Virus yang Sangat Berbahaya bagi Manusia


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Virus yang Sangat Berbahaya bagi Manusia (untuk menghemat pemakaian data).

Virus adalah patogen yang menggandakan diri di dalam sel hidup dari organisme lain. Kata patogen sendiri berasal dari bahasa Yunani pathos yang berarti penderitaan, dan -genes yang berarti penghasil. Dengan kata lain, virus adalah penghasil penderitaan (penyakit) yang dapat menyerang semua bentuk kehidupan, dari manusia, hewan, tumbuhan, sampai pada arkea dan bakteri. [1][2]

Daftar isi

Bab ini membahas berbagai virus yang sangat berbahaya bagi manusia, antara lain: (1) Human Immunodeficiency Virus (HIV); (2) SARS coronavirus (SARS-CoV); dan (3) Ebolavirus.

Human Immunodeficiency Virus (HIV)

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah sebuah lentivirus (kelompok dari retrovirus) yang menyebabkan infeksi HIV dan kemudian menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). AIDS adalah kondisi di mana manusia mengalami kegagalan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan infeksi dan kanker dapat berkembang dan kemudian mengancam jiwa. Penderita HIV bukan berarti penderita AIDS, karena AIDS adalah tahap terakhir dari infeksi HIV. Walaupun tanpa perawatan, penderita HIV dapat hidup 10-12 tahun sebelum HIV tersebut berkembang menjadi AIDS. HIV menginfeksi dan menghancurkan sel darah putih yang disebut sel CD4+. Apabila terlalu banyak sel CD4+ yang hancur, maka tubuh tidak dapat mempertahankan diri dari infeksi. [3][4]

HIV termasuk dalam kelompok ssRNA-RT, dan merupakan retrovirus (Family: Retroviridae), yaitu virus yang gen-nya dikodekan dalam RNA bukan DNA. Tidak seperti virus lain yang gen-nya dikodekan dalam DNA, retrovirus membutuhkan langkah tambahan untuk menggandakan diri. Langkah itu disebut dengan transkripsi terbalik (reverse transcription) yang mengkodekan RNA rantai tunggal menjadi DNA rantai ganda sebelum virus bisa menggandakan diri seperti virus biasa. Proses ini menggunakan enzim yang bernama reverse transcriptase. [5]

hiv

HIV | Photo by CDC/C. Goldsmith, P. Feorino, E. L. Palmer, W. R. McManus is not licensed (Public Domain)

Selain merupakan virus yang sangat berbahaya bagi manusia, HIV ini sangat sulit disembuhkan, bahkan hanya tercatat satu orang dalam sejarah yang bisa sembuh dari HIV. [6] HIV sulit disembuhkan karena menginfeksi CD4, yaitu sel yang merupakan pemain kunci dari respons kekebalan tubuh, sehingga sel yang tugasnya membasmi infeksi virus tersebut malah menjadi tidak berkutik. Sel jenis ini dapat aktif untuk melawan patogen, tetapi bisa juga dorman (tidur). Apabila terinfeksi HIV, sel CD4 yang dorman tersebut dapat menjadi wadah tersembunyi untuk HIV yang sewaktu-waktu bisa kembali aktif dan bereplikasi. Inilah mengapa menyembuhkan HIV sangat sulit, karena obat-obatan tidak dapat mendeteksi dan menghancurkan HIV yang berada dalam sel CD4 yang dorman tersebut. [7]

Penularan virus ini melalui cairan tubuh, contohnya:

  • Jarum suntik
  • Transfusi darah
  • Kehamilan dari ibu ke bayi
  • Hubungan seksual

SARS coronavirus (SARS-CoV)

SARS coronavirus, yang kadang disingkat menjadi SARS-CoV adalah virus yang sangat berbahaya bagi manusia karena menyebabkan sindrom pernafasan akut, atau severe acute respiratory syndrome (SARS). SARS-CoV adalah Family Coronaviridae yang memiliki rantai tunggal RNA (+)ssRNA yang sangat panjang. [8] SARS menyerang sistem pernapasan bagian atas, dan gejala-gejala penderita SARS hanyalah seperti flu biasa, seperti: batuk, pilek, radang tenggorokan, dan demam 38°C atau lebih. Inilah yang membuat para penderita SARS lengah dan akhirnya terlambat mendapatkan penanganan yang tepat. Ketika mereka menyadari bahwa sakit yang diderita bukanlah flu biasa, maka hal itu sudah terlambat. Sekitar 9 dari 10 orang yang terinfeksi SARS bisa sembuh, artinya 1 dari 10 orang yang terinfeksi akan meninggal. [9]

sars-coronavirus

SARS coronavirus | Photo by CDC/Dr. Fred Murphy is not licensed (Public Domain)

