Definisi, Struktur, dan Karakteristik Fungi (Jamur)


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Definisi, Struktur, dan Karakteristik Fungi (Jamur) (untuk menghemat pemakaian data).

Dunia jamur atau kingdom Fungi (tunggal: Fungus), memiliki sekitar 99.000 spesies yang telah dikenali, termasuk ragi (yeast), jamur (mushroom), jamur karat, jamur api, dan cendawan (mold). Fungi adalah salah satu diantara organisme-organisme yang tersebar luas di bumi dan memiliki peranan penting dalam dunia medis dan lingkungan. [1]

Daftar isi

Bab ini akan membahas (1) definisi Fungi; (2) struktur morfologi Fungi; dan (3) karakteristik Fungi.

Definisi Fungi

Kata latin Fungus diturunkan dari kata Yunani sphongos (σφογγος), yang mengacu pada struktur makroskopis dan morfologi dari jamur dan cendawan. [2] Terdapat berbagai definisi jamur, diantaranya: salah satu dari berbagai kelompok organisme eukariotik uniseluler atau multiseluler yang hidup dengan menguraikan dan menyerap bahan organik di mana mereka tumbuh, yang terdiri dari jamur, cendawan, lumut, jamur api, jamur karat, dan ragi, dan diklasifikasikan dalam kingdom Fungi, atau dalam beberapa sistem klasifikasi, dalam divisi Fungi (Thallophyta) dari kingdom Plantae. [3] Kata kunci di sini adalah Fungi dapat berupa organisme eukariotik uniseluler atau multiseluler, dan hidup dengan menguraikan bahan organik.

Ciri-Ciri | Karakteristik Fungi

Ciri-ciri jamur adalah sebagai berikut: [2]

  • Merupakan organisme eukaryota. Sel Fungi mempunyai inti yang terbungkus membran yang mengandung DNA (intron dan ekson), juga mempunyai organel yang terbungkus membran seperti mitokondria.
  • Fungi tidak mempunyai kloroplas, sehingga merupakan organisme heterotrof. Fungi memperoleh nutrisi dari menguraikan bahan organik (saprotrof) atau bersifat parasit.
  • Fungi mempunyai dinding sel dan vakuola
  • Dinding sel Fungi tersusun atas glukan dan kitin; glukan juga terdapat pada tanaman dan kitin terdapat pada rangka luar arthropoda. Fungi adalah satu-satunya organisme yang dapat menggabungkan dua struktur molekul ini dalam dinding sel. Dinding sel pada jamur sejati tidak mengandung selulosa. [4]
  • Sel-sel dari kebanyakan Fungi tumbuh berbentuk tabung, memanjang, dan seperti benang (filamen) yang disebut dengan hifa. Tabung itu sendiri dapat tanpa sekat, atau bersekat-sekat dan terbagi menjadi kompartemen-kompartemen (sel), sekat tersebut disebut dengan septa. Hifa yang tidak bersekat disebut dengan senositik (coenocytic). Pada hifa jenis ini terdapat banyak inti sel yang tersebar dalam sitoplasma (multinukleat). Hifa kemudian bercabang berulang kali menjadi jaringan rumit dan meluas secara radial yang disebut miselium, yang kemudian membentuk talus.
  • Lebih dari 70 spesies Fungi menampilkan bioluminesensi.
  • Jamur ditemukan di semua daerah beriklim sedang dan tropis, asalkan ada kelembaban yang cukup untuk memungkinkan mereka tumbuh.
ragi-yeast

Ragi (yeast) | Photo by Bob Blaylock is licensed under CC-BY-SA-3.0

cendawan-mold

Cendawan (mold) | Photo by Calimo is licensed under CC-BY-SA-3.0

Struktur Morfologi Fungi

Struktur tubuh jamur tersusun atas benang-benang (filamen) berbentuk silinder dengan diameter 2-10 µm, panjang beberapa sentimeter, yang tertutup oleh dinding sel yang kaku. Filamen ini disebut dengan hifa, yang kemudian bercabang berulang-ulang menjadi jaring-jaring kompleks yang disebut miselium. Hifa dapat tanpa henti (tanpa sekat), atau bersekat-sekat dan terbagi menjadi kompartemen-kompartemen (sel), sekat tersebut disebut dengan septa, sedangkan hifa yang tidak bersekat disebut dengan senositik. Miselium tumbuh dengan menggunakan unsur hara dari lingkungan, lalu ketika mencapai tingkat kematangan tertentu, dapat bercabang untuk menjadi tangkai spora (konidiofor atau sporangiofor) yang membentuk spora (konidiospora atau sporangiospora) untuk berkembang biak. Beberapa Fungi, seperti ragi, tidak membentuk miselium tetapi tumbuh sebagai sel tunggal yang berkembang biak dengan budding (tunas) atau pada jenis tertentu dengan membelah diri.

morfologi-jamur

(1) hifa, (2) konidiofor, (3) phialide, (4) konidia, (5) septa | Photo by Y_tambe is licensed under CC-BY-SA-3.0

Miselium-miselium Fungi dapat dilihat dengan mata telanjang, seperti pada dinding basah dan makanan basi. Fungi ini yang sering disebut dengan cendawan (mold). Miselium yang tumbuh pada media laboratorium umumnya disebut koloni. Koloni ini dapat menunjukan bentuk dan warna karena pigmentasi dan warna, yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi spesies atau kelompok.

Fungi tidak memiliki tubuh yang terdiferensiasi dengan jelas, sehingga tidak memiliki akar, batang, dan daun. Tubuh seperti ini disebut dengan talus. Semua bagian dari talus memiliki potensi untuk tumbuh. Apabila potongan miselium ditempatkan pada kondisi yang tepat untuk tumbuh, miselium ini kemudian tumbuh menjadi talus baru bahkan jika tidak ada ujung yang tumbuh yang termasuk dalam bagian yang dipotong.

jamur-basidiokarp

Jamur-basidiokarp | Photo by Dohduhdah is not licensed (Public Domain)

Apotesium, struktur khusus yang penting dalam reproduksi seksual pada Ascomycetes, berbentuk seperti mangkok yang memegang lapisan jaringan yang mengandung sel-sel pembawa spora. Tubuh buah ini pada Basidiomycetes (basidiocarps), dan beberapa Ascomycetes kadang dapat tumbuh sangat besar, dan merupakan bentuk “buah” jamur yang umum kita kenal.

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Definisi, Struktur, dan Karakteristik Fungi (Jamur)," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/definisi-struktur-dan-karakteristik-fungi-jamur/ (diakses pada 26 Jul 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.