Protista Menyerupai Jamur


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Protista Menyerupai Jamur (untuk menghemat pemakaian data).

Telah kita pelajari sebelumnya, Protista merupakan kingdom yang juga memasukkan kelompok organisme yang bukan jamur sejati.

Daftar isi

Bab ini membahas Protista menyerupai jamur: (1) karakteristik Protista mirip jamur; dan (2) kelompok Protista mirip jamur, yaitu: (a) jamur lendir (slime mold); dan (b) jamur air (water mold).

Karakteristik Protista Menyerupai Jamur

Protista mirip jamur memiliki banyak kesamaan dengan organisme yang berada pada kingdom Fungi. Beberapa karakteristik Protista jenis ini yang membuatnya mirip jamur adalah: [1][2]

1. Bersifat heterotrof
Sama seperti jamur, Protista yang menyerupai jamur juga bersifat heterotrof, yang artinya Protista jenis ini tidak dapat memproduksi makanan sendiri. Protista menyerupai jamur melengkapi nutrisnya dengan cara mendapatkannya dari luar. Protista jenis ini kebanyakan akan hidup dan berkembang biak dengan cara menempel pada organisme mati sebab di situlah sumber makanannya ditemukan. Makanan utama Protista mirip jamur adalah mikroba (pengurai) serta bahan-bahan organik yang telah membusuk.

2. Memiliki dinding sel
Protista menyerupai jamur memiliki dinding sel yang mengelilingi selnya. Dinding sel merupakan bagian terluar dari sel yang memiliki fungsi memberi bentuk pada suatu sel. Pada beberapa bagian pada dinding sel, terdapat pori-pori kecil yang menghubungkan dunia luar dengan membran plasma. Pori-pori ini berfungsi sebagai jalan keluar masuknya ion dan molekul sebelum disaring oleh membran plasma.

3. Berkembang biak dengan spora
Hal lain yang membuat Protista lebih menyerupai jamur adalah caranya berkembang biak. Protista mirip jamur berkembang biak dengan menggunakan spora. Spora pada Protista terbentuk dari inti plasmodium.

Meskipun memiliki banyak kesamaan dengan jamur, Protista tidak dapat serta merta dikelompokkan ke dalam kingdom Fungi sebab Protista jenis ini pada suatu fase dalam hidupnya dapat bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu). Kaki semu yang dimiliki Protista membuatnya lebih dekat dengan amoeba. Pseudopodia ini sesungguhnya merupakan sitoplasma kental yang berada di dalam sel. [3] Kemampuan Protista untuk mengubah bentuk dan ukuran dari pseudopodia itulah yang membuatnya mampu merayap dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Kelompok Protista Menyerupai Jamur

Protista mirip jamur dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu: jamur lendir (slime mold) dan jamur air (water mold).

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

1. Jamur lendir (Slime Mold)

Dahulu, para ilmuwan pernah berpikir bahwa jamur lendir termasuk kingdom Fungi, tetapi sekarang kita tahu bahwa mereka sebenarnya memiliki hubungan yang jauh dengan Fungi. Pada pandangan pertama, siklus hidup mikroorganisme eukariotik ini mirip dengan jamur karena menggunakan spora. Protista ini biasanya hidup sebagai sel tunggal, tetapi dalam kondisi tertentu dapat hidup secara berkoloni membentuk sebuah kesatuan besar yang disebut lendir. Dalam siklus hidup ini, jamur lendir menjadi berupa plasmodium yang merupakan massa ameboid berupa materi protoplasma tanpa dinding dan berinti banyak. Julukan jamur diberikan kepada organisme uniseluler ini sebab organisme ini mampu membentuk spora saat keadaan lingkungan tidak mendukung, dan spora tersebut kemudian membentuk organisme-organisme baru saat kondisi lingkungan kembali stabil. [2]

