Kategori

Plantae


diagram-organ-bunga
Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) disebut juga dengan tumbuhan bunga, karena tumbuhan ini memiliki bunga sejati. Kata “Angiospermae” berasal dari bahasa Yunani “angion” yang berarti kontainer atau wadah, dan “sperma” yang berarti biji. Hal ini mengacu pada struktur buah yang mewadahi biji. Tumbuhan berbiji tertutup merupakan kelompok yang paling beraneka-ragam dan tersebar luas, dengan lebih dari 250.000 spesies (sekitar 90% dari seluruh spesies tumbuhan). [1] Ciri-ciri Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae) Sesuai dengan namanya, ciri utama dari tumbuhan biji tertutup adalah adanya struktur yang menutup/membungkus biji, yaitu daun buah atau daging buah. Pada Angiospermae, ovulumnya (bakal biji) dibungkus oleh ovarium (bakal buah). […]

Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)


pakis-haji-cycas-rumphii
Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) adalah kelompok parafiletik yang terdiri dari empat filum/divisi, yaitu: konifer (Coniferophyta), sikas (Cycadophyta), ginkgo (Ginkgophyta), dan Gnetophyta. Istilah “Gymnospermae” berasal dari bahasa Yunani (γυμνός gymnos, “telanjang” and σπέρμα sperma, “biji”), hal ini disebabkan karena bakal biji (ovulum) tumbuhan ini tidak memiliki lapisan luar (terbuka). Keadaan biji “telanjang” ini berbeda dengan ovulum pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae), yang tertutup oleh ovarium. Gymnospermae ini bukanlah takson resmi yang memiliki peringkat, tetapi merupakan kelompok untuk menyebutkan tumbuhan yang berbiji terbuka. [1] Ciri-Ciri Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae) Tumbuhan biji terbuka tidak memiliki bunga. Gametofitnya terdapat pada bagian yang berbentuk kerucut/runjung […]

Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae)


gametofit-dan-sporofit
Biji (seeds) merupakan fitur yang membuat tumbuhan biji (Spermatophyta) dapat beradaptasi penuh pada lingkungan darat. Hal ini membuat tumbuhan biji menjadi produsen dominan di darat, dan mereka menyusun sebagian besar keanekaragaman hayati tumbuhan pada hari ini. Biji Melindungi Embrio Dalam perspektif evolusi, biji merupakan perkembangan fitur yang sangat penting. Megaspora di dalam ovulum dilindungi oleh lapisan jaringan sporofit yang disebut integumen. Di dalam ovulum juga terdapat sumber makanan yang nantinya digunakan untuk perkembangan embrio. Ketika telah terjadi pembuahan, integumen mengeras menjadi kulit biji. Kulit biji ini dapat melindungi embrio dari lingkungan luar yang sulit, seperti suhu, kekeringan, tekanan, dll., yang membuat biji dapat dorman untuk […]

Evolusi Tumbuhan Biji (Spermatophyta)



tumbuhan-paku-monilophyta
Tumbuhan paku yang biasa disebut Pteridophyta saat ini merupakan kelompok tidak resmi yang mengacu pada kelompok tumbuhan berpembuluh tanpa biji. Kelompok tumbuhan paku ini terdiri dari dua filum/divisi, yaitu Lycophyta (paku kawat) dan Monilophyta (paku sejati/pakis, paku ekor kuda, paku purba). Karena Pteridophyta ini tidak monofiletik, maka kelompok ini bukanlah takson yang valid. Namun demikian, ada juga para ahli yang menggunakan istilah Pteridophyta terbatas pada Monilophyta saja, sehingga istilah Pteridophyta kadang digunakan untuk menggantikan Monilophyta. [1] Ketika daratan di bumi ini masih didominasi oleh tumbuhan lumut, persaingan ketat untuk mendapatkan sinar matahari dan air untuk fotosintesis mungkin menjadi alasan evolusi tumbuhan paku. […]

