Awal dari Segalanya: Big Bang


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Awal dari Segalanya: Big Bang (untuk menghemat pemakaian data).

Tulisan ini membahas mengenai sejarah alam semesta menurut ilmu pengetahuan (science), sepanjang 13,8 milyar tahun dari mulai Big Bang sampai sekarang. Memang belum semua dapat dimengerti oleh ilmu pengetahuan, namun kami akan mencoba menyajikan paling tidak apa yang sudah ilmuwan capai dalam mempelajari alam semesta. Materi ini dapat dipelajari secara lebih detail dalam video:

bigbang

youtube.com/watch?v=tq6be-CZJ3w | Video by CrashCourse is licensed under Standard YouTube License

Alam Semesta itu sudah sangat tua

Yap, alam semesta itu sangat besar dan sangat amat tua (berusia 13,8 milyar tahun) sehingga sangat sulit untuk membayangkan alam semesta. Sehingga mari kita coba untuk memperkecil skalanya menjadi 13 tahun saja. Sehingga: [1][2]

  • Bintang dan galaksi pertama kali tercipta 12 tahun yang lalu (12,7 milyar tahun).
  • Bumi terbentuk sekitar 4,5 tahun yang lalu (4,5 milyar tahun).
  • Makhluk hidup bersel satu pertama terbentuk sekitar 4 tahun lalu (3,8 milyar tahun).
  • Makhluk hidup multiseluler pertama terbentuk sekitar 6 bulan lalu (540 juta tahun).
  • Dinosaurus punah sekitar 3 minggu yang lalu (65 juta tahun).
  • Manusia dan simpanse terpisah dari nenek moyang (common ancestor) sekitar 3 hari yang lalu (7 juta tahun).
  • Homo Sapiens pertama muncul 50 menit yang lalu (250 ribu tahun).
  • Homo Sapiens meninggalkan Afrika 26 menit yang lalu (64 ribu tahun).
  • Manusia mencapai amerika 6 menit yang lalu (14 ribu tahun).
  • Manusia menciptakan agrikultur 5 menit yang lalu, kebudayaan Mesir kuno 3 menit yang lalu, black death 24 detik yang lalu, revolusi industri 6 detik yang lalu, perang dunia pertama 2 detik yang lalu, dan perang dingin, internet, dan kelahiran kita, semua terjadi pada detik terakhir.

Hal ini menggambarkan bagaimana sejarah alam semesta sangat panjang dan eksistensi manusia bisa dibilang masih amat sangat muda (prematur).

Ledakan Besar (Big Bang)

Ledakan besar (Big Bang) adalah awal segalanya, karena ruang dan waktu tercipta karena Big Bang, sehingga pertanyaan apa yang terjadi sebelum Big Bang adalah tidak relevan (karena waktu ada setelah Big Bang). Jadi Big Bang bukan sebuah ledakan yang terjadi di alam semesta, namun adalah ledakan besar yang membuat alam semesta itu ada. [3]

Alam Semesta itu Expanding

Karena alam semesta itu tercipta dari ledakan, maka alam semesta itu membesar atau mengembang, dari awalnya kecil menjadi sangat besar seperti sekarang (sepanjang 90 miliar tahun cahaya), dan akan terus membesar. Teori ini dibuktikan oleh Edwin Hubble yang menyadari bahwa bintang dan galaksi yang bergerak menjauhi kita akan menyebabkan cahaya meregang yang membuat cahaya berwarna lebih merah, sedangkan bintang yang bergerak mendekati kita akan membuat cahaya berwarna lebih biru. [4] Oleh karena itu bintang dan galaksi ternyata bergerak saling menjauh dan membuktikan bahwa alam semesta itu membesar/mengembang (expanding), bahkan alam semesta mengembang semakin cepat.

Cosmic Microwave Background Radiation (CMB)

380 ribu tahun setelah Big Bang, alam semesta menghangat menjadi 5.000 derajat Fahrenheit sehingga membuat unsur fisik dan radiasi dapat terpisah (ingat bahwa zat adalah bentuk energi yang beku). Radiasi tersebut akhirnya dapat bergerak bebas di alam semesta yang disebut dengan Cosmic Microwave Background Radiation (CMB). CMB ini oleh fisikawan sering disebut dengan sidik jari alam semesta karena merupakan salah satu potongan terpenting bukti dari Big Bang yang dapat ditemukan dimana-mana. [5] Contohnya ketika menghidupkan radio pada frekuensi dimana tidak ada stasiun radionya, maka sebagian suara berisik yang kita dengar sebenarnya adalah CMB. CMB ini pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh Arno Penzias dan Robert Woodrow Wilson pada tahun 1960an. [6]

Masih banyak hal yang belum diketahui oleh para ahli mengenai alam semesta, misalnya dark matter dan dark energy yang mempengaruhi gravitasi antar galaksi. Semoga pada masa depan, hal ini akan segera terpecahkan. Kami berharap setelah membaca artikel ini pembaca akan lebih ilmiah dalam menjawab “bagaimana alam semesta ini terjadi?” Itulah sekilas pembahasan mengenai “Awal dari Segalanya : Big Bang.”

Referensi

Kontributor:

Kutip materi pelajaran ini:
Kontributor Tentorku, 2015, "Awal dari Segalanya: Big Bang," Artikel Tentorku, https://www.tentorku.com/awal-dari-segalanya-big-bang/ (diakses pada 20 Nov 2017).

Materi Pelajaran Terkait:

Materi pelajaran ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul pelajaran yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada Tentorku di akun fb/twitter/google kami di @tentorku.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan pembahasan.


Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

2 pemikiran di “Awal dari Segalanya: Big Bang