Bakteri Penyebab Penyakit


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Bakteri Penyebab Penyakit (untuk menghemat pemakaian data).

Tidak hanya virus yang dapat bersifat patogen, Bakteri juga dapat menjadi penyebab berbagai macam penyakit. Bakteri penyebab penyakit ini dapat dilawan dengan vaksin, antitoksin, dan antibiotik.

Daftar isi

Bab ini akan membahas Bakteri patogen: (1) bagaimana Bakteri dapat menyebabkan penyakit; (2) apa saja penyakit yang ditimbulkan; serta (3) cara penanganan infeksi Bakteri.

Bagaimana Bakteri Dapat Menyebabkan Penyakit

Bakteri patogen dapat memasuki tubuh dalam banyak cara, seperti melalui mulut atau melalui luka di kulit. Jika Bakteri itu dapat “cukup” berkembang biak, mereka dapat menyebabkan infeksi. Infeksi dapat disebabkan oleh Bakteri itu sendiri, atau oleh racun (yang disebut toksin) yang dihasilkan. Beberapa toksin, seperti yang dihasilkan oleh Staphylococcus aureus, lebih berbahaya daripada Bakteri itu sendiri. Selain pada hewan, tanaman juga rentan terhadap infeksi Bakteri. Streptococcus dan Staphylococcus adalah bagian dari mikrobiota normal kulit, pada kondisi normal mereka hidup di area saluran pernafasan (nasofaring) dan tidak menganggu kita. Tetapi, Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi kulit dan dapat menyebabkan sepsis, pneumonia, meningitis. Infeksi ini dapat menyebabkan vasodilatasi masif, shock, dan kematian.

sistem-imun-infeksi-bakteri

youtube.com/watch?v=zQGOcOUBi6s | Video by Kurzgesagt is licensed under Standard YouTube License

Spesies Bakteri tertentu dapat menyebabkan infeksi di mana-mana (generalis), sedangkan yang lainnya hanya dapat menyebabkan infeksi di daerah tubuh yang spesifik (spesialis). Bakteri juga dapat merugikan tubuh dengan berbagai cara, yaitu: [1]

1. Merampas Nutrisi
Bakteri juga membutuhkan nutrisi untuk tumbuh, untuk mengambil nutrisi “gratis” mereka kemudian mengambilnya dari tubuh inang. Zat besi misalnya, dibutuhkan oleh manusia dan juga Bakteri. Untuk mendapatkan zat besi dalam tubuh manusia, beberapa patogen mensekresikan protein yang disebut siderophores, yang mengambil zat besi dari protein pembawa zat besi.

2. Kerusakan Langsung
Setelah patogen menempel pada sel inang, mereka dapat langsung menyebabkan kerusakan, karena patogen menggunakan sel inang untuk memperoleh nutrisi dan menghasilkan kotoran sisa. Patogen juga berkembang biak dan membelah di dalam sel inang, sehingga sel tersebut akan pecah dan mengeluarkan Bakteri interseluler. Beberapa bakteri seperti E. coli, Shigella, Salmonella, dan Neisseria gonorrhoeae, dapat mempengaruhi epitel sel inang untuk menelan mereka dalam proses yang menyerupai fagositosis. Kemudian setelah mereka dapat lewat, patogen tersebut akan melakukan proses “fagositosis terbalik” sehingga dimuntahkan lagi di dalam sel inang tersebut. Ini menyebabkan Bakteri dapat memasuki sel-sel inang dengan bebas. Beberapa Bakteri juga dapat mengeluarkan enzim untuk melakukan penetrasi langsung ke dalam sel inang, penetrasi ini akan membuat kerusakan pada sel inang.

3. Produksi Toksin
Toksin adalah zat beracun yang diproduksi oleh Bakteri tertentu dan sering menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap sifat patogen Bakteri. Toksin dapat dilepaskan ketika Bakteri lisis (mati), inilah mengapa pada pengobatan dengan antibiotik, awalnya gejala akan semakin parah, karena banyak Bakteri yang mati dan mengeluarkan toksin. Toksin dapat diklasifikasikan sebagai eksotoksin atau endotoksin. Eksotoksin adalah toksin yang dihasilkan dan secara aktif disekresikan, sedangkan endotoksin adalah toksin pada bagian membran luar dari bakteri. Biasanya, endotoksin tidak dikeluarkan sampai Bakteri dibunuh oleh sistem kekebalan tubuh. Toksinosis adalah perkembangan penyakit yang disebabkan hanya oleh toksin Bakteri, tidak harus melibatkan infeksi bakteri (misalnya ketika Bakteri telah mati, tapi sudah menghasilkan toksin yang tertelan). Keadaan ini dapat disebabkan oleh Staphylococcus aureus. [2]

