Strategi Menghadapi Penerimaan Mahasiswa Baru


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Strategi Menghadapi Penerimaan Mahasiswa Baru (untuk menghemat pemakaian data).

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2015 tentang penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) telah sedikit banyak merubah cara siswa SMA untuk dapat masuk ke PTN. Saat ini terdapat tiga pola penerimaan mahasiswa baru, pola penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN dilakukan melalui:

  1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dilakukan oleh masing-masing PTN berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik calon mahasiswa;
  2. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang dilakukan oleh PTN secara bersama-sama dengan seleksi yang ditetapkan berdasarkan hasil ujian tertulis atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa; dan/atau
  3. Penerimaan mahasiswa baru secara mandiri yang dilaksanakan sendiri oleh PTN yang seleksinya diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN.

Kemudian, informasi yang sangat penting adalah daya tampung. Jumlah alokasi daya tampung mahasiswa baru program sarjana pada PTN, yaitu:

  1. Paling sedikit 50% (lima puluh persen) pada setiap program studi yang diterima melalui SNMPTN;
  2. Paling sedikit 30% (tiga puluh persen) pada setiap program studi yang diterima melalui SBMPTN; dan
  3. Paling banyak 20% (dua puluh persen) pada setiap program studi yang diterima melalui penerimaan mahasiswa baru secara mandiri yang dilaksanakan oleh masing-masing PTN.
SNMPTN

SNMPTN | Photo by snmptn.ac.id assumed not licensed (Public Domain)

Siswa Berprestasi Memiliki Peluang Paling Besar

Kuota terbesar adalah 50% dari SNMPTN, hal itu berarti siswa yang memiliki prestasi terbaik dan stabil akan lebih berpeluang. SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/MA dan SMK/MAK yang masa belajarnya 3 (tiga) tahun atau semester 1 (satu) sampai dengan semester 7 (tujuh) bagi SMK/MAK yang masa belajarnya 4 (empat) tahun, dan portofolio akademik. Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan rekam jejak prestasi akademik di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Artinya kesiapan dan performa akademik siswa secara dini adalah hal yang sangat penting sekarang ini.

Tidak Lolos SNMPTN Masih Ada Harapan di SBMPTN dan PMB Mandiri (UM)

Apabila siswa berprestasi tidak lolos SNMPTN, tidak perlu khawatir karena masih bisa mengikuti tes lain untuk berebut kuota 50%. Namun persaingan akan semakin ketat karena siswa akan bersaing dengan semua siswa tanpa melihat prestasi akademiknya. Asalkan bisa mengerjakan tes dengan benar, maka siswa akan lolos masuk PTN.

Strategi Terbaik Menghadapi Penerimaan Mahasiswa Baru

Siswa sebaiknya mulai siap sejak dini (belajar sejak awal) sehingga memiliki prestasi akademik yang baik. Apabila memiliki prestasi akademik yang baik, maka siswa tidak perlu berebut kuota dengan semua siswa pada SBMPTN dan PMB Mandiri. Setidaknya apabila siswa tidak lolos SNMPTN, siswa masih lebih siap dari mayoritas siswa lain dalam menghadapi SBMPTN dan PMB Mandiri, sehingga kemungkinan lolos tes tertulis akan semakin besar.

Sistem ini terlihat lebih adil karena sistem ini melihat prestasi siswa secara berkelanjutan. Pada seleksi beberapa tahun lalu, siswa hanya cukup lolos tes tertulis saja untuk dapat masuk PTN, sehingga mengakibatkan siswa hanya belajar giat pada akhir masa studinya saja. Kemudian banyak bimbingan belajar menggelar les intensif dengan metode asal-asalan, yang mengakibatkan siswa menjadi tidak paham akan konsep pelajaran tapi hanya hafal tipe soal dan cara mengerjakan secara cepat saja.

Itulah sekilas pembahasan mengenai Strategi Menghadapi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi, semoga bermanfaat. Persiapkan diri anda lebih dini bersama kami. Seperti biasa, semoga hari anda menyenangkan 🙂

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Strategi Menghadapi Penerimaan Mahasiswa Baru," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/strategi-menghadapi-penerimaan-mahasiswa-baru/ (diakses pada 21 Aug 2017).

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.