Kami mendeteksi Anda menggunakan program ad-blocker. Situs ini menggunakan advertisement agar Anda dapat menggunakan situs ini dengan gratis. Mohon tambahkan www.tentorku.com ke dalam whitelist ad-blocker Anda, atau bantu kami dengan donasi. Trims :)

Hai, ini adalah halaman yang sudah usang. Anda sebaiknya menuju ke bagian Diskusi, atau anda dapat menuju ke materi pelajaran kami :)

ditutup Kenapa ada negara yang kaya dan negara yang miskin?

0 voting
diposting 29 Ags, 2015 pada Ekonomi dan Bisnis oleh John
ditutup 26 Des, 2016 oleh Rocky
Kenapa ada negara yang kaya dan ada negara yang miskin?
ditutup dengan catatan: Terjawab

1 Jawaban

0 voting
dijawab 29 Ags, 2015 oleh Rocky (312 poin)

Untuk mengetahui mengapa ada negara yang kaya dan ada negara yang miskin, kita harus mengetahui beberapa hal, yang pertama adalah konsep Gross Domestic Product (GDP). GDP adalah ukuran tingkat ekonomi suatu negara. Secara sederhana GDP adalah penambahan nilai dari seluruh aktivitas produksi barang dan jasa dalam satu tahun. Semakin besar penambahan nilai tersebut (misalnya membeli besi dan mengubah menjadi mobil), maka semakin besar GDP suatu negara. Peringkat GDP Indonesia pada tahun 2014 adalah 16, ini lebih tinggi dari Belanda (17) dan Malaysia (35), lalu apakah Indonesia termasuk negara yang kaya?

Sayangnya GDP yang besar tersebut adalah kontribusi dari seluruh penduduk negara tersebut, sehingga bisa dibayangkan apabila kita memiliki penghasilan Rp. 100 juta tapi memiliki jumlah anak sebanyak 100, kehidupan kita akan sangat buruk. Untuk lebih melihat ukuran kekayaan individual kita akan memakai GDP per kapita yang membagi GDP dengan jumlah penduduk. GDP per kapita Indonesia adalah peringkat 118, Belanda (13), dan Malaysia (62).

Berdasarkan ukuran tersebut, negara miskin adalah negara yang GDP per kapita-nya rendah, dan negara kaya adalah negara yang GDP per kapita-nya tinggi. Mengapa ada negara yang kaya? Karena mereka mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tinggi dengan jumlah yang banyak, ini adalah konsep PRODUKTIVITAS. Apabila ditinjau dari GDP per kapita, maka negara yang ingin memperbaiki kesejahteraannya harus (1) meningkatkan nilai aktivitas produksi barang dan jasa, atau (2) mengurangi jumlah penduduknya.

Permasalahan utama dari negara miskin adalah jumlah penduduk yang besar tersebut tidak semuanya produktif, banyak penduduknya tidak terdidik dan terlatih, serta menganggur. Kemiskinan tidak selalu terkait dengan Sumber Daya Alam (SDA), tetapi lebih kepada Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengelolaannya. Kita ambil contoh Arab Saudi (32) dan Swiss (4), dua negara yang sangat kontras akan SDA-nya, yang satu sumber minyak dan yang satunya minim mineral. Produktivitas adalah alasan mengapa negara satu lebih kaya dari negara yang lain.

Hai, ini adalah halaman yang sudah usang. Anda sebaiknya menuju ke bagian Diskusi, atau anda dapat menuju ke materi pelajaran kami :)

...