Selain digunakan untuk bergerak, kaki semu pada jamur lendir juga digunakan untuk melakukan fagositosis pada bakteri atau mikroorganisme lainnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Pada awalnya, jamur lendir dikelompokkan ke dalam kingdom Fungi dengan subkingdom Gymnomycota, namun kemudian jamur lendir masuk ke dalam kingdom Protista. Sekarang, jamur lendir terbagi menjadi beberapa supergroup, dan tidak ada satupun yang termasuk dalam kingdom Fungi. Dalam klasifikasi modern, jamur lendir terdiri dari kelompok Mycetozoa yang memiliki dua kelas, yang pertama adalah kelas Myxogastria/Myxomycetes atau yang lebih dikenal dengan plasmodial slime molds, dan yang kedua adalah kelas Dictyostelids atau yang lebih dikenal dengan cellular slime molds.

myxomycetes

Myxomycetes | Photo by Аимаина хикари is licensed under CC-BY-SA-3.0

Myxomycetes merupakan jenis jamur lendir yang paling banyak ditemukan serta diteliti sebab dapat diamati secara langsung dengan mata telanjang. Salah satu alasannya adalah kebanyakan jenis ini memiliki warna cerah, seperti kuning, coklat terang, jingga, hingga merah. Habitatnya juga beragam, di kayu mati, daun-daun mati, tempat-tempat lembab, dan lain-lain, membuat perkembangbiakan jamur lendir jenis ini menjadi pesat. Selain itu, sifat alami organisme ini adalag hidup berkoloni dalam jumlah sangat besar yang membuatnya mudah ditemukan.

dictyostelids

Dictyostelids | Photo by bala from Kassel, Germany is licensed under CC-BY-SA-2.0

Berbeda dengan Myxomycetes yang sifat alaminya berkoloni, Dictyostelids memiliki sifat alami individual yang baru berkelompok apabila kondisi tidak menguntungkan. Sifat ini membuat Dictyostelids tidak bisa diamati dengan mata telanjang pada kondisi normalnya. Keadaan ini membuat Dictyostelids jarang diteliti bahkan oleh sebagian ahli dianggap tidak ada (diabaikan). Dictyostelids hidup pada habitat mikro tertentu dengan jumlah yang sangat terbatas. Berbeda dengan Mycomycetes yang dapat hidup hampir di semua habitat mikro, Dictyostelids ditemukan hanya dipermukaan tanah berhumus. [4][5]

2. Jamur Air (Water Mold)

Jamur air atau yang lebih dikenal dengan nama ilmiah Oomycota merupakan Protista filamen uniseluler, yang berarti selnya berbentuk seperti struktur benang panjang. Jamur air memiliki struktur tubuh yang menyerupai jamur, akan tetapi berbeda dalam struktur penyusun dinding selnya. Pada jamur air, dinding selnya disusun oleh selulosa, sedangkan pada jamur (Fungi) disusun oleh kitin. Pada fase vegetatif, nukleus yang dimiliki jamur air berjenis diploid sedangkan pada jamur sejati berjenis haploid. Sebagian dari jamur air merupakan pengurai, namun kebanyakan dari jenis ini hidup sebagai parasit (patogen) yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain dan mengambil nutrisinya hingga organisme tersebut mati.

oomycota

Oomycota | Photo by Keisotyo is licensed under CC-BY-SA-3.0

Cara berkembang biaknya dilakukan secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan membentuk zoospora. Zoospora ini dilengkapi dengan alat gerak berupa dua buah flagel yang digunakan untuk berenang. Ketika menemukan tempat yang cocok, maka zoospora akan berkecambah dan membentuk organisme baru. Secara seksual, perkembangbiakan dilakukan dengan membentuk gamet jantan dan gamet betina yang kemudian pada proses fertilisasi akan membentuk Oospora. Pada saat kondisi mendukung, Oospora akan membentuk hifa. Hifa inilah yang kemudian akan membentuk organisme baru.[6][7]

Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Protista Menyerupai Jamur," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/protista-menyerupai-jamur/ (diakses pada 26 Jun 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.