Contributor: Enrico Libert


harga-tertinggi
Harga tertinggi (en: price ceiling) adalah harga maksimum di mana suatu barang (atau jasa) boleh dijual. Sehingga, penjual tidak dapat menjual suatu barang dengan harga di atas harga tertinggi tersebut.[1][2][3][4] Harga tertingi ini sering disebut juga dengan harga batas atas. Harga tertinggi merupakan suatu bentuk intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti melindungi konsumen agar tetap mampu membeli suatu barang atau jasa. Pengaruh Harga Tertinggi pada Penawaran dan Permintaan (Pasar) Ketika pemerintah melakukan intervensi pada pasar, maka “teori invisible hand” menjadi tidak lagi berlaku. Pada kasus ini terjadi apabila harga tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah berada di bawah harga […]

Harga Tertinggi (Price Ceiling)


harga-dasar
Harga dasar (en: price floor) adalah harga minimum di mana suatu barang (atau jasa) boleh dijual. Sehingga, penjual tidak dapat menjual suatu barang dengan harga di bawah harga dasar tersebut.[1][2][3][4] Harga dasar ini sering disebut juga dengan harga terendah atau harga batas bawah. Harga dasar merupakan suatu bentuk intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti melindungi petani, buruh, karyawan, dan sebagainya. Pengaruh Harga Dasar pada Penawaran dan Permintaan (Pasar) Ketika pemerintah melakukan intervensi pada pasar, maka “teori invisible hand” menjadi tidak lagi berlaku. Pada kasus ini terjadi apabila harga dasar yang ditetapkan oleh pemerintah berada di atas harga keseimbangan. […]

Harga Dasar (Price Floor)


penawaran-elastis
Dalam bahasan sebelumnya, kita tahu bahwa Elastisitas adalah suatu ukuran sensitivitas variabel terhadap perubahan variabel yang lain[1], sehingga elastisitas harga dari penawaran atau sering disebut juga dengan elastisitas harga penawaran (en: price elasticity of supply, ES) adalah ukuran seberapa besar perubahan jumlah barang yang ditawarkan dari suatu barang merespon perubahan harga barang tersebut. Elastisitas harga penawaran dihitung menggunakan rumus persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan dibagi dengan persentase perubahan harga barang tersebut.[2][3][4] Cara Menghitung Elastisitas Harga Penawaran Di atas telah disebutkan bahwa elastisitas harga penawaran (ES) dihitung menggunakan rumus persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan dibagi dengan persentase perubahan harga […]

Elastisitas Harga dari Penawaran



permintaan-elastis
Elastisitas adalah suatu ukuran sensitivitas variabel terhadap perubahan variabel yang lain[1], sehingga elastisitas harga dari permintaan atau sering disebut juga dengan elastisitas harga permintaan (en: price elasticity of demand, ED) adalah ukuran seberapa besar perubahan jumlah barang yang diminta dari suatu barang merespon perubahan harga barang tersebut. Elastisitas harga permintaan dihitung menggunakan rumus persentase perubahan jumlah barang yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harga barang tersebut.[2][3][4][5] Cara Menghitung Elastisitas Harga Permintaan Di atas telah disebutkan bahwa elastisitas harga permintaan (ED) dihitung menggunakan rumus persentase perubahan jumlah barang yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harga barang tersebut. Sehingga dengan menggunakan metode […]

Elastisitas Harga dari Permintaan


ekuilibrium-pasar
Keseimbangan atau ekuilibrium pasar (en: market equilibrium) adalah suatu kondisi di mana jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta. Pada titik ini tidak ada kecenderungan perubahan harga (harga cenderung tetap). Apabila digambarkan ke dalam grafik, titik keseimbangan adalah titik perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran. Harga pada titik potong ini disebut dengan harga keseimbangan dan jumlah barang pada titik potong ini disebut dengan jumlah barang keseimbangan.[1][2][3][4] Terbentuknya Keseimbangan Pasar (Market Equilibrium) Keseimbangan pasar terjadi karena perilaku penjual dan pembeli secara alami menggerakkan jumlah permintaan dan jumlah penawaran kepada titik keseimbangan. Perhatikan tabel daftar permintaan dan penawaran, serta […]

Ekuilibrium Pasar: Keseimbangan Permintaan dan Penawaran


pergeseran-kurva-penawaran
Hukum penawaran (en: the law of supply) adalah hubungan positif (searah) antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan. Berdasarkan hukum ini, apabila harga meningkat, maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat. Sebaliknya apabila harga menurun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga menurun.[1][2] Satu hal yang patut kita ingat, hukum ini berlaku apabila semua hal lain (selain harga) kita anggap tetap atau konstan (ceteris paribus). Kurva Penawaran Individu dan Kurva Penawaran Pasar Dari pembahasan kurva penawaran sebelumnya, kita ingat bahwa kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan. Atau dengan kata lain, kurva penawaran […]

