Hukum Penawaran dan Kurva Penawaran


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Hukum Penawaran dan Kurva Penawaran (untuk menghemat pemakaian data).

Hukum penawaran (en: the law of supply) adalah hubungan positif (searah) antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan. Berdasarkan hukum ini, apabila harga meningkat, maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat. Sebaliknya apabila harga menurun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga menurun.[1][2] Satu hal yang patut kita ingat, hukum ini berlaku apabila semua hal lain (selain harga) kita anggap tetap atau konstan (ceteris paribus).

Kurva Penawaran Individu dan Kurva Penawaran Pasar

Dari pembahasan kurva penawaran sebelumnya, kita ingat bahwa kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan. Atau dengan kata lain, kurva penawaran ini menampilkan grafik dari daftar penawaran. Contoh kurva penawaran mie instan pada pembahasan lalu merupakan kurva penawaran individu.

Ketika kita berbicara mengenai kurva penawaran, maka dalam ilmu ekonomi nantinya kita akan lebih banyak merujuk pada kurva penawaran pasar. Kurva penawaran pasar dapat dicari dengan menjumlahkan seluruh jumlah barang yang ditawarkan oleh semua produsen (penjual) pada tiap harga.[3][4] Perhatikan daftar penawaran mie instan di bawah ini. Daftar penawaran ini mengandaikan suatu wilayah hanya memiliki tiga produsen, yaitu: Karjo, Tatik, dan Wulan. Sehingga untuk mencari kurva penawaran pasar di wilayah tersebut, kita cukup menjumlahkan penawaran ketiga produsen tersebut pada tiap harga. Proses penjumlahan perilaku individu ini disebut dengan agregasi (en: aggregation).[2]

Daftar Penawaran Mie Instan
Pilihan Harga (Rp per Unit) Jumlah Penawaran Karjo (Unit per Minggu) Jumlah Penawaran Tatik (Unit per Minggu) Jumlah Penawaran Wulan (Unit per Minggu) Penawaran Pasar (Unit per Minggu)
A 5.000 18 21 24 63
B 4.000 16 18 21 55
C 3.000 12 14 16 42
D 2.000 7 8 9 24
E 1.000 0 0 0 0
kurva-penawaran-pasar-mie

Kurva penawaran pasar mie instan | Gambar berlisensi hak cipta Tentorku

Alasan Bentuk Kurva Penawaran Miring ke Atas

Hukum penawaran kadang disebut juga dengan hukum penawaran yang miring ke atas (en: the law of upward-sloping supply). Selain karena pengetahuan umum, terdapat alasan-alasan logis mengapa bentuk kurva penawaran miring ke atas. Alasan-alasan tersebut adalah profit, efek substitusi, dan hukum hasil marjinal yang semakin berkurang.[3][5][6]

Keuntungan (en: profit)

Secara sederhana, Profit adalah manfaat finansial yang diperoleh dari pendapatan (penjualan) dikurangi dengan biaya-biaya. Ketika harga produk naik dan asumsi harga-harga lain (termasuk faktor produksi) tetap, maka produk tersebut akan semakin menguntungkan. Setiap penjual memiliki motif untuk mencari keuntungan, sehingga mereka akan cenderung menambah penawaran ketika produk mereka menjadi semakin menguntungkan. Sebagai contoh ketika harga roti naik, produsen roti akan cenderung menambah produksi roti mereka.

Efek Substitusi (en: Substitution Effect)

Efek substitusi adalah perubahan jumlah barang yang hendak dijual ketika harga barang tersebut berubah. Dengan kata lain, perubahan harga (yang lebih murah) memotivasi penjual untuk menjual barang substitusi dengan harga yang lebih mahal. Harga yang murah akan membuat keuntungan berkurang, sehingga penjual lebih memilih berdagang barang substitusi sehingga memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Misalnya pabrik mie selain dapat memproduksi mie, pabrik itu juga bisa memproduksi pasta (spaghetti, fusilli, dll). Ketika harga pasta naik, pabrik mie tersebut akan beralih produksi ke pasta. Akibatnya, penawaran pasta menjadi bertambah.

Hukum Hasil Marjinal yang Semakin Berkurang (en: The Law of Diminishing Marginal Return)

Artikel utama: The Law of Diminishing Returns

Hukum hasil marjinal yang semakin berkurang menyatakan bahwa setelah titik tertentu, semakin banyak barang diproduksi, biaya untuk memproduksi barang tersebut akan semakin mahal. Produsen beroperasi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya sehingga mereka akan menambah jumlah output saat harga naik, akan tetapi pada batas tertentu menambah output malah akan mengurangi keuntungan mereka. Hal inilah yang membuat grafik permintaan tidak lurus, melainkan berbentuk kurva yang melengkung ke atas. Misalnya menggunakan daftar permintaan di atas, pada harga Rp. 6.000,- ketiga produsen tersebut tidak lagi dapat menambah jumlah output mereka karena keterbatasan tenaga kerja. Untuk memproduksi lebih banyak, mereka harus menambah karyawan lagi yang malah akan menurunkan keuntungan mereka.

