Bentuk dan Struktur Tubuh Virus


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Bentuk dan Struktur Tubuh Virus (untuk menghemat pemakaian data).

Seperti yang sudah disinggung pada artikel ciri dan karakteristik virus sebelumnya, virus memiliki bentuk yang beragam. Ada yang berbentuk helikal (spiral), ikosahedral, prolat, berselubung, juga ada yang berbentuk kompleks. Pada artikel ini, kita akan membahas struktur tubuh virus satu persatu, namun sebelum kita membahas bentuk struktur tubuh virus, ada baiknya kita memahami dulu senyawa penyusun virus, dan struktur morfologi virus.

Senyawa Penyusun Virus

Beberapa senyawa utama penyusun virus diantaranya: [1]

  1. Karbohidrat yang terdapat dalam virus merupakan jenis senyawa ribosa sebagai penyusun utama RNA (Ribonucleic Acid) atau senyawa karbohidrat jenis deoksiribosa sebagai penyusun utama DNA (Deoxyribonucleic Acid).
  2. Asam nukleat, berupa DNA atau RNA (virus hanya memiliki salah satunya) yang merupakan bagian paling vital dari virus. DNA atau RNA yang terdapat dalam virus, dibungkus sebuah selubung yang dikenal dengan capsid. Virus yang asam nukleatnya berupa DNA, seperti Tobacco mozaic virus (penyebab bercak-bercak pada daun tembakau) dan Papovavirus (penyebab kutil pada manusia) misalnya, disebut dengan Deoksiribovirus. Sedangkan virus yang mengandung asam nukleat berupa RNA, seperti Orthomyxovirus (penyebab influenza) dan Picornavirus (penyebab polio) misalnya, disebut Ribovirus.
  3. Protein merupakan senyawa utama penyusun capsid (ind: kapsid) yang membungkus asam nukleat pada tubuh virus. Kapsid yang tersusun dari protein ini bila terisi asam nukleat (DNA atau RNA) disebut dengan nukleokapsid (nucleocapsid)
  4. Lipid yang ada pada virus merupakan jenis fosfolipid, gikolipid, kolestrol dan beberapa lemak alami yang lain. Lemak merupakan komponen utama penyusun envelope (selubung).
  5. Senyawa-senyawa lain yang belum diketahui.
Tipe Virus

Jenis-jenis virus | Photo by U.S. federal government is not licensed (Public Domain)

Struktur Morfologi Virus

Ada beberapa komponen utama penyusun tubuh virus, yaitu: [2]

1. Kepala
Kepala merupakan bagian virus yang terbentuk oleh Kapsid. Kapsid merupakan suatu bagian yang dibentuk oleh subunit berupa monomer berantai polipeptida yang identik satu dengan yang lain, yang dikenal dengan kapsomer. Kapsomer berbentuk simetris dan dapat mengkristal. Kapsid bertugas untuk melindungi asam nukleat yang ada di dalam virus, selain itu Kapsid memberikan bentuk pada virus. Pada beberapa jenis virus, kapsid dibungkus oleh selubung (Viral envelope). Selubung ini terbentuk dari fosfolipid dan protein sel inang serta protein dan glikoprotein yang berasal dari virus itu sendiri.

2. Bagian inti
Bagian inti dari virus merupakan materi genetik berupa asam nukleat (DNA atau RNA). Kegunaan asam nukleat yang ada di dalam virus adalah untuk memberikan instruksi pada bagian-bagian virus yang lain, selain itu juga untuk bereproduksi.
Ada beberapa jenis asam nukleat yang dikandung oleh virus, diantaranya:

  • DNA pita ganda berbentuk linear atau circular (dsDNA)
  • DNA pita tunggal berbentuk linear atau circular (ssDNA)
  • RNA pita ganda berbentuk linear (dsRNA)
  • RNA pita tunggal (ssRNA), dan struktur lain.

3. Ekor
Bagian ekor merupakan bagian yang terdiri dari tabung bersumbat yang dilengkapi serabut halus. Kegunaan dari ekor ini untuk menancapkan tubuh virus pada sel yang akan ditempatinya.

Bentuk Struktur Virus

Kapsid membungkus materi genetik dari virus yang secara umum dapat diklasifikasikan menurut strukturnya. Sebagian besar virus memiliki kapsid dengan struktur heliks atau ikosahedral. Berikut ini adalah bentuk-bentuk kapsid virus: [3][4][5]

1. Ikosahedral
Sesuai dengan namanya, virus ini berbentuk ikosahedron (bentuk tiga dimensi yang memiliki 20 sisi). Bentuk ini sangat mudah dikenali karena bentuknya yang simetris. Contoh virus dengan bentuk kapsid ini adalah virus demam dengue (DENV) dan virus penyakit kuku dan mulut (FMDV).

virus-ikosahedral

Virus ikosahedral | Photo by Nossedotti (Anderson Brito) is licensed under CC-BY-SA-3.0

2. Prolat
Bentuknya mirip dengan ikosahedral, tetapi memanjang pada sumbunya. Bentuk prolat ini umumnya ditemukan pada kepala bakteriofage.

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

3. Helikal
Pada virus ini, genom asam nukleat melilit di dalam kapsid protein berbentuk silindris. Kapsid ini memiliki struktur seperti untaian benang. Contoh virus dengan bentuk kapsid ini adalah Tobacco mosaic virus (TMV).

virus-helikal

Virus helikal | Photo by Arionfx is licensed under CC-BY-SA-3.0

4. Kompleks
Virus ini tersusun dari berbagai protein berbeda yang bekerja sama untuk melindungi genom, menempel pada sel, dan menyuntikkan asam nukleat kedalamnya. Contoh virus dengan struktur ini adalah Bacteriofage T4, ingat bahwa bakteriofage memiliki kepala berbentuk prolat, dan struktur lain (leher dan kaki). Hal ini membuat bakteriofage memiliki struktur kompleks.

virus-kompleks

Virus kompleks | Photo by Adenosine is licensed under CC-BY-SA-3.0

5. Berselubung
Beberapa virus memiliki selubung, artinya kapsid dilapisi oleh membran lipid yang dikenal dengan nama selubung virus. Selubung ini berguna untuk menghindari sistem kekebalan tubuh, sehingga virus dapat menginfeksi inangnya. Contoh dari virus dengan struktur berselubung adalah Influenza virus dan HIV.

virus-ikosahedral-berselubung

Virus berselubung | Photo by Nossedotti (Anderson Brito) is licensed under CC-BY-SA-3.0

Referensi

Kontributor: ,

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Bentuk dan Struktur Tubuh Virus," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/bentuk-dan-struktur-tubuh-virus/ (diakses pada 22 Nov 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.