Tentorku

Sistem Ekonomi Pasar Bebas

Laman ini adalah tampilan ponsel kilat. Akses versi lengkap laman ini di: Sistem Ekonomi Pasar Bebas (untuk mengaktifkan menu dan desain).

Sistem ekonomi pasar (bebas) adalah suatu sistem perekonomian di mana individu dan perusahaan swasta (privat) membuat keputusan penting terkait dengan produksi dan konsumsi.[1] Lain halnya dengan sistem ekonomi komando yang kegiatan perekonomian diatur oleh pemerintah, kegiatan perekonomian sistem ekonomi pasar bebas “diatur” menggunakan mekanisme pasar. Mekanisme pasar adalah proses di mana individu atau perusahaan sepakat untuk bertukar barang dan jasa, umumnya melalui pembayaran dalam bentuk uang. Pasar menentukan alokasi sumber daya, berapa banyak barang yang harus dihasilkan, dan berapa harganya; sesuai dengan permintaan dan penawaran.[2]

Adam Smith dan Invisible Hand

Ide bahwa kegiatan perekonomian dapat berlangsung tanpa kekacauan ketika dilakukan oleh individu, muncul dari Adam Smith, seorang filsuf dan ekonom berkebangsaan Skotlandia. Adam Smith sering disebut-sebut sebagai bapak ekonomi karena idenya merupakan pondasi sistem ekonomi modern saat ini.

Adam Smith | Gambar oleh J.H. Romanes (Wikipedia) adalah tidak berlisensi (Public Domain)

Menurut Adam Smith:

“Setiap individu berupaya untuk menggunakan modalnya sehingga produknya dapat memiliki nilai terbesar. Ia umumnya tidak bermaksud untuk mendorong kepentingan publik, atau tahu berapa banyak telah memajukannya. Ia hanya memiliki tujuan untuk keamanan dirinya sendiri, hanya untuk keuntungannya sendiri. Dan ia dalam hal ini dituntun oleh tangan tak terlihat (invisible hand) untuk mendorong hasil akhir yang bukan bagian dari niatnya. Dengan mengejar kepentingannya sendiri ia sering lebih efektif untuk memajukan masyarakat, daripada ketika ia benar-benar bermaksud untuk memajukannya.”[1]

Invisible hand dalam hal ini adalah manfaat sosial yang muncul secara tidak disengaja akibat dari aksi individu. Ide ini adalah ide yang kuat di bidang ilmu ekonomi karena mengusulkan apabila terdapat pasar persaingan sempurna, pengejaran kepentingan diri individu akan mempromosikan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, hampir seolah-olah individu itu dipimpin oleh tangan tak terlihat untuk melakukannya.

Ide kunci:[3]

Sistem Ekonomi Laissez Faire

Laissez faire secara literal diterjemahkan menjadi “biarkan (mereka) melakukan,” namun kemudian lebih sering diartikan luas menjadi “biarkan orang-orang melakukan apa yang mereka kehendaki.”[4]

Sistem ekonomi laissez faire seringkali disebut sebagai bentuk paling murni dari sistem ekonomi pasar bebas, di mana pemerintah sama sekali tidak ikut campur tangan dalam pengambilan keputusan perekonomian. Dalam sistem ekonomi ini, individu dan perusahaan mengejar kepentingan mereka sendiri tanpa adanya arahan atau aturan (dari pemerintah). Sesuai dengan konsep invisible hand dari Adam Smith, perilaku dari individu-individu itulah yang menentukan hasil perekonomian.[1][5]

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Dalam dunia ini tidak ada satu negara pun yang menggunakan sistem ekonomi ini (secara murni). Hal ini disebabkan karena pemerintahan di suatu negara dapat dipastikan akan memiliki kebijakan tertentu untuk mengendalikan perekonomian dalam batas-batas tertentu.

Perbedaan Pasar Bebas, Kapitalis, dan Liberal

Istilah pasar bebas, kapitalis, serta liberal seringkali dianggap sama, padahal ketiga istilah ini memiliki makna yang berbeda.

