Tentorku

Sejarah dan Definisi Taksonomi

Laman ini adalah tampilan ponsel kilat. Akses versi lengkap laman ini di: Sejarah dan Definisi Taksonomi (untuk mengaktifkan menu dan desain).

Taksonomi (taxonomy) adalah pondasi penting, dan bagian awal yang harus dipelajari ketika kita ingin menguasai pelajaran biologi.

Daftar isi

Bab ini membahas tentang taksonomi dari (1) definisi taksonomi; (2) sejarah awal perkembangan taksonomi; dan (3) sistem dua kingdom.

Definisi Taksonomi

Taksonomi (taxonomy) berasal dari bahasa Yunani kuno “Taxis” yang berarti penataan dan “-nomia” yang berarti metode, sehingga apabila digabungkan taksonomi artinya metode penataan. Taksonomi adalah cabang ilmu (dari biologi) yang mendefinisikan kelompok organisme biologis atas dasar kesamaan karakteristik dan memberikan nama untuk kelompok-kelompok tersebut. Makhluk hidup dikelompokkan menjadi taxon (id: takson), lalu diberi peringkat dan kemudian diurutkan. Definisi taksonomi memang sangat beragam, tetapi inti dari disiplin ilmu tersebut tetap, yaitu: konsepsi, penamaan, dan klasifikasi kelompok organisme. [1]

Sejarah Taksonomi Awal

Sejarah Taksonomi ini sebenarnya sudah berusia sangat tua, bahkan ada sejak peradaban kuno. Sebab, ketika manusia sudah dapat berkomunikasi, manusia tersebut akan menamai dan mengelompokkan benda-benda di sekitarnya. Aristotélēs (384-322 BCE), adalah yang pertama mengklasifikasikan makhluk hidup, ia membagi makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu: hewan dan tumbuhan. Istilah vertebrata dan invertebrata juga merupakan karya Aristotélēs. Muridnya yang bernama Theophrastus (370-285 BCE) meneruskan tradisi ini dengan mengklasifikasikan 500 tanaman dalam Historia Plantarum. Kemudian masih banyak yang meneruskan pekerjaan ini, namun usaha secara ilmiah untuk mengklasifikasikan makhluk hidup baru muncul pada abad ke 18, singkat cerita ini adalah masa Carl Linnaeus/Carl von Linné yang lebih dikenal di Indonesia dengan Carolus Linnaeus.

Carolus Linnaeus | Photo by Nationalmuseum press photo is not licensed (Public Domain)

Carolus Linnaeus (1707-1778)

Adalah seorang berkebangsaan Swedia yang merupakan tokoh dalam taksonomi modern. Carolus mempublikasikan jurnal yang berjudul Systema Naturae yang mengklasifikasikan 4.400 spesies hewan dan 7.700 spesies tumbuhan. Dalam jurnalnya, ia masih menggunakan nama-nama yang sulit yang populer pada waktu itu, seperti “Physalis annua ramosissima, ramis angulosis glabris, foliis dentato-serratis.” Ia tahu bahwa penamaan sulit tersebut tidak akan bertahan lama, karena akan lebih banyak jenis makhluk hidup yang ditemukan, sehingga ia menambahkan nama “Physalis angulata” (dalam kasus di atas), cara penamaan ini selanjutnya akan dikenal dengan nama binomial nomenclature. Walaupun sistem ini sudah dikembangkan sebagian 200 tahun sebelumnya oleh Bauhin bersaudara, tetapi Linnaeus adalah orang pertama yang menggunakan tata nama binomial ini dengan konsisten. Semboyan Linnaeus yang unik adalah “God created, Linnaeus organized.” [2]

Systema Naturae | Photo by Carl Linnæus is not licensed (Public Domain)

Aturan Tata Nama Binomial

Aturan tata nama binomial ini berbeda-beda, tergantung “kode” yang dipakai, misalnya tata nama hewan menggunakan International Code of Zoological Nomenclature (ICZN). Meskipun demikian, ada aturan umum yang mendasari tata nama binomial tersebut, yaitu:

Tingkat Klasifikasi
Kita telah mengetahui genus dan species, nah masih ada tingkatan lagi diatasnya, mari kita urutkan dari yang paling atas:

Tingkatan taksonomi | Photo by Annina Breen is licensed under CC-BY-SA-4.0

Perhatikan pada gambar, terdapat domain yang lebih di atas dunia (kingdom), ini adalah pokok bahasan perkembangan taksonomi selanjutnya. Skema di atas sering disebut sebagai peringkat taksonomi (taxonomic rank).

Sistem Dua Kingdom

Carolus Linnaeus adalah orang yang meletakkan pondasi dalam sistem klasifikasi modern, pada tahun 1735. Dia membagi makhluk hidup ke dalam dua dunia, yaitu Regnum Animale (Dunia Hewan) dan Regnum Vegetabile (Dunia Tumbuhan), Regnum adalah bahasa latin untuk dunia. Sebenarnya Linnaeus juga menambahkan satu lagi dunia, yaitu Regnum Lapideum (Dunia Mineral), tetapi tentu saja hal tersebut tidak dihitung, karena mineral bukanlah makhluk hidup. Pada masa Linnaeus orang mengelompokkan makhluk hidup dengan kesamaan sifat, tetapi seringkali kesamaan sifat tersebut tidaklah sesuai dengan perkembangan evolusi makhluk tersebut. Misalnya kupu-kupu dianggap satu kelompok dengan burung, padahal sangat jauh tingkat evolusinya. Yang menarik adalah, walaupun Darwin masih akan lahir seratus tahun sesudah Linnaeus, tetapi hasil pengelompokan Linnaeus masih tergolong akurat dari sudut pandang evolusi.

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Dalam dunia hewan, terdapat enam kelas versi Linnaeus yang mungkin sudah akrab di telinga kita: [4]

Referensi
  1. Wikipedia contributors, “Taxonomy (biology),” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Taxonomy_(biology)&oldid=688316634 (accessed November 1, 2015).
  2. Wikipedia contributors, “Carl Linnaeus,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Carl_Linnaeus&oldid=687867295 (accessed November 1, 2015).
  3. Swarts, R. “Binomial nomenclature,http://www.newworldencyclopedia.org/p/index.php?title=Binomial_nomenclature&oldid=944801 (accessed November 1, 2015).
  4. Wikipedia contributors, “Linnaean taxonomy,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Linnaean_taxonomy&oldid=684380158 (accessed November 1, 2015).

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Sejarah dan Definisi Taksonomi," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/taksonomi-definisi-dan-sejarah-awal/ (diakses pada 17 Nov 2018).

Materi Pelajaran Terkait:

Indeks Pelajaran

· © 2018 Tentorku · Semua konten tulisan, gambar, dan video pada situs ini adalah hak cipta Tentorku, kecuali dinyatakan khusus secara tertulis ·