Tumbuhan Paku: Tumbuhan Berpembuluh Tanpa Biji


pergiliran-keturunan-tumbuhan-lumut
Tumbuhan lumut merupakan keturunan yang paling dekat dengan tumbuhan pertama yang dapat hidup di daratan bumi ini. Tumbuhan lumut sering disebut Bryophyta, tetapi istilah ini sebetulnya kurang tepat karena terdapat tiga kelompok tumbuhan lumut, yaitu: lumut hati (Hepatophyta/Marchantiophyta), lumut daun (Bryophyta), dan lumut tanduk (Anthocerotophyta/Anthocerophyta). Ketiga kelompok lumut inilah yang disebut sebagai tumbuhan lumut atau sering juga disebut tumbuhan tidak berpembuluh (bukan hanya lumut daun). [1][2] Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut Sesuai dengan judul bab ini, ciri yang paling utama dari tumbuhan lumut adalah tidak berpembuluh (non-vaskuler), namun demikian mereka mempunyai sel pengangkut dari tipe yang berbeda. Tumbuhan lumut memiliki struktur organ-organ […]

Tumbuhan Lumut: Tumbuhan Tidak Berpembuluh


hutan-gwydir
Tumbuhan hijau (Viridiplantae) saat ini lebih sering digunakan untuk menggantikan kingdom Plantae tradisional yang sudah kuno. Ini berarti dalam bahasan ini penulis akan menyertakan ganggang hijau ke dalam bahasan klasifikasi tumbuhan hijau. Mengapa Viridiplantae saat ini lebih sering digunakan? Karena Viridiplantae merupakan sebuah klad (clade), yaitu sekelompok organisme yang terdiri dari nenek moyang dan semua keturunannya yang segaris, dan disajikan dalam sebuah “cabang” dalam “pohon kehidupan.” [1] Dasar-Dasar Klasifikasi Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae) Dunia tumbuhan diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya fitur yang berkembang seiring dengan perjalanan evolusi mereka. Fitur penting ini yaitu (1) ada tidaknya pembuluh dan (2) ada tidaknya biji. […]

Klasifikasi Tumbuhan Hijau (Kingdom Plantae)



aneka-tumbuhan-di-belle-isle
Perkembangan filogenetik modern membuat definisi dan ciri-ciri tumbuhan menjadi berkembang. Saat ini kata tumbuhan atau Plantae dapat merujuk pada empat kelompok organisme atau takson, sehingga penting untuk memperjelas tumbuhan dalam lingkup apa yang sedang dibicarakan. Definisi Tumbuhan Apa itu tumbuhan? Mungkin kita membayangkan bahwa yang dimaksud tumbuhan adalah pohon-pohon yang sering kita jumpai. Tetapi pengertian kita mungkin terlalu sempit karena evolusi tumbuhan dari nenek moyang ganggang hijau, bahkan lebih jauh lagi dari nenek moyang Cyanobacteria, terjadi secara sedikit demi sedikit. Hal ini membuat batasan apa kita maksud sebagai tumbuhan menjadi relatif terhadap lingkup tumbuhan yang kita maksud. Saat ini paling […]

Definisi dan Ciri-Ciri Tumbuhan


pohon-tertua-pinus-longaeva
Tumbuhan yang juga disebut sebagai tumbuhan/tanaman hijau (Viridiplantae) adalah organisme eukariotik, multiseluler, dan berklorofil dari kingdom Plantae. Ketika kita melihat tumbuhan hijau seperti lumut, rumput, pohon buah, semak-semak, dll., pernahkah kita bertanya bagaimana bumi ini dapat dipenuhi oleh tumbuhan hijau? Mari kita lihat bagaimana ilmu pengetahuan, khususnya biologi dalam menjelaskan sejarah evolusi tumbuhan hijau. Revolusi filogenetik telah membuat pemahaman manusia akan tumbuhan hijau berubah. Analisis geokimia dan bukti fosil mengusulkan bahwa Cyanobacteria dan Protista muncul sekitar 1,2 miliar tahun yang lalu. Namun demikian, barulah pada 450 juta tahun yang lalu muncul tumbuhan kecil yang berevolusi dari ganggang hijau. Ganggang hijau adalah […]

Sejarah Evolusi Tumbuhan Hijau