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Ketiga hal di atas: profit, substitution effect, dan the law of diminishing marginal return; adalah hal-hal yang membuat bentuk kurva penawaran miring ke atas.

Pergerakan Sepanjang Kurva Penawaran (en: Movement Along the Curve)

Pergerakan sepanjang kurva penawaran maksudnya adalah pergerakan dari suatu titik ke titik lain dalam kurva penawaran yang sama setelah terjadi perubahan harga. Apabila terjadi perubahan harga, maka akibatnya adalah terjadi perubahan jumlah barang yang ditawarkan (bukan perubahan penawaran).[3] Perhatikan gambar berikut:

pergerakan-sepanjang-kurva-penawaran

Pergerakan sepanjang kurva penawaran | Gambar berlisensi hak cipta Tentorku

Pada garis a perubahan harga dari Rp. 5.000,- ke Rp. 4.000,- menyebabkan jumlah barang yang ditawarkan turun dari 63 unit ke 55 unit. Pada garis b perubahan harga dari Rp. 1.000,- ke Rp. 3.000,- menyebabkan jumlah barang yang ditawarkan naik dari 0 unit ke 42 unit. Pergerakan pada kurva penawaran yang sama karena perubahan harga inilah yang disebut dengan pergerakan sepanjang kurva. Pergerakan ini tidak membentuk kurva penawaran baru.

Pergeseran Kurva Penawaran(en: Shifting the Curve)

Di awal kita sudah menegaskan bahwa hukum penawaran berlaku apabila semua hal lain (selain harga) kita anggap tetap atau konstan (ceteris paribus). Pada bagian ini kita akan membahas sebagian dari “hal-hal lain” itu apabila berubah. Kurva penawaran dapat bergeser apabila salah satu dari faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran (en: determinants of supply) berubah. Faktor-faktor tersebut adalah:[7]

Artikel utama: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran.

  • Harga input (sumber daya).
  • Kemajuan teknologi.
  • Harga barang atau jasa yang berhubungan.
  • Jumlah penjual.
  • Harapan (peramalan) masa depan oleh penjual.
  • Kebijakan pemerintah.

Perhatikan gambar pergeseran kurva penawaran berikut ini:

pergeseran-kurva-penawaran

Pergeseran kurva penawaran | Gambar berlisensi hak cipta Tentorku

Kurva di bagian kiri adalah kurva penawaran ketika hanya ada satu penjual pada pasar, yaitu Karjo (lihat daftar penawaran di atas). Karena jumlah penjual adalah salah satu faktor yang mempengaruhi penawaran, ketika penjual bertambah menjadi total tiga penjual (ditambah Tatik dan Wulan), maka kurva akan bergeser ke kanan (terbentuk kurva penawaran baru). Garis c menunjukkan perbedaan jumlah barang yang ditawarkan pada harga Rp. 3.000 dari 12 unit menjadi 42 unit.

Referensi
  1. Case et al., 2011, “Supply in Product/Output Markets,” Principles of Economics, 10th edition, Prentice Hall, Boston, MA.
  2. Acemoglu et al., 2015, “4.3 How Do Sellers Behave?,” Microeconomics, Pearson Education, Inc., U.S.
  3. Samuelson & Nordhaus, 2009, “B. THE SUPPLY SCHEDULE,” Economics, 19th edition, McGraw-Hill, New York, NY.
  4. Mankiw, N. G., 2014, “4-3 Supply,” Principles of Economics, 7th edition, Cengage Learning, Stamford, CT.
  5. Dighe, R., 2006, “REVIEW OF ECONOMIC PRINCIPLES,” Oswego.edu, http://www.oswego.edu/~dighe/Review01.htm (diakses 12 Desember 2016).
  6. Riley, G., 2015, “Theory of Supply,” tutor2u.net, http://www.tutor2u.net/economics/reference/theory-of-supply (diakses 12 Desember 2016).
  7. Kontributor Tentorku, 2016, “Pengertian Penawaran dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran,” Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/pengertian-faktor-mempengaruhi-penawaran/ (diakses 12 Desember 2016).
  8. ACDCLeadership, 2014, “Demand and Supply Explained (2 of 2) – Econ 2.2,” Youtube, https://www.youtube.com/watch?v=ewPNugIqCUM (diakses 12 Desember 2016).

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2016, "Hukum Penawaran dan Kurva Penawaran," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/hukum-kurva-penawaran/ (diakses pada 17 Dec 2018).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.