Tentorku

Uang: Definisi, Fungsi, dan Nilai Uang

About | Materi Pelajaran | Gerbang Informasi | Peta Situs
Laman ini adalah tampilan mode baca. Klik di sini untuk keluar dari mode baca: Uang: Definisi, Fungsi, dan Nilai Uang

Siapa yang tidak membutuhkan uang? Tentu saja semua manusia yang masih memiliki kebutuhan dan keinginan akan suatu barang dan jasa pasti membutuhkan uang. Nah, uang yang akan dibahas pada pelajaran kali ini adalah semua jenis uang (money) dan bukan hanya mata uang (currency). Kedua hal ini sebenarnya berbeda, tetapi sering kali kita menganggap keduanya sama.

Daftar isi

Artikel ini membahas: (1) Definisi Uang; (2) Fungsi Uang; (3) Nilai Uang; dan (4) Jenis-Jenis Uang.

Definisi Uang (Money)

Ada banyak definisi uang dari berbagai ahli, namun sebelum mendefinisikan uang (money), ada baiknya kita belajar sedikit sejarah tentang uang. Apa saja sih benda yang dipergunakan sebagai uang dari masa lalu sampai sekarang?

Uang batu | Oleh Ken Eckert – Own work, CC BY-SA 4.0

Nah, dari contoh-contoh di atas, kita dapat menyimpulkan kalau :

Uang adalah sesuatu yang secara umum dianggap memiliki nilai dan dapat ditukar menjadi barang dan jasa.

Perhatikan saya menggunakan kata “secara umum dianggap” memiliki nilai karena batu gamping dan cangkang kerang yang oleh masyarakat pada waktu itu dianggap memiliki nilai, saat ini sudah tidak lagi dianggap bernilai. Bisa jadi masyarakat saat ini menganggap emas bernilai, tapi masyarakat peradaban ratusan tahun di masa depan sudah tidak lagi menganggap emas bernilai.

Uang kulit kerang | Oleh H. Zell – Own work, CC BY-SA 3.0

Fungsi Uang

Berbagai sumber menggolongkan fungsi uang menjadi dua, yaitu (1) fungsi asli atau fungsi primer, dan (2) fungsi turunan atau fungsi sekunder.[3]

Fungsi Primer Uang

Fungsi Sekunder Uang

Sebagai tambahan, berbagai sumber juga sering menyebutkan tentang tiga fungsi utama uang, yaitu keempat fungsi di atas minus “standar cicilan utang.” Perbedaan ini tidak perlu dirisaukan, yang penting anda paham dan silahkan pilih mana yang lebih mudah anda pahami.[4]

Nilai Uang

Dalam materi teori nilai dalam ilmu ekonomi kita telah belajar bahwa nilai suatu barang dan jasa adalah subjektif, tergantung apakah memberikan kepuasan atau tidak. Nah, karena uang berfungsi sebagai alat tukar, uang pastinya dapat memberikan kepuasan karena bisa ditukar dengan barang dan jasa apapun. Dengan kata lain, uang memiliki daya beli atau purchasing power sehingga bernilai. Nilai ini sering disebut dengan nilai internal.

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Sesuai dengan teori nilai tadi, nilai uang bukan dari bahan, biaya pembuatan, ataupun tenaga kerja. Sebagai contoh, uang yang tidak berwujud seperti mata uang (currency) rupiah digital (saldo bank, OVO, dan GoPay) pun memiliki nilai asalkan bisa digunakan untuk transaksi. Sehingga, ketika uang sudah tidak bisa digunakan untuk transaksi, maka uang tersebut sudah tidak lagi bernilai, seperti pada contoh batu dan kulit kerang.

Nilai Nominal dan Nilai Intrinsik

Lain halnya dengan batu dan kulit kerang. Koin emas dan perak masih bernilai sampai saat ini karena bahan pembuatnya merupakan komoditas yang bernilai tinggi. Nilai uang yang berasal dari bahan pembuatnya disebut dengan nilai intrinsik. Lain halnya dengan koin emas dan perak, mata uang dalam wujud apapun memiliki angka yang tertera. Angka ini disebut dengan nilai nominal.

Jenis-Jenis Uang

Uang Komoditas (Commodity Money)

Uang komoditas adalah uang yang nilainya berasal dari komoditas bahan pembuat uang tersebut. Sudah banyak komoditas yang dijadikan uang sepanjang sejarah manusia, diantaranya:[5]

Koin emas | Oleh Wehwalt – Own work, CC BY-SA 4.0

Uang Kartal (Currency)

Uang kartal merupakan uang yang diputuskan oleh pemerintah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah. Oleh karenanya, uang ini sering juga disebut dengan uang fiat yang berarti perintah.

Di Indonesia hanya rupiah yang dapat (dan wajib) digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, dan masyarakat tidak boleh menolak untuk menerima rupiah. Bank Indonesia mengeluarkan uang kartal dalam dua bentuk, yaitu uang kertas dan uang logam.

Uang Giral (Demand Deposit)

Uang giral atau demand deposit adalah dana yang disimpan pada akun bank dan dana tersebut dapat diambil sewaktu-waktu.[6] Meskipun sama-sama berdenominasi rupiah, uang giral bukanlah alat pembayaran yang sah sehingga masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral seperti bilyet giro dan cek.

Lain halnya dengan uang kartal yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, uang giral merupakan produk dari bank umum atau bank-bank komersial.

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2020, "Uang: Definisi, Fungsi, dan Nilai Uang," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/uang-definisi-fungsi-dan-nilai-uang/ (diakses pada 15 Sep 2020).

Indeks Pelajaran

· © 2018 Tentorku · Semua konten tulisan, gambar, dan video pada situs ini adalah hak cipta Tentorku, kecuali dinyatakan khusus secara tertulis ·