Sindrom Sekolah Favorit


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Sindrom Sekolah Favorit (untuk menghemat pemakaian data).

Sekolah negeri favorit memang menawarkan kebanggaan tersendiri bagi orang tua dan bagi siswa, siapa yang tidak bangga ketika bisa berkata,

Tante: “Kamu sekolah di mana sekarang?”
Budi: “Saya bersekolah di SMPN x atau SMAN x :)”
Tante: “Wah kamu pasti pintar ya!”

Malcolm Gladwell, seorang jurnalis, penulis, dan pembicara terkenal dari Canada [1] dalam Konferensi Zeitgeist menyebut hal tersebut sebagai Elite Institution Cognitive Disorder (EICD), bahasa mudahnya adalah sindrom sekolah favorit. (Walaupun lebih tepat disebut gangguan kognitif institusi favorit).

malcolm-gladwell

youtube.com/watch?v=3UEwbRWFZVc | Video by ZeitgeistMinds is licensed under Standard YouTube License

Fakta pada Sekolah Favorit

Berdasarkan cerita Gladwell, pada setiap sekolah pasti siswa dapat dikategorikan menjadi siswa yang memiliki nilai baik, rata-rata, atau buruk. Sekolah favorit tidak luput dari tiga kelas tersebut, selalu ada siswa yang top, siswa yang rata-rata, dan siswa yang gagal. Katakanlah 20% siswa yang gagal pada sekolah favorit tersebut masih termasuk dalam 20% siswa top pada sekolah non-favorit, seharusnya kinerja dan karya yang dihasilkan adalah seimbang bukan? Seharusnya nilai pada akhir evaluasi belajar 20% siswa gagal di sekolah favorit vs 20% siswa pandai di sekolah non-favorit adalah sama!

Faktanya, 20% siswa gagal di sekolah favorit tersebut drop-out tetapi 20% siswa top pada sekolah non-favorit berprestasi. Fakta unik ini mungkin menakutkan bagi anda yang sudah terlanjur ngefans berat dengan sekolah favorit. Ada beberapa hal yang dapat menjelaskan fakta tersebut: (1) Siswa yang gagal sudah tertanam pikiran yang kuat bahwa saya adalah orang yang gagal dan tidak bisa sukses, sehingga mengalami kemunduran sedikit demi sedikit. (2) Siswa yang top akan lebih percaya diri sehingga tertanam pikiran bahwa saya adalah siswa yang hebat lalu mulai mengembangkan dirinya lebih lagi.

Prestasi Tidak Hanya Ditentukan Oleh IQ

Apabila menggunakan logika sederhana, seharusnya semua siswa di sekolah favorit adalah siswa yang pandai sehingga semua akan sukses, namun mengapa secara statistik selalu ada top, rata-rata, gagal? Rupanya dari sisi psikologis juga mempengaruhi, sehingga anda sebaiknya memilih sekolah di mana anda bisa menjadi top performer. Lalu bagaimana bila sudah terlanjur? anda sudah mengalami kemunduran sejak anda masuk sekolah. Anda merasa salah masuk sekolah, anda merasa tidak termotivasi? Itulah tugas orang tua yang seharusnya paham mengenai masalah psikologis anak 🙂

Statistik PPDB SMP dan SMA Yogyakarta 2014/15

Statistik PPDB SMP Jalur Reguler periode 2014/2015
NAMA SMP YOGYAKARTA TERENDAH TERTINGGI RATA-RATA
SMP NEGERI 1 27.650 29.300 28.104
SMP NEGERI 2 27.450 29.500 28.045
SMP NEGERI 3 25.250 27.050 25.680
SMP NEGERI 4 26.900 28.200 27.350
SMP NEGERI 5 28.150 30.600 28.810
SMP NEGERI 6 27.100 28.900 27.644
SMP NEGERI 7 26.700 28.900 27.370
SMP NEGERI 8 28.150 29.600 28.677
SMP NEGERI 9 27.450 29.550 28.179
SMP NEGERI 10 26.850 28.850 27.480
SMP NEGERI 11 25.850 27.450 26.505
SMP NEGERI 12 26.400 28.500 26.954
SMP NEGERI 13 25.650 27.700 26.292
SMP NEGERI 14 25.800 27.650 26.237
SMP NEGERI 15 25.550 27.400 26.128
SMP NEGERI 16 26.200 29.050 26.890
Statistik PPDB SMA Jalur Reguler periode 2014/2015
NAMA SMA YOGYAKARTA TERENDAH TERTINGGI RATA-RATA
SMA NEGERI 1 37.55 39.20 38.12
SMA NEGERI 2 36.70 38.20 37.26
SMA NEGERI 3 37.90 39.60 38.36
SMA NEGERI 4 35.05 37.85 35.98
SMA NEGERI 5 36.05 38.15 36.84
SMA NEGERI 6 36.25 38.00 36.81
SMA NEGERI 7 35.30 37.55 36.05
SMA NEGERI 8 37.20 38.75 37.63
SMA NEGERI 9 35.85 37.55 36.42
SMA NEGERI 10 33.95 36.40 34.66
SMA NEGERI 11 34.45 37.00 35.42

Statistik di atas tidak jauh berbeda dari statistik tahun-sebelumnya, namun apakah siswa-siswa yang ada di sekolah-sekolah favorit akan memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses pada masa depan? Berapa banyak alumni yang akhirnya menjadi tokoh-tokoh yang berguna bagi masyarakat? Apabila tidak ada studi mengenai hal ini, maka bisa dikatakan bahwa keyakinan orang tua kalau anaknya akan lebih sukses di sekolah favorit hanyalah mitos.

Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Sindrom Sekolah Favorit," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/sindrom-sekolah-favorit/ (diakses pada 20 Apr 2018).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.