Sejarah Teori Atom


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Sejarah Teori Atom (untuk menghemat pemakaian data).

Beberapa dari kita mungkin pernah berpikir, benda apa yang paling kecil di muka bumi ini? Beberapa mungkin lebih sering menebak yang terkecil di muka bumi ini adalah semut, kuman, bakteri, dan sebagainya. Namun tahukah kalian bahwa benda kecil tersebut masih bisa dibelah lagi? Lalu apa sebutan untuk benda yang super kecil hingga tak dapat dibelah lagi? Benda tersebut, diberi nama atom.

Atom merupakan bagian terkecil dari suatu benda, yang masih memiliki sifat asli dari benda tersebut. Sejarah teori atom berawal dari Democritus, seorang filsuf Yunani yang pada masa itu berpendapat misalnya kita memiliki sebuah apel, dan membelahnya menjadi dua, empat, dan seterusnya. Pada suatu saat apel tersebut akan menjadi terlalu kecil sehingga tidak bisa dibelah lagi, itulah asal mula atom (dalam ilustrasi di atas, kata apel sebenarnya adalah zat, hanya digunakan untuk membayangkan saja). Kata atom sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno, atomos yang berarti a = un dan tomos = cuttable, dengan kata lain atomos memiliki arti uncuttable (tidak dapat dibelah lagi). [1]

sejarah-teori-atom

youtube.com/watch?v=xazQRcSCRaY | Video by TED-Ed is licensed under Standard YouTube License

Sayangnya, ide-ide atom Democritus tidak memiliki efek abadi pada filsuf Yunani lainnya, termasuk Aristoteles. Bahkan, Aristoteles menolak ide atom dan menganggapnya sebagai tidak berharga. [2] Orang pada masa itu menganggap pendapat Aristoteles sangat penting dan jika Aristoteles berpikir ide atom tidak ada gunanya, maka kebanyakan orang lain juga berpikir demikian. Selama lebih dari 2000 tahun tidak ada yang melakukan apa-apa untuk melanjutkan eksplorasi yang sudah dimulai oleh Yunani dalam menjelaskan sifat zat. Tidak sampai awal tahun 1800-an, ketika orang-orang mulai mempertanyakan lagi bagaimana struktur zat.

Tabel Sejarah Teori Atom
TahunTokohPenemuan
440 BCEDemocritusIstilah "atom" tercipta
1808John DaltonTeori atom Dalton, bola padat dan keras (pejal) yang tidak dapat dibagi lagi
1897Joseph John ThomsonModel roti kismis, model ini diumpamakan dengan kismis-kismis muatan negatif (elektron) yang tertanam dalam bola bermuatan positif yang seragam
1911Ernest RutherfordMelakukan eksperimen yang membuktikan adanya muatan positif (proton) yang terkonsentrasi pada inti (nukleus)
1913Niels BohrTeori atom Bohr, yang merupakan pondasi teori kuantum modern
1927Werner HeisenbergPrinsip ketidakpastian Heisenberg → ketidakpastian posisi elektron pada orbital
1932James ChadwickMelakukan eksperimen yang membuktikan adanya neutron

Konsep atom pertama kali dicetuskan oleh Democritus itu akhirnya dikembangkan oleh John Dalton pada tahun 1800-an. Sayangnya, teori yang dibuat oleh Dalton masih belum memuaskan, sebab berdasarkan beberapa percobaan ternyata atom masih bisa dipecah menjadi beberapa partikel penyusunnya, yaitu: proton, neutron dan elektron.

Elektron adalah bagian atom yang bermuatan negatif, ditemukan oleh J. J. Thomson pada tahun 1897. [4] Proton merupakan bagian dari atom yang bermuatan positif, ditemukan oleh E. Rutherford pada tahun 1911. [5] Di suatu saat antara Thomson dan Chadwick, para fisikawan menyadari bahwa seharusnya ada muatan positif di dalam atom untuk menyeimbangkan muatan negatif elektron, sehingga dapat membentuk atom yang bermuatan netral. Oleh karena itu siapa yang menjadi penemu proton sering menjadi perdebatan, namun Rutherford-lah yang membuktikan ini melalui eksperimen. Dalam eksperimen ia menemukan bahwa atom mempunyai muatan positif yang terkonsentrasi di inti yang mengandung sebagian besar dari massa atom. Neutron merupakan bagian atom yang tak bermuatan dan ditemukan pada tahun 1932 oleh James Chadwick. [6]

Sejak masa Rutherford telah diketahui bahwa nomor massa (A) dari nukleus lebih besar dari dua kali dari nomor atom (Z) untuk sebagian besar atom. Secara esensial semua massa dari sebuah atom terkonsentrasi dalam nukleus. Mulai dari sekitar tahun 1930 proton dan elektron telah dianggap sebagai partikel dasar, tetapi entah bagaimana membutuhkan sejumlah kecil elektron yang terikat di nukleus untuk meniadakan sebagian muatan proton (pada saat ini kita tahu bahwa hal itu tidak dapat terjadi karena tidak terdapat energi yang cukup). Akhirnya Chadwick berhasil menghitung massa dari neutron, sehingga lengkaplah penyusun sebuah atom.

Referensi

Kontributor: ,

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Sejarah Teori Atom," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/sejarah-teori-atom/ (diakses pada 26 Mar 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.