Protista: Definisi, Reproduksi, & Nutrisi


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Protista: Definisi, Reproduksi, & Nutrisi (untuk menghemat pemakaian data).

Protista adalah sebutan tidak resmi untuk kelompok besar yang sangat beraneka ragam dan kebanyakan merupakan eukariota uniseluler.

Daftar isi

Bab ini membahas tentang Protista, mulai dari (1) definisi Protista; (2) cara reproduksi Protista; hingga (3) cara Protista memenuhi kebutuhan makanannya (nutrisi).

Definisi Protista

Kata Protista berasal dari bahasa Yunani, yaitu protistos yang berarti “yang paling pertama” atau protos yang berarti “pertama.” [1] Disebut demikian sebab organisme ini tadinya dianggap sebagai pelopor pertama kehidupan di muka bumi. Protista diyakini telah ada lebih dari 1,5 miliar tahun yang lalu, jauh lebih lama dibandingkan homo sapiens yang muncul sekitar 250 ribu tahun yang lalu.

Protista sebenarnya merupakan sebuah kingdom yang sudah usang, atau sudah tidak digunakan pada taksonomi modern. Dalam taksonomi modern, kingdom ini dipahami sebagai sebuah kelompok parafiletik (paraphyletic), yaitu kelompok yang terdiri dari semua keturunan leluhur terakhir yang sama (last common ancestor) dikurangi beberapa sub-kelompok monofiletik (monophyletic) dari leluhur tersebut. Contoh parafiletik yang lain misalnya Reptilia, yang memasukkan semua kelas Amniota dikurangi Mamalia dan Aves. [2] Ketika digunakan, istilah Protista dianggap sebagai beraneka ragam filum yang memiliki penampakan yang mirip, tetapi tidak terkait dengan leluhur, yang memiliki siklus hidup, tingkat tropik, alat gerak, dan struktur sel yang berbeda-beda. [3] Meskipun demikian, tidak apa-apa untuk membahas kelompok organisme ini ketika masih dianggap sebagai kingdom, sehingga kita akan tahu mengapa kingdom ini menjadi usang.

posisi-kingdom-protista

Enam Kingdom | Photo by Maulucioni y Doridí is licensed under CC-BY-SA-3.0

Sebagai sebuah kingdom, Protista memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dengan kingdom yang lain. Para ahli menyebut kelompok organisme ini sebagai hewan, sebab beberapa jenis dari Protista dapat bergerak aktif dengan menggunakan flagela dan cilia serta memiliki bintik mata. Beberapa jenis yang lain memiliki klorofil sehingga mampu memproduksi makanan sendiri untuk kebutuhan hidupnya hal ini yang menyebabkan para ahli menganggapnya sebagai tumbuhan. Selain itu, beberapa kelompok Protista juga memiliki struktur morfologi dan fisiologi menyerupai jamur. Dengan kata lain, istilah Protista digunakan pada Eukaryota yang bukan hewan sejati, tumbuhan sejati, atau jamur sejati, atau untuk Eukaryota yang kurang dalam tahapan multiseluler. [4] Meskipun masih sangat sederhana, kelompok organisme ini memiliki struktur sel eukariotik. Salah satu ciri menonjol dari sel eukariotik adalah adanya inti sel (nukleus). Berdasarkan jumlah sel penyusunnya, kingdom ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu uniseluler dan multiseluler.

Protista merupakan organisme akuatik (en: aquatic), artinya kelompok organisme ini hanya hidup ditempat dengan kadar air yang tinggi. Habitat organisme ini bisa ditemukan di air tawar, seperti kolam, danau maupun rawa-rawa, juga bisa ditemukan di lautan. Selain itu kelompok organisme ini juga bisa ditemukan didaratan dengan kelembaban yang tinggi. Meskipun hidup sebagai organisme aquatic, Protista memilik kemampuan bertahan hidup ketika kondisi lingkungannya tidak mendukung. Pada saat mengalami kekeringan, kelompok organisme ini bisa berubah menjadi sista (cyst) hingga keadaan mendukung untuk melakukan aktivitas kehidupan lagi. Organisme ini dapat hidup secara soliter (sendiri) maupun membentuk koloni.