Hukum Penawaran dan Kurva Penawaran



pergerakan-sepanjang-kurva-permintaan
Hukum permintaan (en: the law of demand) adalah hubungan terbalik antara harga dengan jumlah barang yang diminta. Berdasarkan hukum ini, apabila harga meningkat, maka jumlah barang yang diminta menurun. Sebaliknya apabila harga menurun, maka jumlah barang yang diminta meningkat. Istilah hukum permintaan ini pertama kali digunakan oleh seorang ekonom yang bernama Alfred Marshall dalam bukunya pada tahun 1890.[1] Satu hal yang patut kita ingat, hukum ini berlaku apabila semua hal lain (selain harga) kita anggap tetap atau konstan (ceteris paribus). Kurva Permintaan Individu dan Kurva Permintaan Pasar Dari pembahasan kurva permintaan sebelumnya, kita ingat bahwa kurva permintaan adalah kurva yang […]

Hukum Permintaan dan Kurva Permintaan


kurva-penawaran-mie
Dalam ilmu ekonomi, penawaran (en: supply) dan jumlah penawaran/jumlah barang yang ditawarkan (en: quantity supplied) memiliki pengertian yang berbeda. Penawaran adalah jumlah barang yang bersedia dan dapat ditawarkan untuk dijual oleh seseorang (penjual) pada tiap tingkat harga yang memungkinkan. Sedangkan jumlah barang yang ditawarkan adalah jumlah barang yang bersedia dan dapat ditawarkan untuk dijual oleh seseorang (penjual) pada titik harga tertentu dan pada titik waktu tertentu.[1][2][3] Sehingga apabila dibayangkan, maka penawaran digambarkan dengan suatu garis atau kurva, dengan jumlah barang yang ditawarkan pada tiap titik-titik yang membentuk garis tersebut. Perbedaan Penawaran, Jumlah Barang yang Ditawarkan, Daftar Penawaran, dan Kurva Penawaran […]

Pengertian Penawaran dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran


kurva-permintaan-mie
Dalam ilmu ekonomi, permintaan (en: demand) dan jumlah barang yang diminta (en: quantity demanded) memiliki pengertian yang berbeda. Permintaan adalah jumlah barang yang bersedia dan mampu dibeli oleh seseorang (pembeli) pada tiap tingkat harga yang memungkinkan. Sedangkan jumlah barang yang diminta adalah jumlah barang yang bersedia dan mampu dibeli oleh seseorang (pembeli) pada titik harga tertentu dan pada titik waktu tertentu.[1][2][3] Sehingga apabila dibayangkan, maka permintaan digambarkan dengan suatu garis atau kurva, dengan jumlah barang yang diminta pada tiap titik-titik yang membentuk garis tersebut. Perbedaan Permintaan, Jumlah Barang yang Diminta, Daftar Permintaan, dan Kurva Permintaan Sangat penting untuk mengetahui perbedaan […]

Pengertian Permintaan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan



peta-dunia-kebebasan-ekonomi
Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem perekonomian yang melibatkan atau merupakan kombinasi dari unsur-unsur sistem ekonomi komando/terencana dan sistem ekonomi pasar bebas. Unsur-unsur tersebut antara lain: (1) ada tidaknya unsur perencana (pemerintah) yang mengatur kegiatan perekonomian, (2) ada tidaknya pengakuan atas kepemilikan individu pada faktor-faktor produksi, dan (3) ada tidaknya perusahaan swasta yang beroperasi untuk memperoleh keuntungan (en: profit).[1][2] Dengan kata lain, sistem ekonomi campuran berarti sebagian kegiatan perekonomian diatur oleh mekanisme pasar, sedangkan sebagian yang lain diatur oleh negara. Spektrum Sistem Ekonomi Modern Dari pembahasan sistem-sistem perekonomian sebelumnya, sudah ditekankan bahwa di dunia saat ini tidak ada negara yang […]

Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economy)


adam-smith
Sistem ekonomi pasar (bebas) adalah suatu sistem perekonomian di mana individu dan perusahaan swasta (privat) membuat keputusan penting terkait dengan produksi dan konsumsi.[1] Lain halnya dengan sistem ekonomi komando yang kegiatan perekonomian diatur oleh pemerintah, kegiatan perekonomian sistem ekonomi pasar bebas “diatur” menggunakan mekanisme pasar. Mekanisme pasar adalah proses di mana individu atau perusahaan sepakat untuk bertukar barang dan jasa, umumnya melalui pembayaran dalam bentuk uang. Pasar menentukan alokasi sumber daya, berapa banyak barang yang harus dihasilkan, dan berapa harganya; sesuai dengan permintaan dan penawaran.[2] Adam Smith dan Invisible Hand Ide bahwa kegiatan perekonomian dapat berlangsung tanpa kekacauan ketika dilakukan […]

Sistem Ekonomi Pasar Bebas


karl-marx
Sistem ekonomi komando adalah suatu sistem perekonomian di mana pemerintah memiliki faktor-faktor produksi dan mengatur semua keputusan penting terkait produksi dan distribusi, yaitu: jenis output yang hendak diproduksi, berapa banyak output yang hendak diproduksi, serta harga output tersebut.[1][2] Dalam sistem ekonomi komando yang “murni”, hak milik individu tidak diakui, pemerintah memiliki hampir seluruh faktor produksi (tanah dan modal), memiliki dan mengatur operasi perusahaan, mempekerjakan dan mengatur hampir semua tenaga kerja, serta menentukan pembagian output barang dan jasa dalam masyarakat.[3] Perbedaan Sistem Ekonomi Komando dan Terencana Seringkali sistem perekonomian komando dianggap sama dengan sistem perekonomian terencana/terpusat (en: planned/centrally-planned), akan tetapi ada […]

Sistem Ekonomi Komando dan Terencana