Mikroskop Cahaya dan Mikroskop Elektron


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Mikroskop Cahaya dan Mikroskop Elektron (untuk menghemat pemakaian data).

Mikroskop merupakan suatu alat yang digunakan untuk meneliti objek-objek yang ukurannya sangat kecil (disebut mikroskopis), seperti sel misalnya. Keberadaan mikroskop sebagai alat penunjang penelitian terutama dalam dunia sains dan kesehatan sangatlah penting. Dengan keberadaan mikroskop, penemuan-penemuan besar dari objek yang sangat kecil mulai bisa terungkap. Ada dua jenis mikroskop yang sering kita jumpai saat ini, (1) mikroskop cahaya; dan (2) mikroskop elektron. Lalu apa perbedaannya?

Mikroskop Cahaya atau Mikroskop Optik

Mikroskop cahaya, disebut demikian sebab penggunaan mikroskop ini menggunakan cahaya sebagai sumber penerangan utama dalam mengamati objek. Mikroskop cahaya pertama kali ditemukan oleh Zacharias Janssen pada tahun 1595. Setelah itu mikroskop mengalami banyak perbaikan seperti yang dilakukan Antony van Leeuwenhoek serta Robert Hooke. Saat ini, mikroskop cahaya sudah benar-benar termodifikasi menjadi lebih baik dengan efektivitas lebih tinggi. Mikroskop jenis ini paling sering kita temukan, baik di laboratorium sekolah maupun di laboratorium rumah sakit.

mikroskop-konvensional

Mikroskop cahaya konvensional | Photo by Acagastya is licensed under CC-BY-SA-4.0

Beberapa karakteristik mikroskop cahaya antara lain: [1][2]

  • Menggunakan beberapa lensa yang diatur sedemikian rupa, sebagai media pembesaran bayangan objek. Bayangan objek bisa diperbesar 4X – 1.500X.
  • Biasanya digunakan untuk mengamati morfologi objek.
  • Objek yang diamati bisa dalam keadaan hidup maupun mati, dengan syarat harus tembus cahaya. Oleh sebab itu, objek harus berukuran tidak lebih dari 5 mikron. Air sering digunakan sebagai media untuk memindahkan objek yang sangat kecil ke atas kaca pengamatan, hal ini dikarenakan air bersifat tembus cahaya.
  • Mikroskop cahaya digunakan secara manual, jadi pengamat dapat secara langsung melihat bentuk, warna, maupun gerakan objek melalui lensa okuler.
  • Dapat mengamati objek dengan ukuran 0,25 mikrometer, sehingga memungkinkan untuk mengamati mitokondria maupun klorofil.
  • Ada dua jenis mikroskop cahaya berdasarkan jumlah lensa okulernya, yaitu mikroskop monokuler (berlensa okuler 1) dan binokuler (berlensa okuler 2). Sedangkan dari jenis cahaya yang digunakan, ada mikroskop cahaya konvensional yang memanfaatkan cahaya alami dan mikroskop iluminasi cahaya lampu.
mikroskop-iluminasi-stereo

Mikroskop iluminasi (stereo) | Photo by GcG(jawp) is not licensed (Public Domain)

Bagian-bagian mikroskop cahaya: [3]

  1. Lensa mata (lensa okuler)
  2. Pemutar obyektif (untuk menahan beberapa lensa obyektif)
  3. Lensa obyektif
  4. Pengatur fokus (untuk menggerakkan platform) -> Pengaturan kasar
  5. Pengatur fokus (untuk menggerakkan platform) -> Pengaturan halus
  6. Platform (untuk menahan sampel/objek/preparat)
  7. Sumber cahaya (lampu atau cermin)
  8. Diafragma dan kondensor (memadatkan cahaya)
  9. Bagian mekanis platform

Mikroskop Elektron

Kemajuan IPTEK berdampak positif bagi dunia kesehatan. Mikroskop elektron ditemukan pada pertengahan abad ke 19. Mikroskop jenis ini masih jarang ditemukan secara bebas di Indonesia sebab harganya yang sangat mahal.

mikroskop-elektron-transmisi

Mikroskop TEM | Photo by David J Morgan is licensed under CC-BY-SA-2.0

Beberapa karakteristik dari mikroskop elektron diantaranya: [4][5]

  • Seperti namanya, mikroskop elektron menggunakan elektron sebagai pengganti cahaya serta magnet sebagai pengganti lensa.
  • Pengamat dapat mengamati objek berdasarkan gambar yang ditampilkan pada layar monitor.
  • Pembesaran bayangan objek bisa mencapai sejuta kali, sehingga memungkinkan untuk mengamati bagian yang sangat kecil dengan teliti. Dengan mikroskop elektron, pengamat bisa mengamati bagian-bagian sel seperti organel, membran plasma, bahkan DNA.
  • Objek yang diamati haruslah dalam keadaan mati dengan ukuran yang sangat kecil yang diletakkan dalam ruang hampa udara sehingga bisa ditembus oleh elektron.
  • Mikroskop elektron terbagi menjadi dua jenis, yaitu mikroskop elektron pemindai (SEM: Scanning Electron Microscope) dan mikroskop elektron transmisi (TEM: Transmission Electron Microscope). Perbedaan keduanya ada pada objek yang diteliti. SEM biasanya digunakan untuk meneliti bagian permukaan objek, sedangkan TEM digunakan untuk meneliti bagian dalam objek. Dengan kata lain, SEM bekerja dengan sistem scanning sehingga mampu menampilkan gambar 3 dimensi dari permukaan objek yang diteliti, sedangkan TEM bekerja dengan menembuskan elektron ke dalam objek yang diteliti sehingga menghasilkan gambar 2 dimensi dengan resolusi yang lebih tinggi.
hasil-mikroskop-elektron-pemindai

Hasil SEM | Photo by Dartmouth College Electron Microscope Facility is not licensed (Public Domain)

hasil-mikroskop-tem-dan-sem

TEM (a, b, dan c), SEM (d) | Photo by Nandiyanto is not licensed (Public Domain)

mikroskop-terkuat

youtube.com/watch?v=sCYX_XQgnSA | Video by KQED is licensed under Standard YouTube License

Referensi

Kontributor: ,

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Mikroskop Cahaya dan Mikroskop Elektron," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/mikroskop-cahaya-dan-mikroskop-elektron/ (diakses pada 28 Feb 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.