Panduan Metode Ilmiah untuk Pemula


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Panduan Metode Ilmiah untuk Pemula (untuk menghemat pemakaian data).

Metode ilmiah adalah teknik untuk menyelidiki fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Metode ilmiah sebenarnya berbeda dengan metode penelitian, karena penggunaan metode ilmiah tidak harus dalam kerangka penelitian. Akan tetapi, metode penelitian yang baik selalu menggunakan metode ilmiah sebagai panduannya. Kita sebenarnya dapat menggunakan metode ilmiah untuk fenomena sehari-hari, seperti menguji berita, ide, atau peristiwa.

Daftar isi

Bab ini membahas tiga langkah (proses) dasar dalam metode ilmiah, yaitu: (1) mengamati; (2) mengusulkan penjelasan; dan (3) menguji penjelasan. [1]

Metode Ilmiah

Metode Ilmiah | Photo by Ladybug’s Teacher Files is shared for public

Mohon dicatat: artikel panduan metode ilmiah untuk pemula ini menjelaskan metode ilmiah (bukan metode penelitian) dalam tingkatan yang paling sederhana (untuk pemula), sehingga mungkin tidak sesuai untuk anda yang sudah mahir.

Mengamati

Pengamatan adalah langkah pertama dalam metode ilmiah, pengamatan yang baik akan fenomena-fenomena di sekitar kita akan dapat memunculkan pertanyaan yang berkualitas. Yang terkenal adalah kisah apel Newton, ketika Newton mengamati ada buah apel yang jatuh, maka timbul pertanyaan “mengapa benda jatuh ke bawah, dan bukan ke atas?” Kita harus memastikan fakta-fakta fenomena di sekitar kita. Pengamatan dapat dilakukan dengan berbagai hal, mendengarkan keterangan, ceramah, kuliah, dapat juga membaca buku di perpustakaan. Semakin luas pengetahuan kita, maka akan timbul berbagai pertanyaan baru yang belum pernah kita pikirkan sebelumnya.

metode-ilmiah

youtube.com/watch?v=F8UFGu2M2gM | Video by TED-Ed is licensed under Standard YouTube License

Mengusulkan Penjelasan

Dalam mengusulkan penjelasan, kita harus mengerti fenomena yang menjadi pertanyaan tersebut, sehingga usulan penjelasan kita bermutu dan tidak asal-asalan. Untuk dapat memberikan usulan yang bermutu, kita harus mengumpulkan informasi yang berkaitan dan valid. Misalnya, ketika kita mengamati bahwa ada fenomena “kesurupan” yang terjadi di desa kita, apa usulan penjelasan yang yang akan kita berikan? (1) Kesurupan terjadi karena ada jin di pohon besar yang masuk ke tubuh korban, atau (2) Kejang-kejang yang biasa disebut kesurupan di lingkungan saya sebenarnya adalah karena serangan epilepsi. Terlihat bahwa usulan (1) mungkin tidak kita buat berdasarkan informasi yang valid (hanya membaca dari sosial media, forum, situs anonim, dll). Usulan (2) terlihat lebih masuk di akal karena diperoleh dari studi berbagai literatur.

Menguji Penjelasan

Bagaimana kita mengetahui penjelasan nomor (2) benar, dan usulan nomor (1) salah? Tentu kita harus melakukan uji secara ilmiah. Bagaimana cara kita menguji bergantung pada jenis dan kasus pada usulan kita. Misalnya kita dapat mengamati dan memberikan perlakuan tertentu pada korban “kesurupan”. Caranya dengan mempelajari sejarah kesehatan penderita “kesurupan” dan mencari tahu apa pemicu (trigger) “kesurupan” tersebut. Akhirnya kita tahu dan dapat membuktikan bahwa pemicu “kesurupan” adalah panas terik dan kelelahan, berdasarkan sejarah kesehatan, eksperimen, dan pindaian gelombang otak. Kesurupan yang terjadi di desa kita tidak lain adalah serangan epilepsi.

Mengapa metode ilmiah penting bagi kehidupan?
Metode ilmiah menjelaskan fenomena kehidupan berdasarkan bukti, apabila penjelasan yang diusulkan tidak dapat dibuktikan, maka usulan tersebut ditolak. Terkadang pengetahuan umum (common sense) manusia dapat salah, contoh yang paling terkenal adalah ketika jaman dahulu orang berpendapat bahwa kecepatan benda jatuh proporsional dengan massa benda, secara logika umum hal itu diterima, nyatanya terbukti salah. Sama juga dengan anggapan bahwa bumi berbentuk datar dan merupakan pusat tata surya.

Menggunakan panduan metode ilmiah untuk pemula ini, kita tidak akan mudah dibodohi, ketika orang menjelaskan khasiat batu akik, kita dapat bertanya apa unsurnya? Bagaimana cara kerjanya? Bagaimana anda menguji khasiatnya? Berapa sampel orang yang anda uji? 😀

like-fb-tentorku

Apabila Anda menyukai artikel Tentorku, bantu Tentorku untuk tumbuh di www.facebook.com/tentorku/

Di literatur SMA Kelas 10, metode ilmiah memiliki 5 tahap: [2]

  1. Perumusan masalah
  2. Penyusunan kerangka berpikir
  3. Hipotesis
  4. Pengujian hipotesis
  5. Penarikan kesimpulan

Intinya sama dengan yang sudah penulis jelaskan, namun sedikit lebih rinci dan formal.

Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Panduan Metode Ilmiah untuk Pemula," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/panduan-metode-ilmiah-untuk-pemula/ (diakses pada 20 Nov 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.