Kami mendeteksi Anda menggunakan program ad-blocker. Situs ini menggunakan advertisement agar Anda dapat menggunakan situs ini dengan gratis. Mohon tambahkan www.tentorku.com ke dalam whitelist ad-blocker Anda, atau bantu kami dengan donasi. Trims :)

Uang: Definisi, Fungsi, dan Nilai Uang

Laman ini adalah tampilan standar. Akses mode baca di: Uang: Definisi, Fungsi, dan Nilai Uang

Siapa yang tidak membutuhkan uang? Tentu saja semua manusia yang masih memiliki kebutuhan dan keinginan akan suatu barang dan jasa pasti membutuhkan uang. Nah, uang yang akan dibahas pada pelajaran kali ini adalah semua jenis uang (money) dan bukan hanya mata uang (currency). Kedua hal ini sebenarnya berbeda, tetapi sering kali kita menganggap keduanya sama.

Daftar isi

Artikel ini membahas: (1) Definisi Uang; (2) Fungsi Uang; (3) Nilai Uang; dan (4) Jenis-Jenis Uang.

Definisi Uang (Money)

Ada banyak definisi uang dari berbagai ahli, namun sebelum mendefinisikan uang (money), ada baiknya kita belajar sedikit sejarah tentang uang. Apa saja sih benda yang dipergunakan sebagai uang dari masa lalu sampai sekarang?

  • Batu gamping (limestone): ratusan tahun yang lalu pada pulau kecil yang bernama Yap, penduduk setempat menggunakan batu besar yang dipahat menjadi berbentuk cakram atau bentuk seperti DVD yang berukuran besar.[1]
  • Cangkang kerang (Cowrie Shell): pada masa lalu, cangkang kerang kerap digunakan sebagai uang di berbagai belahan dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Oceania.[2]
  • Logam seperti perak dan emas: mulai dari yang berbentuk oval seperti kapal dalam film-film kungfu (tael) sampai berbentuk yang koin sudah sejak lama digunakan sebagai uang.
  • Mata uang (currency): bisa berwujud koin, kertas, maupun tidak berwujud seperti saldo tabungan ataupun OVO/GoPay. Tentu saja menggunakan nominal rupiah kalau di Indonesia.
Uang batu
Uang batu | Oleh Ken Eckert – Own work, CC BY-SA 4.0

Nah, dari contoh-contoh di atas, kita dapat menyimpulkan kalau :

Uang adalah sesuatu yang secara umum dianggap memiliki nilai dan dapat ditukar menjadi barang dan jasa.

Perhatikan saya menggunakan kata “secara umum dianggap” memiliki nilai karena batu gamping dan cangkang kerang yang oleh masyarakat pada waktu itu dianggap memiliki nilai, saat ini sudah tidak lagi dianggap bernilai. Bisa jadi masyarakat saat ini menganggap emas bernilai, tapi masyarakat peradaban ratusan tahun di masa depan sudah tidak lagi menganggap emas bernilai.

Uang kulit kerang
Uang kulit kerang | Oleh H. Zell – Own work, CC BY-SA 3.0

Fungsi Uang

Berbagai sumber menggolongkan fungsi uang menjadi dua, yaitu (1) fungsi asli atau fungsi primer, dan (2) fungsi turunan atau fungsi sekunder.[3]

Fungsi Primer Uang

  • Sebagai alat tukar (medium of exchange): ini adalah fungsi yang terutama, yaitu uang digunakan untuk media pertukaran atau jual-beli barang dan jasa.
  • Sebagai alat satuan hitung (unit of account): uang digunakan untuk memberi nilai atau harga suatu barang dan jasa. Misalnya harga satu bungkus mie instan adalah Rp. 3.500,-

Fungsi Sekunder Uang

  • Sebagai alat penyimpan kekayaan (store of value): tentu saja tidak semua uang kita belanjakan, ada sebagian yang disimpan. Manusia perlu menyimpan uang untuk berbagai motif, misalnya seperti yang dijelaskan pada teori preferensi likuiditas (liquidity preference theory).
  • Sebagai standar cicilan utang (standard of deferred payment): uang dapat digunakan untuk pembayaran di masa depan dalam hal utang-piutang.

Sebagai tambahan, berbagai sumber juga sering menyebutkan tentang tiga fungsi utama uang, yaitu keempat fungsi di atas minus “standar cicilan utang.” Perbedaan ini tidak perlu dirisaukan, yang penting anda paham dan silahkan pilih mana yang lebih mudah anda pahami.[4]

Nilai Uang

Dalam materi teori nilai dalam ilmu ekonomi kita telah belajar bahwa nilai suatu barang dan jasa adalah subjektif, tergantung apakah memberikan kepuasan atau tidak. Nah, karena uang berfungsi sebagai alat tukar, uang pastinya dapat memberikan kepuasan karena bisa ditukar dengan barang dan jasa apapun. Dengan kata lain, uang memiliki daya beli atau purchasing power sehingga bernilai. Nilai ini sering disebut dengan nilai internal.

like-fb-tentorku
Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Sesuai dengan teori nilai tadi, nilai uang bukan dari bahan, biaya pembuatan, ataupun tenaga kerja. Sebagai contoh, uang yang tidak berwujud seperti mata uang (currency) rupiah digital (saldo bank, OVO, dan GoPay) pun memiliki nilai asalkan bisa digunakan untuk transaksi. Sehingga, ketika uang sudah tidak bisa digunakan untuk transaksi, maka uang tersebut sudah tidak lagi bernilai, seperti pada contoh batu dan kulit kerang.

Nilai Nominal dan Nilai Intrinsik

Lain halnya dengan batu dan kulit kerang. Koin emas dan perak masih bernilai sampai saat ini karena bahan pembuatnya merupakan komoditas yang bernilai tinggi. Nilai uang yang berasal dari bahan pembuatnya disebut dengan nilai intrinsik. Lain halnya dengan koin emas dan perak, mata uang dalam wujud apapun memiliki angka yang tertera. Angka ini disebut dengan nilai nominal.

Jenis-Jenis Uang

Uang Komoditas (Commodity Money)

Uang komoditas adalah uang yang nilainya berasal dari komoditas bahan pembuat uang tersebut. Sudah banyak komoditas yang dijadikan uang sepanjang sejarah manusia, diantaranya:[5]

  • Tembakau atau rokok
  • Sutra
  • Kakao
  • Teh
  • Logam (perak, emas, tembaga, dll.)
Koin emas
Koin emas | Oleh Wehwalt – Own work, CC BY-SA 4.0

Uang Kartal (Currency)

Uang kartal merupakan uang yang diputuskan oleh pemerintah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah. Oleh karenanya, uang ini sering juga disebut dengan uang fiat yang berarti perintah.

Di Indonesia hanya rupiah yang dapat (dan wajib) digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, dan masyarakat tidak boleh menolak untuk menerima rupiah. Bank Indonesia mengeluarkan uang kartal dalam dua bentuk, yaitu uang kertas dan uang logam.

Uang Giral (Demand Deposit)

Uang giral atau demand deposit adalah dana yang disimpan pada akun bank dan dana tersebut dapat diambil sewaktu-waktu.[6] Meskipun sama-sama berdenominasi rupiah, uang giral bukanlah alat pembayaran yang sah sehingga masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral seperti bilyet giro dan cek.

Lain halnya dengan uang kartal yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, uang giral merupakan produk dari bank umum atau bank-bank komersial.

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2020, "Uang: Definisi, Fungsi, dan Nilai Uang," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/uang-definisi-fungsi-dan-nilai-uang/ (diakses pada 19 Sep 2020).

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.