Sadar Lebih Cepat itu Lebih Baik


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Sadar Lebih Cepat itu Lebih Baik (untuk menghemat pemakaian data).

Tulisan ini ingin mengulas dan mengomentari fenomena siswa yang baru “sadar” ketika akan menghadapi Ujian Nasional atau Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Ketika sudah mendekati deadline, siswa baru mulai sadar untuk belajar dan berusaha mengejar ketertinggalan mereka. Hal itu sangat berakibat buruk untuk menuju keberhasilan siswa. Mungkin siswa dapat lulus/lolos dalam ujian tersebut, namun hal tersebut berarti akan lebih besar kemungkinan drop-out, dan bukan pula jaminan siswa akan sukses di masa depan. Mengapa sadar lebih cepat itu lebih baik?

belajar-ujian

Belajar ujian | Photo by Gnarlycraig is not licensed (Public Domain)

1. Memilih Jurusan Membutuhkan Proses Panjang

Memilih jurusan/prodi/sekolah itu tidak hanya berdasarkan passing grade atau merk sekolah tertentu. Memilih jurusan harus berdasarkan riset sederhana mengenai (1) Passion siswa, (2) Akreditasi/reputasi sekolah, (3) Kultur/budaya sekolah, (4) Biaya studi.
Hal ini juga berkaitan dengan artikel Sindrom Sekolah Favorit
Salah memilih berarti siswa akan terjebak selama bertahun-tahun atau memutuskan untuk drop-out.

2. Win The Battle, but Lost The War

Akan masih banyak pertempuran pada masa depan yang membutuhkan kestabilan performa. Ketika siswa lolos/lulus masuk ke sekolah tertentu, apakah siswa yakin dapat terus mengulang hasil yang sama untuk ujian selanjutnya? Ingatan manusia itu terbatas dan akan memudar sangat cepat, sehingga tanpa proses pengulangan yang benar, siswa akan segera lupa materi yang sudah dipelajari, dan pada akhirnya akan menguap pada ujian-ujian selanjutnya.

3. Depresi dan Burn Out

Belajar keras semalam suntuk selama waktu tertentu akan membuat kelelahan dan stress meningkat sehingga risiko untuk sakit akan semakin besar. Apabila siswa tidak jatuh sakit hingga ujian, maka selamat! Anda beruntung. Tapi dengan kondisi seperti itu apakah siswa akan bugar dan siap untuk menghadapi proses selanjutnya pada jenjang yang lebih tinggi? Besar kemungkinan stress yang menumpuk belum hilang sehingga mempengaruhi kinerja siswa selanjutnya.

4. Faktor Penentu Kesuksesan Bukanlah Reputasi Sekolah

Banyak faktor yang menentukan kesuksesan, seperti: passion, kerja keras, fokus, kegigihan, dll. Yang mana sifat-sifat tersebut akan diperoleh melalui proses panjang dalam pembentukan karakter. Apabila harus memprediksi mana yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk sukses? Siswa yang memiliki karakter yang disebutkan diatas, tetapi bersekolah di sekolah non-favorit, atau siswa yang berada di sekolah favorit tapi tidak memiliki karakter, maka tentu saja saya akan memilih siswa yang memiliki karakter baik.

Persiapkan diri anda lebih dini dengan materi pelajaran tentorku.

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Sadar Lebih Cepat itu Lebih Baik," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/sadar-lebih-cepat-itu-lebih-baik/ (diakses pada 22 Nov 2017).

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.