SARS dapat memicu badai sitokin (cytokine storm), yaitu reaksi sistem kekebalan tubuh (imunitas) yang berpotensi mematikan, yang terdiri dari umpan balik positif dari sitokin dan sel darah putih. Ketika sistem imunitas melawan patogen, sitokin memberikan sinyal kepada sel-sel imunitas seperti T-cell dan makrofage untuk menuju daerah infeksi. Kemudian, sitokin mengaktifkan sel-sel tersebut, memberikan rangsang kepada mereka untuk memproduksi lebih banyak sitokin. Normalnya, tubuh mengawasi keadaan umpan balik ini agar tetap terjaga. Akan tetapi dalam kondisi tertentu, reaksi menjadi tidak dapat dikendalikan dan terlalu banyak sel imunitas diaktifkan pada satu tempat. Akibatnya, jaringan dan organ pada area itu menjadi rusak. Ketika badai sitokin terjadi di paru-paru, cairan dan sel-sel imunitas akan terakumulasi dan akan menyumbat jalur pernafasan, yang dapat menyebabkan kematian. [10]

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Seperti penyakit pernafasan lainnya, SARS menyebar melalui kontak dengan air liur dan hamburan cairan ketika batuk. Infeksi mungkin terjadi setelah:

  • Berbagi makanan dan minuman dengan orang yang terinfeksi.
  • Kontak badan orang yang terinfeksi.
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Ebolavirus

Genus Ebolavirus adalah genus dari virus-virus penyebab penyakit Ebola atau Ebola virus disease (EVD), salah satu spesies yang populer disebut sebagai virus Ebola ini adalah Zaire ebolavirus yang kemudian disingkat menjadi EBOV. EBOV termasuk virus (-)ssRNA, dan ada empat spesies (termasuk EBOV) yang menyebabkan penyakit pada manusia, yaitu: Bundibugyo virus (BDBV), Sudan virus (SUDV), Taï Forest virus (TAFV). Meskipun demikian, EBOV merupakan spesies virus yang sangat berbahaya bagi manusia dari genus Ebolavirus dan merupakan penyebab dari wabah yang paling besar. Virus kelima, Reston virus (RESTV), tidak berbahaya bagi manusia, tetapi menyebabkan penyakit pada hewan-hewan Bangsa Primata lain. [11]

ebola-virus

Ebolavirus | Photo by NIAID is licensed under CC-BY-2.0

Jangka waktu antara paparan dan perkembangan gejala (periode inkubasi) adalah antara 2 sampai 21 hari, dan biasanya antara 4 sampai 10 hari. Gejala biasanya dimulai flu yang tiba-tiba dengan karakteristik: lelah, demam, lemah, penurunan nafsu makan, sakit otot, sakit sendi, pusing, dan sakit tenggorokan. Demamnya umumnya lebih tinggi dari 38,3°C, yang diikuti dengan muntah, diare, dan sakit di bagian perut. Kemudian nafas pendek dan sakit dada mungkin terjadi, yang dilanjutkan dengan pembengkakan, sakit kepala dan kebingungan. Pada kasus tertentu, pendarahan internal dan eksternal mungkin terjadi, ini biasanya dimulai lima sampai tujuh hari setelah gejala pertama. Semua penderita infeksi menunjukkan penurunan pembekuan darah. Pendarahan dari membran mukus dilaporkan sebanyak 40-50% dari kasus, ini akan menyebabkan muntah darah dan batuk darah. Pemulihan akan dimulai 7 sampai 14 hari setelah gejala pertama, tetapi kematian bisa terjadi pada 6 sampai 16 hari setelah gejala pertama, karena tekanan darah yang rendah akibat kekurangan cairan. Secara umum, pendarahan sering menjadi tanda hasil terburuk, dan kehilangan darah dapat menyebabkan kematian. [12]

Ebola menular pada populasi manusia melalui kontak jarak dekat dengan darah, sekresi, organ, atau cairan tubuh lain dari hewan yang terinfeksi seperti simpanse, gorila, kelelawar buah, kera, dan kijang hutan dan landak yang ditemukan sakit atau mati di daerah hutan hujan. Ebola kemudian menular dari manusia ke manusia melalui kontak langsung (melalui kulit yang luka atau membran mukus) dengan darah, sekresi, organ, atau cairan tubuh dari manusia yang terinfeksi, dan dengan permukaan benda (seperti sprei dan pakaian) yang terkontaminasi dengan cairan tersebut. Pekerja kesehatan seringkali terinfeksi ketika menangani pasien yang dicurigai atau diyakini menderita EVD. Ini dapat terjadi ketika kontak jarak dekat dengan pasien ketika kendali pencegahan infeksi tidak dipraktekkan dengan ketat. Manusia akan tetap menjadi sumber infeksi selama darah mereka mengandung Ebola. [13]

Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Virus yang Sangat Berbahaya bagi Manusia," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/virus-yang-sangat-berbahaya-bagi-manusia/ (diakses pada 25 May 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.