan menarik kesimpulan bahwa penyebabnya merupakan mikroorganisme yang sangat kecil dan hanya mampu berkembang biak pada organisme hidup. Organisme yang menyerang tanaman tembakau tersebut diberinya nama TMV (Tobacco mosaic virus). Penyebutan organisme ini sebagai “virus” oleh Beijerinck dianggap sebagai awal dari virologi. [2]

Martinus Beijerinck

Martinus Beijerinck | Photo by Delft School of Microbiology Archives is not licensed (Public Domain)

Ciri dan Karakteristik Virus

Virus bukanlah kelompok kingdom hewan (Animalia), tumbuhan (Plantae), maupun makhluk hidup bersel satu. Virus digolongkan dalam kelompok tersendiri sebab virus memiliki sifat dan karakteristik yang sangat berbeda dari organisme yang lain, bahkan penggolongan virus sebagai makhluk hidup sampai sekarang masih diperdebatkan. Salah satu karakteristik yang menonjol adalah, virus tidak dapat hidup mandiri. Artinya virus membutuhkan makhluk hidup lain untuk dapat melakukan metabolisme dan berkembang biak. [3] Lalu, apa sajakah ciri-ciri dan karakteristik virus?

Virus berukuran sangat kecil

Virus berukuran ultra mikroskopis dengan kisaran ukuran 20-300 nanometer atau sekitar 50 kali lebih kecil dibanding bakteri. Karena ukurannya sangat kecil, virus tak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya seperti yang biasa kita gunakan dalam laboratorium melainkan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya yang sangat kecil inilah yang memungkinkan virus mampu hidup dan berkembang bahkan didalam sel yang paling kecil sekalipun. Virus bahkan dapat hidup dan menempel pada hewan uniseluler, seperti bakteri misalnya.

Virus adalah parasit sejati/parasit obligat

Disebut parasit obligat, sebab virus tak dapat hidup maupun berkembang tanpa adanya organisme lain. [4] Dengan kata lain virus melanjutkan lingkaran kehidupannya dengan cara mengeksploitasi makhluk hidup yang ditumpanginya. Daur hidup virus sangat bervariasi antar spesies, namun secara umum terdapat lima tahap utama dalam daur hidup virus, yaitu: tahap penempelan, tahap injeksi, tahap sintesis, tahap perakitan, dan tahap lisis.

virus-flu

youtube.com/watch?v=Rpj0emEGShQ | Video by NPR is licensed under Standard YouTube License

Virus memiliki bentuk yang beragam

Beberapa bentuk virus diantaranya adalah berbentuk helikal (seperti kumparan atau spiral), ikosahedral (dibentuk dari 20 segitiga sama sisi yang membentuk suatu ruangan), berbentuk bola yang terselubung membran, serta berbentuk kompleks. [5]

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Tipe Virus

Jenis-jenis virus | Photo by U.S. federal government is not licensed (Public Domain)

Virus hanya memiliki satu asam nukleat, DNA atau RNA

Selain itu, virus bisa dikelompokkan sebagai benda mati sebab virus tidak memiliki protoplasma serta bisa dikristalisasikan, juga bisa diklasifikasikan sebagai makhluk hidup sebab dapat bereproduksi, melakukan metabolisme dan memiliki susunan asam nukleat di dalam tubuhnya. Dengan keunikannya ini, virus disebut sebagai benda peralihan (antara hidup dan mati) yang ketika berada diluar organisme akan terkristalisasi, namun akan hidup kembali saat menemukan organisme yang bisa ditinggalinya.

Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Ciri dan Karakteristik Virus," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/ciri-dan-karakteristik-virus/ (diakses pada 23 Jun 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.