Pengukuran, Besaran, dan Satuan #1


Fisika merupakan sebuah ilmu yang mempelajari gejala alam, mengamati perubahan objek dari waktu ke waktu serta melakukan pengukuran terhadap perubahan-perubahan tersebut. Untuk dapat mengetahui gejala alam, kita memerlukan pengamatan. Proses pengamatan yang dilakukan akan selalu melibatkan proses pengukuran yang dilakukan melalui panca indera kita. Bagian ini akan membahas pengukuran, besaran, dan satuan bagian pendahuluan.

Jadi, apa sebenarnya arti pengukuran?
Pengukuran adalah operasi yang dilakukan untuk menghitung nilai fisik (lebih dikenal dengan besaran) dari suatu benda. Kegiatan ini dilakukan dengan cara membandingkan suatu benda yang hendak diukur dengan benda pengukur yang memiliki satuan. Seperti misalkan, ketika hendak mengukur panjang suatu benda yang belum diketahui panjangnya, kita menggunakan penggaris yang secara harafiah sudah memiliki satuan (cm) untuk mengukur panjang. [1]

Untuk lebih jelasnya, simak contoh pengukuran dibawah ini:

contoh-pengukuran

Objek yang panjangnya diketahui (atas), dan objek yang panjangnya tidak diketahui (bawah) | Photo by Stilfehler is not licensed (Public Domain)

Apa itu satuan?
Satuan (unit), merupakan nilai ukur yang didapatkan berdasarkan hasil pengukuran menggunakan alat yang relevan. Satuan biasanya dilambangkan dengan simbol-simbol. Seperti misalnya kita mengukur panjang, maka satuan yang akan kita gunakan adalah meter (m) dengan simbol (l), mengukur waktu satuannya second (s) dengan simbol (t), dan lain-lain.

Lalu apa sebenarnya besaran?
Besaran adalah hasil dari pengukuran. Biasanya dituliskan dalam bentuk angka dan diikuti satuan. Seperti misalkan panjang dari sebuah meja adalah 20 cm, maka 20 cm merupakan besaran panjang, dengan 20 sebagai angka dan centimeter (cm) sebagai satuan.

Dengan kata lain, bila pengukuran merupakan nilai/ besaran suatu benda (physical quantity) dibanding unit (alat pengukur yang memiliki satuan) berlaku hukum berikut: [2]

\[pengukuran \ = \ \frac{besaran \ fisik}{satuan}\] atau
\[besaran \ fisik \ = \ pengukuran \times satuan\]

Suatu benda dapat dikatakan memiliki besaran jika dalam prosesnya memenuhi 3 syarat, yaitu :

  1. Dapat diukur atau dihitung.
  2. Dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai.
  3. Mempunyai satuan.

Berikut tabel besaran, satuan dan simbol yang digunakan berdasarkan Standar Internasional (SI): [3]

Besaran Pokok
Besaran Pokok Simbol Besaran Nama Satuan Simbol Satuan Simbol Dimensi
Panjang \(l\) meter m L
Massa \(m\) kilogram kg M
Waktu \(t\) sekon s T
Kuat Arus \(i\) ampere A I
Suhu \(T\) kelvin K Θ
Jumlah Zat \(N\) mol mol N
Intensitas Cahaya \(I\) candela cd J

Mengenai apa itu standar Internasional (SI), akan kita bahas pada Pengukuran, Besaran, dan Satuan bagian kedua..

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Referensi
  1. Wikipedia contributors, “Measurement,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Measurement&oldid=687987162 (accessed November 4, 2015).
  2. UNITS AND MEASUREMENTS,” http://www.physchem.co.za/extras/units.htm (accessed November 4, 2015).
  3. Wikipedia contributors, “SI base unit,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=SI_base_unit&oldid=687028810 (accessed November 4, 2015).

Kontributor: ,

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Pengukuran, Besaran, dan Satuan #1," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/pengukuran-besaran-dan-satuan-1/ (diakses pada 17 Nov 2018).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.