Pasar bebas adalah suatu sistem ekonomi di mana harga barang dan jasa ditentukan oleh pasar terbuka, di mana hukum penawaran dan permintaan dapat berlaku dengan bebas (tidak ada intervensi). Konsekuensi dari hal ini adalah kebebasan individu dalam membuat keputusan ekonomi (liberal), kemudian individu dapat memiliki hak milik atas faktor produksi dan beroperasi untuk keuntungan dirinya (kapitalis).[6]

Kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi berbasis kepemilikan privat terhadap faktor-faktor produksi, dan beroperasi untuk mencari keuntungan (en: profit). Karakteristiknya adalah hak milik privat, upah buruh, akumulasi modal, motivasi mencari keuntungan, dan pasar yang kompetitif.[7]

Liberalisme adalah filosofi politik berdasarkan kebebasan dan persamaan derajat. Dengan demikian, liberalisme ekonomi berarti paham dalam mengatur perekonomian berdasarkan baris individu, pengambilan keputusan ekonomi dilakukan oleh individu atau rumah tangga dan bukan oleh institusi kolektif atau organisasi.[8]

Ketiga istilah diatas memiliki keterkaitan yang sangat erat, sehingga apabila kita menyebut kata sistem ekonomi pasar bebas, maka secara tidak langsung juga melibatkan kapitalisme dan liberalisme. Walaupun hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebagai contoh, misalnya negara Amerika Serikat yang menganut kapitalisme, mereka tidak sepenuhnya (murni) mengimplementasikan pasar bebas dan liberalisme ekonomi karena pemerintah melakukan regulasi di berbagai bidang. Kemudian, perusahaan-perusahaan besar memiliki pengaruh yang kuat dalam perekonomian (kadang melakukan monopoli). Hal ini bertentangan dengan prinsip pasar bebas di mana hukum permintaan dan penawaran berlaku dengan bebas.

Spektrum sistem ekonomi | Gambar berlisensi hak cipta Tentorku

Oleh karena itu, tidak ada negara yang benar-benar (murni) menggunakan sistem ekonomi pasar bebas atau murni laissez-faire. Yang ada adalah negara yang cenderung lebih (jauh) mengarah pada pasar bebas apabila dilihat dari spektrum sistem ekonomi. Negara-negara yang sering disebut menggunakan sistem pasar bebas/kapitalis/liberal diantaranya adalah:[9]

Berikut ini adalah kesimpulannya:[10]

Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar Bebas

Keunggulan sistem ekonomi pasar bebas antara lain:[11][12]

Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar Bebas

Kelemahan sistem ekonomi pasar bebas antara lain:[11][12]

Referensi
  1. Samuelson & Nordhaus, 2009, “Market, Command, and Mixed Economies,” Economics, 19th edition, McGraw-Hill, New York, NY.
  2. Kontributor Tentorku, 2016, “Masalah Dasar Organisasi Ekonomi (Apa, Bagaimana, Untuk Siapa),” Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/masalah-pokok-organisasi-ekonomi/#sistem-ekonomi (diakses 04 November 2016).
  3. Acemoglu et al., 2015, “Chapter 7: Perfect Competition and the Invisible Hand,” Microeconomics, Pearson Education, Inc., U.S.
  4. Mankiw, N. G., 2014, “7-3 Market Efficiency,” Principles of Economics, 7th edition, Cengage Learning, Stamford, CT.
  5. Case et al., 2011, “Economic Systems and the Role of Government,” Principles of Economics, 10th edition, Prentice Hall, Boston, MA.
  6. Wikipedia contributors, “Free market,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Free_market&oldid=746051351 (diakses 04 November 2016).
  7. Wikipedia contributors, “Capitalism,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Capitalism&oldid=747724225 (diakses 04 November 2016).
  8. Wikipedia contributors, “Economic liberalism,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Economic_liberalism&oldid=744727843 (diakses 04 November 2016).
  9. Wikipedia contributors, “List of countries by economic freedom,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=List_of_countries_by_economic_freedom&oldid=736337857 (diakses 04 November 2016).
  10. Kivumbi, 2011, “Difference Between Capitalism and Free market,” DifferenceBetween.net, http://www.differencebetween.net/business/difference-between-capitalism-and-free-market/ (diakses 04 November 2016).
  11. Metcalf, T., 2012, “Pros & Cons of Market Economies,” Chron, http://smallbusiness.chron.com/pros-cons-market-economies-58684.html (diakses 04 November 2016).
  12. Eko, Y., 2009, “Mengidentifikasi Sistem Ekonomi, Untuk Memecahkan Masalah Ekonomi,” Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
  13. CrashCourse, 2015, “Economic Systems and Macroeconomics: Crash Course Economics #3,” Youtube, https://www.youtube.com/watch?v=B43YEW2FvDs (diakses 04 November 2016).

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2016, "Sistem Ekonomi Pasar Bebas," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/sistem-ekonomi-pasar-bebas/ (diakses pada 20 Jan 2019).

Materi Pelajaran Terkait:

Indeks Pelajaran

· © 2018 Tentorku · Semua konten tulisan, gambar, dan video pada situs ini adalah hak cipta Tentorku, kecuali dinyatakan khusus secara tertulis ·