Tentorku

Sistem Ekonomi Komando dan Terencana

Laman ini adalah tampilan ponsel kilat. Akses versi lengkap laman ini di: Sistem Ekonomi Komando dan Terencana (untuk mengaktifkan menu dan desain).

Sistem ekonomi komando adalah suatu sistem perekonomian di mana pemerintah memiliki faktor-faktor produksi dan mengatur semua keputusan penting terkait produksi dan distribusi, yaitu: jenis output yang hendak diproduksi, berapa banyak output yang hendak diproduksi, serta harga output tersebut.[1][2] Dalam sistem ekonomi komando yang “murni”, hak milik individu tidak diakui, pemerintah memiliki hampir seluruh faktor produksi (tanah dan modal), memiliki dan mengatur operasi perusahaan, mempekerjakan dan mengatur hampir semua tenaga kerja, serta menentukan pembagian output barang dan jasa dalam masyarakat.[3]

Perbedaan Sistem Ekonomi Komando dan Terencana

Seringkali sistem perekonomian komando dianggap sama dengan sistem perekonomian terencana/terpusat (en: planned/centrally-planned), akan tetapi ada juga yang berpendapat bahwa keduanya memiliki perbedaan. Kerancuan ini terjadi karena memang perbedaan antara keduanya seringkali terlupakan. Sistem perekonomian terencana adalah sistem perekonomian yang bercirikan dengan adanya unsur perencana, yaitu pemerintah yang mengendalikan dan mengatur produksi, distribusi, harga, dll; sementara sistem perekonomian komando, walaupun sama-sama memiliki unsur perencana, tetapi juga melibatkan unsur kepemilikan publik yang substansial pada faktor produksi.

Spektrum sistem ekonomi | Gambar berlisensi hak cipta Tentorku

Jadi, sistem ekonomi komando adalah juga sistem ekonomi terencana, tetapi tidak sebaliknya. Karena pada sistem ekonomi terencana dimungkinkan adanya kepemilikan privat pada faktor produksi.[4]

Perbedaan Sistem Ekonomi Komando, Terencana, Komunisme, dan Sosialisme

Penggunaan istilah sistem perekonomian komando atau terencana, dengan ideologi komunisme atau sosialisme seringkali tertukar-tukar, padahal perbedaan antaranya sangatlah jelas. Sistem ekonomi komando dan terencana jelas merupakan suatu sistem ekonomi saja, sedangkan komunisme dan sosialisme adalah ideologi politik, sosial, dan ekonomi.

Tujuan utama komunisme adalah menciptakan masyarakat komunis, yaitu tatanan sosial-ekonomi yang berdasarkan kepemilikan yang sama (rata) terhadap faktor produksi, pembagian output yang rata, serta tidak adanya kelas-kelas sosial. Atau dengan kata lain, hak milik individu dihilangkan.[5] Oleh karena itu, sistem perekonomian yang sesuai dengan ideologi komunisme adalah sistem ekonomi komando.

Karl Marx | Gambar oleh John Jabez Edwin Mayall (Wikipedia) adalah tidak berlisensi (Public Domain)

Karakteristik utama dari sosialisme adalah adanya kepemilikan sosial (en: social ownership), serta adanya pengendalian yang demokratis pada faktor-faktor produksi. Yang dimaksud sebagai kepemilikan sosial antara lain: kepemilikan publik, kolektif, dan kooperatif.[6] Kepemilikan sosial ini dapat melibatkan kepemilikan privat yang terbatas, sehingga sistem perekonomian yang cocok dengan sosialisme adalah sistem ekonomi terencana.

Namun sebelum kita menilai lebih jauh ideologi dan sistem perekonomian suatu negara, kita harus tahu bahwa tidak ada negara di dunia saat ini yang “murni” komunis. Negara yang menyebut dirinya komunis sebenarnya adalah juga sosialis.[7] Sehingga, tidak ada negara yang “murni” menggunakan sistem ekonomi komando, mereka sebenarnya menggunakan sistem ekonomi terencana. Semuanya memiliki penyesuaian di berbagai aspek, tergantung pada negara penganutnya, serta perubahan jaman. Negara yang sering disebut memiliki sistem ekonomi komando/terencana adalah:

Kelebihan Sistem Ekonomi Komando

Keunggulan sistem ekonomi komando antara lain:[8][9]

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Kekurangan Sistem Ekonomi Komando

Kelemahan sistem ekonomi komando antara lain:[8][9]

Referensi
  1. Investopedia contributors, “Command Economy,” Investopedia, http://www.investopedia.com/terms/c/command-economy.asp (diakses 25 Oktober 2016).
  2. Case et al., 2011, “Economic Systems and the Role of Government,” Principles of Economics, 10th edition, Prentice Hall, Boston, MA.
  3. Samuelson & Nordhaus, 2009, “Market, Command, and Mixed Economies,” Economics, 19th edition, McGraw-Hill, New York, NY.
  4. Wikipedia contributors, “Planned economy,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Planned_economy&oldid=744117949 (diakses 25 Oktober 2016).
  5. Wikipedia contributors, “Communism,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Communism&oldid=744345409 (diakses 25 Oktober 2016).
  6. Wikipedia contributors, “Socialism,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Socialism&oldid=745356045 (diakses 25 Oktober 2016).
  7. CrashCourse, 2015, “Economic Systems and Macroeconomics: Crash Course Economics #3,” Youtube, https://www.youtube.com/watch?v=B43YEW2FvDs (diakses 25 Oktober 2016).
  8. Pettinger, T., 2012, “Command economy,” EconomicsHelp.org, http://www.economicshelp.org/blog/glossary/command-economy/ (diakses 25 Oktober 2016).
  9. Eko, Y., 2009, “Mengidentifikasi Sistem Ekonomi, Untuk Memecahkan Masalah Ekonomi,” Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2016, "Sistem Ekonomi Komando dan Terencana," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/sistem-ekonomi-komando-terencana/ (diakses pada 20 Jan 2019).

Materi Pelajaran Terkait:

Indeks Pelajaran

· © 2018 Tentorku · Semua konten tulisan, gambar, dan video pada situs ini adalah hak cipta Tentorku, kecuali dinyatakan khusus secara tertulis ·