Bintang dan Supernova #2


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Bintang dan Supernova #2 (untuk menghemat pemakaian data).

Setelah Big Bang

Telah kita pelajari bahwa Cosmic Background Radiation (CBR) adalah bukti penting terjadinya Big Bang. Setelah itu alam semesta terus berkembang dan akhirnya gravitasi mulai menarik gas hidrogen dan helium untuk berkumpul. Materi ini dapat dipelajari lebih detail pada video:

menjelajah-alam-semesta

youtube.com/watch?v=Fi30zjQhtWY | Video by CrashCourse is licensed under Standard YouTube License

380.000 tahun setelah Big Bang, alam semesta menjadi lebih dingin. [1] Suhu yang dingin tersebut tidak lagi dapat membentuk elemen baru. Sehingga apabila gas hidrogen dan helium tidak berkumpul, maka tidak akan ada lagi yang terjadi. Perlu diketahui bahwa gas hidrogen dan helium adalah gas yang sangat ringan sehingga gravitasi dapat menarik kedua gas tersebut sehingga terbentuklah awan tebal.

Karena gravitasi, awan tersebut dalam waktu yang sangat lama terus memekat. Jumlah yang sangat besar dari gas tersebut mulai membentuk adanya tekanan di pusatnya. Meningkatnya tekanan berarti meningkatnya suhu, akhirnya kumpulan gas tersebut mulai terbakar dari pusatnya. Karena inti dari awan gas sangat panas, atom-atom mulai bergerak lebih cepat dan saling bertabrakan. Mereka lalu melebur (fuse) dan akhirnya terbentuklah bintang pertama sekitar 560 juta tahun setelah Big Bang. [2]

Bagaimana semua elemen terbentuk dari bintang

Atom-atom hidrogen melebur menjadi atom-atom helium pada 10 juta derajat, melepaskan lebih banyak energi. Apabila awan-awan pembentuk bintang lebih kecil dari 8% dari matahari, awan itu tidak akan menjadi bintang. Apabila awan-awan pembentuk bintang lebih besar 60-100 kali dari matahari, awan itu akan membentuk dua atau lebih formasi bintang. Ketika bintang kehabisan hidrogen dan helium sebagai bahan bakarnya, proses fusion dari elemen yang lebih berat pun berlangsung sampai elemen besi (Fe). [3]

Proses fusion dalam bintang hanya dapat membentuk paling berat elemen besi (Fe), lalu bagaimana sisa dari tabel periodik unsur dapat terbentuk? Ketika bintang raksasa (8-60 kali ukuran matahari) kehabisan bahan bakar, terjadilah ledakan dahsyat yang bernama Supernova! Supernova yang terjadi dalam waktu singkat itulah yang membentuk elemen yang lebih berat dalam tabel periodik. [4]

Fusion dalam bintang dan Supernova menyebarkan debu-debu yang membentuk bumi kita. Sehingga penyusun tubuh kita berasal dari bintang. Kami berharap setelah membaca artikel ini pembaca akan lebih ilmiah dalam menjawab “Bagaimana bintang tercipta? Apa itu supernova?” Itulah sekilas pembahasan mengenai “Bintang dan Supernova.”

Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Bintang dan Supernova #2," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/bintang-dan-supernova-2/ (diakses pada 26 Jul 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.