Site icon Tentorku

Mengenal Tanaman Kopi di Indonesia: Jenis dan Manfaatnya

About | Materi Pelajaran | Gerbang Informasi | Peta Situs
Laman ini adalah tampilan mode baca. Klik di sini untuk keluar dari mode baca: Mengenal Tanaman Kopi di Indonesia: Jenis dan Manfaatnya

Meminum kopi di pagi hari sudah merupakan rutinitas yang tidak terlupakan bahkan menjadi gaya hidup. Banyak orang mengawali aktivitasnya dengan meminum kopi karena dianggap dapat menambah asupan energi. Kopi adalah minuman seduhan dari biji kopi yang telah dihaluskan menjadi bubuk. Sebelum dinikmati proses kopi menjadi secangkir minuman sangat panjang lho. Kita harus memanen biji kopi dengan mesin ataupun dengan tangan kemudian dilakukan pengeringan sebelum menjadi kopi gelondong. Tidak berhenti sampai disitu saja ternyata setelah dikeringkan, biji kopi harus disangrai dengan tingkat derajat tertentu baru, digiling sampai halus sehingga dapat diseduh.[1]

Biji Kopi Panggang | Gambar oleh Gideon Putra dari Pixabay

Daftar isi

Pelajaran ini membahas: (1) Tanaman Kopi; (2) Jenis Kopi Utama di Indonesia; (3) Kopi Luwak, Kopi Khas Indonesia dan (4) Manfaat Minum Kopi.

Tanaman Kopi

Sebelum kita mengenal jenis-jenis kopi yang sering dikonsumsi dan manfaatnya, mari kita menggali lebih dalam tentang tanaman kopi. Genus tanaman kopi adalah Coffea dengan famili Rubiaceae. Tanaman kopi merupakan tanaman semak atau pohon kecil yang berdaun lebat. Daun tanaman kopi berwarna hijau tua dan berkilau, berbentuk lanset lebar dan bergelombang. Semak kopi memiliki bunga berbentuk bintang yang berwarna putih dan memiliki aroma menyenangkan.[2] Awal dari perkembangan bunga kopi adalah pembentukan bakal bunga (primordia) kemudian bunga tumbuh, mekar dan terjadi penyerbukan kemudian terjadi pembuahan bunga kopi. Tanaman kopi berbunga dari mata tunas yang berada di ketiak-ketiak daun (axils) pada cabang plagiotrop atau cabang yang arahnya mendatar. Primordia bunga mulai terbentuk pada akhir musim penghujan sekitar 2-3 bulan sampai pertengahan musim kemarau. Setelah terbentuk kuncup-kuncup bunga maka terjadi fase dorman atau bisa disebut 'stadium lilin'. Pemekaran bunga memerlukan hujan sebagai pemicu kuncup-kuncup bunga tersebut untuk mekar. Tanaman kopi termasuk tipe gregarius yaitu tanaman yang bunganya mekar secara serentak. Setelah bunga mekar kepala sari melepas serbuk sari yang terbawa angin menuju kepala putik kemudian terjadi pembuahan.[3]

Jenis Kopi Utama di Indonesia

Kopi merupakan komoditas tanaman perkebunan yang paling banyak diperdagangkan. Kopi merupakan tanaman tahunan yang memiliki usia produktif hingga 20 tahun. Kopi banyak dikonsumsi di negara-negara Benua Eropa dan Amerika Utara. Budidaya kopi sendiri terpusat di Amerika Latin, Asia-Pasifik, Amerika Tengah dan juga Afrika.[4]

Di Indonesia, kamu dapat menemukan berbagai macam kopi di berbagai daerah. Faktor tanah, ketinggian, dan kelembaban yang menyebabkan kopi yang dibudidayakan di daerah satu dengan daerah yang lain berbeda. Terdapat 4 jenis tanaman kopi yang umum dijumpai oleh para pecinta kopi di Indonesia, yaitu:[5]

Arabika

Rasa dari jenis kopi ini cenderung asam dengan rasa pahit yang tipis. Selain itu kopi ini memiliki kandungan kafein paling rendah diantara kopi-kopi yang lain sehingga wajar kopi ini paling banyak dan paling umum dikonsumsi oleh masyarakat. Namun kopi ini paling sulit untuk dibudidayakan karena tanaman harus tumbuh di ketinggian tertentu untuk berbuah.

Kopi Arabica | Gambar oleh H. Zell (via Wikipedia Commons) adalah berlisensi CC BY-SA 3.0

Robusta

Dibanding kopi-kopi yang lain kopi robusta memiliki kandungan kafein paling tinggi. Robusta memberikan rasa pahit dengan sensasi rasa seperti gandum dan saat diminum kopi ini terasa kering di mulut. Kandungan gula pada kopi ini hampir tidak ada sehingga kopi ini cocok jika diseduh dengan tambahan gula. Kopi ini juga merupakan tanaman yang mudah tumbuh sehingga paling banyak dibudidayakan, hal ini disebabkan penanaman kopi robusta ini tidak perlu di ketinggian tertentu untuk tumbuh dan berbuah dengan baik.

Kopi Robusta | Gambar oleh Ji-Elle (via Wikipedia Commons) adalah berlisensi CC BY-SA 4.0

Liberika

Cita rasa yang diberikan kopi liberika ini cenderung mirip dengan kopi robusta tetapi memiliki sensasi aroma smokey atau berbau asap. Kandungan kafein dari kopi ini juga cenderung rendah sehingga penggemar rasa kopi robusta yang memiliki asam lambung dapat mencoba menyeduh kopi ini. Kopi ini memang kalah tenar dibanding kopi robusta dan arabika, tetapi kopi ini masih dapat ditemui di daerah Jember dan Kepulauan Riau.

