Kategori

SMA Kelas 10


ekuilibrium-pasar
Keseimbangan atau ekuilibrium pasar (en: market equilibrium) adalah suatu kondisi di mana jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta. Pada titik ini tidak ada kecenderungan perubahan harga (harga cenderung tetap). Apabila digambarkan ke dalam grafik, titik keseimbangan adalah titik perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran. Harga pada titik potong ini disebut dengan harga keseimbangan dan jumlah barang pada titik potong ini disebut dengan jumlah barang keseimbangan.[1][2][3][4] Terbentuknya Keseimbangan Pasar (Market Equilibrium) Keseimbangan pasar terjadi karena perilaku penjual dan pembeli secara alami menggerakkan jumlah permintaan dan jumlah penawaran kepada titik keseimbangan. Perhatikan tabel daftar permintaan dan penawaran, serta […]

Ekuilibrium Pasar: Keseimbangan Permintaan dan Penawaran


pergeseran-kurva-penawaran
Hukum penawaran (en: the law of supply) adalah hubungan positif (searah) antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan. Berdasarkan hukum ini, apabila harga meningkat, maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat. Sebaliknya apabila harga menurun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga menurun.[1][2] Satu hal yang patut kita ingat, hukum ini berlaku apabila semua hal lain (selain harga) kita anggap tetap atau konstan (ceteris paribus). Kurva Penawaran Individu dan Kurva Penawaran Pasar Dari pembahasan kurva penawaran sebelumnya, kita ingat bahwa kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan. Atau dengan kata lain, kurva penawaran […]

Hukum Penawaran dan Kurva Penawaran


pergerakan-sepanjang-kurva-permintaan
Hukum permintaan (en: the law of demand) adalah hubungan terbalik antara harga dengan jumlah barang yang diminta. Berdasarkan hukum ini, apabila harga meningkat, maka jumlah barang yang diminta menurun. Sebaliknya apabila harga menurun, maka jumlah barang yang diminta meningkat. Istilah hukum permintaan ini pertama kali digunakan oleh seorang ekonom yang bernama Alfred Marshall dalam bukunya pada tahun 1890.[1] Satu hal yang patut kita ingat, hukum ini berlaku apabila semua hal lain (selain harga) kita anggap tetap atau konstan (ceteris paribus). Kurva Permintaan Individu dan Kurva Permintaan Pasar Dari pembahasan kurva permintaan sebelumnya, kita ingat bahwa kurva permintaan adalah kurva yang […]

Hukum Permintaan dan Kurva Permintaan



kurva-penawaran-mie
Dalam ilmu ekonomi, penawaran (en: supply) dan jumlah penawaran/jumlah barang yang ditawarkan (en: quantity supplied) memiliki pengertian yang berbeda. Penawaran adalah jumlah barang yang bersedia dan dapat ditawarkan untuk dijual oleh seseorang (penjual) pada tiap tingkat harga yang memungkinkan. Sedangkan jumlah barang yang ditawarkan adalah jumlah barang yang bersedia dan dapat ditawarkan untuk dijual oleh seseorang (penjual) pada titik harga tertentu dan pada titik waktu tertentu.[1][2][3] Sehingga apabila dibayangkan, maka penawaran digambarkan dengan suatu garis atau kurva, dengan jumlah barang yang ditawarkan pada tiap titik-titik yang membentuk garis tersebut. Perbedaan Penawaran, Jumlah Barang yang Ditawarkan, Daftar Penawaran, dan Kurva Penawaran […]

Pengertian Penawaran dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran


kurva-permintaan-mie
Dalam ilmu ekonomi, permintaan (en: demand) dan jumlah barang yang diminta (en: quantity demanded) memiliki pengertian yang berbeda. Permintaan adalah jumlah barang yang bersedia dan mampu dibeli oleh seseorang (pembeli) pada tiap tingkat harga yang memungkinkan. Sedangkan jumlah barang yang diminta adalah jumlah barang yang bersedia dan mampu dibeli oleh seseorang (pembeli) pada titik harga tertentu dan pada titik waktu tertentu.[1][2][3] Sehingga apabila dibayangkan, maka permintaan digambarkan dengan suatu garis atau kurva, dengan jumlah barang yang diminta pada tiap titik-titik yang membentuk garis tersebut. Perbedaan Permintaan, Jumlah Barang yang Diminta, Daftar Permintaan, dan Kurva Permintaan Sangat penting untuk mengetahui perbedaan […]

Pengertian Permintaan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan


peta-dunia-kebebasan-ekonomi
Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem perekonomian yang melibatkan atau merupakan kombinasi dari unsur-unsur sistem ekonomi komando/terencana dan sistem ekonomi pasar bebas. Unsur-unsur tersebut antara lain: (1) ada tidaknya unsur perencana (pemerintah) yang mengatur kegiatan perekonomian, (2) ada tidaknya pengakuan atas kepemilikan individu pada faktor-faktor produksi, dan (3) ada tidaknya perusahaan swasta yang beroperasi untuk memperoleh keuntungan (en: profit).[1][2] Dengan kata lain, sistem ekonomi campuran berarti sebagian kegiatan perekonomian diatur oleh mekanisme pasar, sedangkan sebagian yang lain diatur oleh negara. Spektrum Sistem Ekonomi Modern Dari pembahasan sistem-sistem perekonomian sebelumnya, sudah ditekankan bahwa di dunia saat ini tidak ada negara yang […]

Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economy)



adam-smith
Sistem ekonomi pasar (bebas) adalah suatu sistem perekonomian di mana individu dan perusahaan swasta (privat) membuat keputusan penting terkait dengan produksi dan konsumsi.[1] Lain halnya dengan sistem ekonomi komando yang kegiatan perekonomian diatur oleh pemerintah, kegiatan perekonomian sistem ekonomi pasar bebas “diatur” menggunakan mekanisme pasar. Mekanisme pasar adalah proses di mana individu atau perusahaan sepakat untuk bertukar barang dan jasa, umumnya melalui pembayaran dalam bentuk uang. Pasar menentukan alokasi sumber daya, berapa banyak barang yang harus dihasilkan, dan berapa harganya; sesuai dengan permintaan dan penawaran.[2] Adam Smith dan Invisible Hand Ide bahwa kegiatan perekonomian dapat berlangsung tanpa kekacauan ketika dilakukan […]

Sistem Ekonomi Pasar Bebas


karl-marx
Sistem ekonomi komando adalah suatu sistem perekonomian di mana pemerintah memiliki faktor-faktor produksi dan mengatur semua keputusan penting terkait produksi dan distribusi, yaitu: jenis output yang hendak diproduksi, berapa banyak output yang hendak diproduksi, serta harga output tersebut.[1][2] Dalam sistem ekonomi komando yang “murni”, hak milik individu tidak diakui, pemerintah memiliki hampir seluruh faktor produksi (tanah dan modal), memiliki dan mengatur operasi perusahaan, mempekerjakan dan mengatur hampir semua tenaga kerja, serta menentukan pembagian output barang dan jasa dalam masyarakat.[3] Perbedaan Sistem Ekonomi Komando dan Terencana Seringkali sistem perekonomian komando dianggap sama dengan sistem perekonomian terencana/terpusat (en: planned/centrally-planned), akan tetapi ada […]

Sistem Ekonomi Komando dan Terencana


david-ricardo
Ide bahwa anggota masyarakat akan memperoleh manfaat dari spesialisasi pada “kemampuan” terbaik mereka, pertama kali dirumuskan secara tepat oleh David Ricardo, seorang ekonom dari Inggris. Menurut teori Ricardo yang disebut dengan Teori Keunggulan Komparatif (en: Ricardo’s theory of comparative advantage), spesialisasi dan perdagangan bebas akan memberikan manfaat untuk semua pihak yang melakukan perdagangan, meskipun beberapa pihak lebih efisien secara absolut dibandingkan dengan yang lain.[1] Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) Suatu produsen (individual, perusahaan, atau negara) memiliki keunggulan komparatif (en: comparative advantage) apabila produsen tersebut dapat memproduksi suatu produk barang atau jasa pada biaya kesempatan (en: opportunity cost) yang lebih rendah dari […]

Spesialisasi, Keunggulan Komparatif, dan Keunggulan Absolut



pergeseran-ppf
Batas kemungkinan produksi atau sering juga disebut kurva kemungkinan produksi (en: production possibility frontier/curve) sangat penting dalam memodelkan ekonomi sederhana dari produksi dua barang untuk mengetahui konsep efisiensi, biaya kesempatan (en: opportunity cost), dan trade-off. Bentuk PPF yang paling banyak digunakan adalah yang berbentuk kurva melengkung ke luar, namun selain itu ada juga yang berbentuk garis lurus dan kurva yang melengkung ke dalam.[1] Pengertian Batas Kemungkinan Produksi (PPF) Batas kemungkinan produksi (PPF) adalah representasi grafik yang menunjukkan kombinasi dua barang (atau jasa) yang dapat diproduksi dengan efisien dari sumber daya dan pengetahuan teknologi yang tetap.[2][3] Kita tahu bahwa produksi barang […]

Batas Kemungkinan Produksi (Production Possibility Frontier)


grafik-batas-kemungkinan-produksi-ppf
Kita tahu bahwa masalah dasar ekonomi adalah kelangkaan (en: scarcity) yang terjadi karena keinginan manusia yang tidak terbatas dalam dunia yang memiliki sumber daya yang terbatas.[1] Akibatnya muncul tiga pertanyaan dalam organisasi ekonomi, yaitu: (1) Apa (what) yang sebaiknya diproduksi dan seberapa banyak? (2) Bagaimana (how) sumber daya digunakan dalam memproduksi barang tersebut? (3) Untuk siapa (for whom) barang tersebut dihasilkan? Terkait dengan pendistribusian penghasilan dan konsumsi pada kelas dan individu yang berbeda.[2] Pertanyaan inilah yang akan kita coba jawab dan diskusikan pada bab ini. Masalah Dasar Organisasi Ekonomi Setiap peradaban manusia pasti harus menghadapi dan menyelesaikan tiga masalah dasar […]

Masalah Dasar Organisasi Ekonomi (Apa, Bagaimana, Untuk Siapa)


masalah-utama-ekonomi
Ekonomi (en: economy) berasal dari Bahasa Yunani “oikos” yang berarti “rumah” dan “nemein” yang berarti “mengelola,” sehingga paduan kata “oikonomia” berarti “pengelolaan rumah tangga.”[1] Dalam sejarahnya subjek ekonomi tadinya masuk dalam ilmu politik, namun pada akhir abad ke 19 para ahli ekonomi mengusulkan agar ilmu ekonomi atau ekonomika (en: economics) untuk menjadi disiplin ilmu sendiri di luar ilmu politik dan ilmu sosial yang lain.[2] Cakupan disiplin ilmu ekonomi ini sangat luas sehingga sangat menarik untuk dipelajari. Definisi Ilmu Ekonomi Menurut KBBI, ilmu ekonomi adalah:[3] Ilmu tentang produksi, distribusi, dan konsumsi barang, serta berbagai masalah yang bersangkutan dengan itu, seperti tenaga […]

Definisi Ilmu Ekonomi dan Lingkupnya