Kami mendeteksi Anda menggunakan program ad-blocker. Situs ini menggunakan advertisement agar Anda dapat menggunakan situs ini dengan gratis. Mohon tambahkan www.tentorku.com ke dalam whitelist ad-blocker Anda, atau bantu kami dengan donasi. Trims :)

Hai, ini adalah halaman yang sudah usang. Anda sebaiknya menuju ke bagian Diskusi, atau anda dapat menuju ke materi pelajaran kami :)

ditutup Bagaimana unsur-unsur intrinsik puisi "cerita buat dien Tamaela", Majas tiap larik ,Pencitraan tiap larik? Di analisa

0 voting
diposting 14 Okt, 2015 pada Bahasa Indonesia oleh Penanya
ditutup 26 Des, 2016 oleh Rocky

Bagaimana unsur intrinsik, Majas tiap larik, Pencitraan tiap larik dr Puisi Cerita Buat Dien Tamaela

Cerita Buat Dien Tamaela

Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu
Beta Pattirajawane
Kikisan laut
Berdarah laut
Beta Pattirajawane
Ketika lahir dibawakan
Datu dayung sampan
Beta Pattirajawane, menjaga hutan pala
Beta api di pantai. Siapa mendekat
Tiga kali menyebut beta punya nama
Dalam sunyi malam ganggang menari
Menurut beta punya tifa,
Pohon pala, badan perawan jadi
Hidup sampai pagi tiba.
Mari menari!
mari beria!
mari berlupa!
Awas jangan bikin beta marah
Beta bikin pala mati, gadis kaku
Beta kirim datu-datu!
Beta ada di malam, ada di siang
Irama ganggang dan api membakar pulau...
Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu

ditutup dengan catatan: Terjawab

1 Jawaban

0 voting
dijawab 14 Okt, 2015 oleh Rocky (312 poin)

Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, kita harus tahu konteks dan cerita asli puisi tersebut.. coba lihat di sini: pencoret dinding dan yahoo answer

Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu

Beta Pattirajawane
Kikisan laut
Berdarah laut

Beta Pattirajawane
Ketika lahir dibawakan
Datu dayung sampan

Komentar: siapa itu Pattirajawane? kok laut banget? sampai sampai ketika lahir dibawakan dayung. Berkaitan dengan sosiologis masyarakat maluku yang pelaut.

 

Beta Pattirajawane, menjaga hutan pala
Beta api di pantai. Siapa mendekat
Tiga kali menyebut beta punya nama

Dalam sunyi malam ganggang menari
Menurut beta punya tifa,
Pohon pala, badan perawan jadi
Hidup sampai pagi tiba.

Mari menari!
mari beria!
mari berlupa!

Komentar: Pattirajawane penjaga hutan pala, sepertinya mahir memainkan tifa. Digambarkan pohon pala dan gadis sampai "jadi hidup" menari dsb,, (pala, tifa, pantai juga aspek sosiologis)

 

Awas jangan bikin beta marah
Beta bikin pala mati, gadis kaku
Beta kirim datu-datu!

Beta ada di malam, ada di siang
Irama ganggang dan api membakar pulau...

Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu

Komentar: Jangan buat dia marah, nanti pohon pala dan gadis tidak ceria lagi, dia kirim datu-datu! Ending...

Hai, ini adalah halaman yang sudah usang. Anda sebaiknya menuju ke bagian Diskusi, atau anda dapat menuju ke materi pelajaran kami :)

...