Cara Reproduksi Protista

Perkembangbiakan Protista terjadi secara aseksual dan seksual. Perkembangan aseksual (vegetatif) berlangsung ketika terjadi pembelahan biner (langsung) ataupun melalui tahap mitosis pada kromosom yang ada pada nukleus. Selain perkembangan secara vegetatif, kelompok organisme ini juga bisa berkembang secara generatif melalui meiosis. Protista memiliki dua jenis gamet yaitu motil (gamet yang bergerak) dan non-motil (gamet yang tidak bergerak). Gamet berfungsi pada proses reproduksi secara seksual (generatif).

mitosis-vs-meiosis

Mitosis vs Meiosis | Photo by Community College Consortium for Bioscience Credentials is licensed under CC-BY-3.0

Berdasarkan jenis gamet yang bersatu pada proses fertilisasi (syngamy), terdapat tiga jenis bentuk reproduksi generatif, yaitu:

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Isogami, adalah bentuk dari reproduksi seksual yang melibatkan gamet dengan morfologi (bentuk dan ukuran) yang sama. [5] Ini merupakan proses perkembangbiakan secara generatif pada Protista yang ditandai dengan meleburnya dua gamet yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama, perhatikan gambar:

macam-isogami

(A) Isogami pada gamet motil, (B) Isogami gamet non-motil, (C) Konjugasi | Photo by Tameeria is not licensed (Public Domain)

Anisogami, sering disebut heterogami adalah bentuk dari reproduksi seksual yang melibatkan gamet dengan morfologi (bentuk atau ukuran) yang berbeda. [6] Ini merupakan proses perkembangbiakan secara generatif pada Protista yang ditandai dengan meleburnya dua gamet yang berbeda ukuran atau bentuknya, perhatikan gambar:

macam-anisogami

(A) Anisogami gamet motil, (B) Oogami, (C) Anisogami non motil | Photo by Tameeria is not licensed (Public Domain)

Oogami, adalah bentuk heterogami yang lebih maju, satu gamet kecil dan motil (sperma), dan yang satunya besar dan non-motil (telur). [7]

Cara Protista Memenuhi Kebutuhan Makanannya (Nutrisi)

Protista bersifat fotoautotrof, heterotrof, atau keduanya. Ini berarti beberapa jenis Protista mampu membuat makanan sendiri (fotoautotrof), ada yang bertindak hanya sebagai konsumen (heterotrof), atau keduanya. Protista yang bersifat fotoautotrof merupakan kelompok Protista yang menyerupai tumbuhan. Klorofil yang terdapat didalam sel memungkinkan Protista kelompok ini mengubah CO2 dan sinar ultraviolet menjadi sumber nutrisi melalui proses fotosintesis. Kategori protista yang termasuk protista fotosintesis adalah Algae seperti: Euglenophyta (Euglena), Chrysophyta (alga keemasan), Pyrrophyta (alga api), Chlorophyta (alga hijau), Phaeophyta (alga cokelat), dan Rhodophyta (alga merah).

Beberapa Protista bersifat heterotrof atau tidak dapat memproduksi makanannya sendiri. Protista kelompok ini bertindak sebagai konsumen dan mendapatkan nutrisinya dengan cara mengambil atau menguraikan makanan dari lingkungannya. Ada juga yang hidup dan menempel sebagai parasit pada tubuh organisme yang lain. Beberapa contoh Protista yang bersifat heterotrof adalah Mastigophora (Protista berbulu cambuk), Sarcodina (Protista berkaki semu), Ciliophora (Protista bersilia), dan Sporozoa (Protista berspora).

Berdasarkan kesamaan dengan kingdom “diatasnya,” Protista dibagi menjadi tiga kelompok besar sebagai berikut:

Referensi

Kontributor: ,

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Protista: Definisi, Reproduksi, & Nutrisi," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/protista-definisi-reproduksi-nutrisi/ (diakses pada 22 Nov 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.