Bakteri Penyebab Penyakit

Bakteri Penyebab Penyakit Pada Manusia
Spesies Pewarnaan Gram Penyakit yang Ditimbulkan
Bacillus anthracis Positif Anthraks
Bordetella pertussis Negatif Batuk rejan
Borrelia burgdorferi Negatif* (diderm) Penyakit Lyme
Campylobacter jejuni Negatif Enteritis, diare berdarah
Chlamydia pneumoniae Negatif Walking pneumonia
Clostridium tetani Positif Tetanus
Corynebacterium diptheriae Positif Dipteri
Escherichia coli Negatif Diare
Haemophilus influenzae Negatif Meningitis bakteri, pneumonia, bronkitis
Leptospira Negatif Leptospirosis
Mycobacterium leprae Positif Lepra
Mycobacterium tuberculosis - TBC
Neisseria gonorrhoeae Negatif Gonorrhea
Neisseria meningitidis Negatif Meningitis
Salmonella typhi Negatif Tifus
Shigella dysenteriae Negatif Disentri
Staphylococcus aureus Positif Infeksi kulit, sepsis, pneumonia, meningitis
Treponema pallidum Negatif Sifilis
Vibrio cholerae Negatif Kolera
Yersinia pestis Negatif Pes
Bakteri Penyebab Penyakit Pada Hewan
Spesies Pewarnaan Gram Penyakit yang Ditimbulkan
Bacillus anthracis Positif Anthraks
Mycobacterium bovix - TBC pada ternak
Mycobacterium paratuberculosis - Johne's disease pada ternak
Clostridium chauvoei Positif Penyakit "blackleg" pada ternak
Bakteri Penyebab Penyakit Pada Tumbuhan
Spesies Pewarnaan Gram Penyakit yang Ditimbulkan
Pseudomonas syringae Negatif Penyakit pada berbagai tanaman, seperti tomat dan kacang-kacangan
Ralstonia solanacearum Negatif Layu pada berbagai tanaman, seperti kentang, tomat, terong, dan pisang
Agrobacterium tumefaciens Negatif Tumor pada berbagai tanaman, seperti apel, ceri, pear, dahlia, dll.
Xanthomonas oryzae pv. oryzae Negatif Busuk serius pada beras, rumput dan alang-alang lainnya
Xanthomonas campestris Negatif Bintik pada berbagai tanaman
Xanthomonas axonopodis Negatif Kanker citrus
Erwinia amylovora Negatif Fire blight pada apel, pear dan beberapa anggota family Rosaceae
Xylella fastidiosa Negatif Penyakit Pierce pada pohon anggur, CVC pada jeruk

(Dari berbagai sumber)

Vaksin, Antitoksin, dan Antibiotik

Pada tahun 1796, Edward Jenner menggunakan cowpox untuk menciptakan kekebalan tubuh terhadap smallpox. Kesuksesan Edward membuat praktik ini meluas, sehingga ia sering dikatakan sebagai penemu vaksin. Kemudian, vaksin generasi kedua diperkenalkan oleh Louis Pasteur pada tahun 1880-an. Pasteur mengembangkan vaksin untuk kolera ayam, antraks, dan rabies. [3] Tetapi apa sebenarnya dan bagaimana cara kerja vaksin?

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

cara-kerja-vaksin

youtube.com/watch?v=rb7TVW77ZCs | Video by TED-Ed is licensed under Standard YouTube License

Vaksin dapat diproduksi untuk melindungi manusia dan hewan dari infeksi Bakteri patogen dan toksin tertentu. Vaksin yang melawan infeksi Bakteri biasanya dibuat dengan membunuh atau melemahkan spesimen Bakteri patogen yang kemudian dilarutkan. Ketika disuntikkan ke dalam tubuh, zat tersebut merangsang sistem kekebalan tubuh seseorang untuk membentuk antibodi terhadap Bakteri, sehingga melindungi seseorang untuk menjadi sakit ketika terjadi infeksi di masa depan.

Berbeda dengan vaksin, suntikan antitoksin mengandung antibodi yang telah dibentuk sebelumnya. Zat ini disiapkan dengan menyuntikkan toksin Bakteri ke dalam hewan hidup. Darah kemudian dikumpulkan dan serum dipisahkan dari darah dengan proses kimia. Antitoksin bekerja lebih cepat daripada vaksin, tapi perlindungan biasanya bertahan tidak lebih dari beberapa minggu atau beberapa bulan. Lain halnya dengan toksin, vaksin dapat melindungi selama satu tahun atau lebih. [4]

Infeksi Bakteri dapat diobati dengan antibiotik, yang diklasifikasikan sebagai bacteriosidal jika mereka membunuh Bakteri atau bakteriostatik jika mereka hanya mencegah pertumbuhan Bakteri. Beberapa jenis mikroorganisme mengeluarkan zat antibiotik yang dapat menghancurkan mikroba lainnya. Penisilin adalah produk dari jamur, sedangkan Basitrasin dan polimiksin dibuat oleh bakteri. Banyak antibiotik yang secara luas digunakan, seperti streptomisin, neomisin, eritromisin, dan tetrasiklin, berasal dari anggota dari genus Streptomyces, adalah sekelompok Bakteri tanah dengan karakteristik seperti jamur. [4]

Referensi
  1. Wikipedia contributors, “Pathogenic bacteria,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Pathogenic_bacteria&oldid=690174606 (accessed November 21, 2015).
  2. Wikipedia contributors, “Microbial toxins,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Microbial_toxins&oldid=690331776 (accessed November 21, 2015).
  3. Wikipedia contributors, “Vaccine,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Vaccine&oldid=691230036 (accessed November 21, 2015).
  4. Hollar, S., 2011, “A Closer Look at Bacteria, Algae, and Protozoa,” Britannica Educational Publishing.

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Bakteri Penyebab Penyakit," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/bakteri-penyebab-penyakit/ (diakses pada 26 Sep 2018).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.