Excelsa

Kopi ini termasuk sulit ditemukan di Indonesia. Rasa dari kopi ini masam seperti masam buah-buahan namun terdapat rasa gurih saat meminumnya, selain itu kopi ini terkadang seperti memiliki rasa campuran alkohol. Kopi ini dapat ditemukan di daerah Temanggung, Jawa Tengah.

Kopi Luwak, Kopi Khas Indonesia

Sebagai penghasil biji kopi keempat terbesar di dunia tentunya Indonesia juga memiliki kopi yang khusus yang merupakan ciri khas dari Indonesia. Yap, Kopi Luwak, asal mula kopi luwak ini dilatarbelakangi oleh sejarah budidaya kopi pada abad ke-18 oleh kolonial Hindia Belanda terutama di daerah Jawa dan Sumatera. Pada masa 'Tanam Paksa' atau cultuurstelsel Belanda melarang pribumi memetik kopi untuk konsumsi pribadi. Terdorong oleh keinginannya, penduduk lokal menemukan sejenis musang yang gemar memakan buah kopi. Dalam tubuh musang hanya buah kopi saja yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan keluar dalam kotoran luwak. Biji kopi tersebut dipungut, dicuci, disangrai dan ditumbuk kemudian diseduh maka terciptalah kopi luwak.[6]

Kopi Luwak | Gambar oleh Studio Sarah Lou (via Flickr) adalah berlisensi CC BY 2.0

Kopi yang diambil dari kotoran hewan luwak aatau musang palem ini menghasilkan rasa yang ringan light, tidak pekat dan aman bagi lambung karena memiliki kadar kafein yang lebih rendah daripada kopi pada lain. Luwak selalu memilih buah kopi yang benar-benar matang dan berkualitas sebagai makanan. Buah kopi tersebut mengalami fermentasi di dalam perut luwak dan biji kopi yang tidak bisa dicerna keluar sebagai kotoran luwak. Rasa yang unik, aromanya yang lebih menggugah selera ditambah lagi dengan hasil produksi yang tidak banyak dengan proses panen yang memakan waktu yang cukup banyak membuat harga kopi luwak cukup tinggi dan dikenal dengan kopi exclusive.[6]

Manfaat Minum Kopi

Selain rasa dan aromanya, dalam satu cangkir kopi kaya akan antioksidan dan berbagai vitamin seperti vitamin B2, B5, Mangan, Kalium, Magnesium dan Niasin. Kenikmatan kopi bukan hanya di cita rasa saja tetapi kopi memiliki segudang manfaat, berikut manfaat kopi bagi kesehatan:[7]

  1. Turunkan resiko perkembangan penyakit kanker kolorektal
    Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa konsumsi harian kopi diasosiasikan dengan peningkatan kelangsungan hidup pada pasien dengan kanker kolorektal metastatik. Di antara pasien dengan kanker kolorektal stadium lanjut atau metastatik, penelitian ini menemukan peningkatan asupan kopi diasosiasikan dengan risiko perkembangan penyakit dan kematian yang lebih rendah.[8]
  2. Menurunkan berat badan
    Kopi memiliki kandungan kafein yang merupakan pembakar lemak. Kafein dapat meningkatkan pembakaran lemak sebanyak 10% pada orang yang berbadan gemuk dan 29% pada orang yang berbadan kurus.[9]
  3. Turunkan risiko diabetes tipe 2
    Diabetes adalah peningkatan kadar gula darah akibat berkurangnya kemampuan menghasilkan insulin. Sebuah studi menemukan bahwa orang yang meningkatkan jumlah kopi yang mereka minum setiap hari lebih dari satu cangkir selama periode empat tahun memiliki risiko 11% lebih rendah untuk diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang tidak mengubah konsumsi kopi mereka.[10]
  4. Menurunkan resiko penyakit Demensia dan Alzheimer
    Dalam sebuah studi, minum kopi 3-5 cangkir per hari pada usia paruh baya dikaitkan dengan penurunan risiko demensia sekitar 65% pada usia lanjut. Kesimpulannya, minum kopi dapat dikaitkan dengan penurunan risiko demensia.[11]
  5. Melindungi organ hati
    Dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengonsumsi kopi, risiko penyakit hati kronis peminum kopi adalah 21% lebih rendah. Bahkan, bagi orang yang minum kopi dari biji giling, pengurangan risikonya lebih besar.[12]
  6. Meningkatkan energi dan fungsi otak
    Kandungan kafein dalam kopi ketika diserap oleh tubuh melalui aliran darah menuju otak memblokir adenosi neurotransmitter sehingga jumlah norepinefrin dan dopamine meningkat. Hal ini tentu meningkatkan fungsi otak dan suasana hati sehingga kita dapat menjadi berenergi setelah meminum kopi.

Kontributor: Yusinta, P. S.

Referensi

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2022, "Mengenal Tanaman Kopi di Indonesia: Jenis dan Manfaatnya," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/mengenal-tanaman-kopi-di-indonesia-jenis-dan-manfaatnya/ (diakses pada 23 May 2022).

Materi Pelajaran Terkait:

Indeks Pelajaran

· © 2021 Tentorku · Semua konten tulisan, gambar, dan video pada situs ini adalah hak cipta Tentorku, kecuali dinyatakan khusus secara tertulis ·