Gangguan Belajar Matematika | Diskalkulia


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Gangguan Belajar Matematika | Diskalkulia (untuk menghemat pemakaian data).

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang paling banyak ditakuti oleh para siswa, mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Tak jarang ditemui seorang anak dengan kemampuan verbal luar biasa bagus ternyata justru memiliki kemampuan matematika yang sangat minim. Nah, tak jarang pula kemampuan matematika yang minim ini dikait-kaitkan dengan sebuah gangguan belajar yang disebut dengan Dyscalculia. Sebelum men-judge seseorang, ada baiknya kita telusuri apa sebenarnya Dyscalculia (Indo: Diskalkulia) tersebut.

Apa itu Diskalkulia?
Deb Russell mendefinisikan Diskalkulia sebagai ketidakmampuan seseorang dalam memahami dan melakukan operasi matematika. [1] Pada dasarnya diskalkulia merupakan suatu keadaan dimana seorang anak tidak mampu menyerap dan menerjemahkan konsep-konsep aritmatika serta pengaplikasiannya. Seseorang dengan diskalkulia akan kesulitan dalam mencari hubungan antara angka-angka, lambang-lambang matematika dan jumlah yang digambarkan oleh setiap simbol (angka).

Mengapa seseorang bisa menderita gangguan ini?
Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi gangguan ini, Dr. Eka Risa menjelaskan secara singkat, beberapa faktor yang melatar belakangi diskalkulia diantaranya: [3]

  1. Kelemahan pada proses penglihatan atau visual, kelemahan ini menyebabkan seseorang sulit melihat dengan jelas beberapa tanda operasi penghitungan. Juga akan membuat seseorang kesulitan dalam menerjemahkan apa yang dilihatnya.
  2. Bermasalah dalam hal mengurutkan informasi
    Mengurutkan informasi sangatlah penting dalam operasi penghitungan. Beberapa anak dengan kasus Diskalkulia, kesulitan dalam mengurutkan informasi matematika yang didapatnya. Seperti misalnya, 7-10 = …
    Anak dengan Diskalkulia biasanya tidak dapat menerjemahkan informasi ini. Kemungkinan terbesar mereka menganggap sama 7-10 = 10-7. Kesalahan mengurutkan informasi inilah yang kerap kali terjadi pada anak Diskalkulia kendati telah diajarkan berkali-kali.
  3. Fobia matematika
    Ketakutan akan matematika dan pengalaman buruk yang pernah dialami seseorang terkait matematika akan membuat kemampuan seseorang benar-benar terhambat. Trauma matematika yang terjadi bila tidak diatasi dengan segera akan menghambat kemampuan seorang anak, menghilangkan rasa percaya dirinya serta dalam jangka panjang dapat mematikan kemampuan dalam berhitung.
  4. Faktor fisiologis
    Salah satu faktor penyebab Diskalkulia adalah faktor fisiologis. [4] Faktor fisiologis, seperti kerusakan otak, keturunan, dan ketidak seimbangan proses kimia dalam tubuh yang mengakibatkan terganggunya fungsi otak kiri. Hal ini dapat menyebabkan melemahnya fungsi otak terutama pada bagian perhitungan. Otak bagian kiri (dekat dengan telinga) merupakan bagian yang paling penting dalam mengenali simbol-simbol dan melakukan perhitungan. Itu sebabnya gangguan kecil yang terjadi pada bagian ini akan menyebabkan seseorang kesulitan melakukan penjabaran aritmetika. Kerusakan otak ini bisa terjadi akibat kurangnya asupan gizi saat kehamilan, proses kelahiran yang salah, kecelakaan (benturan yang menyebabkan lukanya saraf), dan lain-lain.
penjelasan-diskalkulia

youtube.com/watch?v=p_Hqdqe84Uc | Video by Numberphile is licensed under Standard YouTube License

Lalu apa gejala umum Diskalkulia?
Dirangkum dari beberapa sumber, gejala anak dengan Diskalkulia diantaranya:

  • Kesulitan belajar menghitung.
  • Kesulitan menghafal urutan angka.
  • Tidak bisa melogikakan angka.
  • Kesulitan melihat bentuk.
  • Kesulitan mengenali tanda/ simbol matematika (+, -, :, x).
  • Kesulitan menghubungkan rumus.
  • Lemahnya long term memory.
  • Tidak familiar dengan istilah metematika.
  • Kesulitan mengukur benda.
  • Kesulitan membaca skala ukur.
  • Tidak suka bermain game strategi.
  • Kesulitan menghitung biaya dalam jumlah besar.
  • Kesulitan menghitung dalam kehidupan nyata.
  • Kesulitan menghitung waktu.
  • Kesulitan menemukan logika penghitungan.

Bagaimana penanganan anak dengan gejala tersebut?
Penanganan anak dengan gejala Diskalkulia akan kita bahas pada artikel selanjutnya. So keep reading..

Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Gangguan Belajar Matematika | Diskalkulia," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/gangguan-belajar-matematika-diskalkulia/ (diakses pada 22 Nov 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.