Tentorku


Tentang Tentorku

Penerbit Tentorku adalah penerbit artikel pendidikan online berkualitas. Tentorku percaya bahwa setelah proyek perpustakaan online ini selesai, Indonesia akan menjadi jauh lebih pintar! Semua konten tulisan, gambar, dan video pada situs ini adalah hak cipta Tentorku, kecuali dinyatakan khusus secara tertulis. Hak cipta dilindungi oleh DMCA dan hukum yang berlaku di Indonesia.


harga-tertinggi
Harga tertinggi (en: price ceiling) adalah harga maksimum di mana suatu barang (atau jasa) boleh dijual. Sehingga, penjual tidak dapat menjual suatu barang dengan harga di atas harga tertinggi tersebut.[1][2][3][4] Harga tertingi ini sering disebut juga dengan harga batas atas. Harga tertinggi merupakan suatu bentuk intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti melindungi konsumen agar tetap mampu membeli suatu barang atau jasa. Pengaruh Harga Tertinggi pada Penawaran dan Permintaan (Pasar) Ketika pemerintah melakukan intervensi pada pasar, maka “teori invisible hand” menjadi tidak lagi berlaku. Pada kasus ini terjadi apabila harga tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah berada di bawah harga […]

Harga Tertinggi (Price Ceiling)


harga-dasar
Harga dasar (en: price floor) adalah harga minimum di mana suatu barang (atau jasa) boleh dijual. Sehingga, penjual tidak dapat menjual suatu barang dengan harga di bawah harga dasar tersebut.[1][2][3][4] Harga dasar ini sering disebut juga dengan harga terendah atau harga batas bawah. Harga dasar merupakan suatu bentuk intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti melindungi petani, buruh, karyawan, dan sebagainya. Pengaruh Harga Dasar pada Penawaran dan Permintaan (Pasar) Ketika pemerintah melakukan intervensi pada pasar, maka “teori invisible hand” menjadi tidak lagi berlaku. Pada kasus ini terjadi apabila harga dasar yang ditetapkan oleh pemerintah berada di atas harga keseimbangan. […]

Harga Dasar (Price Floor)


penawaran-elastis
Dalam bahasan sebelumnya, kita tahu bahwa Elastisitas adalah suatu ukuran sensitivitas variabel terhadap perubahan variabel yang lain[1], sehingga elastisitas harga dari penawaran atau sering disebut juga dengan elastisitas harga penawaran (en: price elasticity of supply, ES) adalah ukuran seberapa besar perubahan jumlah barang yang ditawarkan dari suatu barang merespon perubahan harga barang tersebut. Elastisitas harga penawaran dihitung menggunakan rumus persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan dibagi dengan persentase perubahan harga barang tersebut.[2][3][4] Cara Menghitung Elastisitas Harga Penawaran Di atas telah disebutkan bahwa elastisitas harga penawaran (ES) dihitung menggunakan rumus persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan dibagi dengan persentase perubahan harga […]

Elastisitas Harga dari Penawaran



permintaan-elastis
Elastisitas adalah suatu ukuran sensitivitas variabel terhadap perubahan variabel yang lain[1], sehingga elastisitas harga dari permintaan atau sering disebut juga dengan elastisitas harga permintaan (en: price elasticity of demand, ED) adalah ukuran seberapa besar perubahan jumlah barang yang diminta dari suatu barang merespon perubahan harga barang tersebut. Elastisitas harga permintaan dihitung menggunakan rumus persentase perubahan jumlah barang yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harga barang tersebut.[2][3][4][5] Cara Menghitung Elastisitas Harga Permintaan Di atas telah disebutkan bahwa elastisitas harga permintaan (ED) dihitung menggunakan rumus persentase perubahan jumlah barang yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harga barang tersebut. Sehingga dengan menggunakan metode […]

Elastisitas Harga dari Permintaan


ekuilibrium-pasar
Keseimbangan atau ekuilibrium pasar (en: market equilibrium) adalah suatu kondisi di mana jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta. Pada titik ini tidak ada kecenderungan perubahan harga (harga cenderung tetap). Apabila digambarkan ke dalam grafik, titik keseimbangan adalah titik perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran. Harga pada titik potong ini disebut dengan harga keseimbangan dan jumlah barang pada titik potong ini disebut dengan jumlah barang keseimbangan.[1][2][3][4] Terbentuknya Keseimbangan Pasar (Market Equilibrium) Keseimbangan pasar terjadi karena perilaku penjual dan pembeli secara alami menggerakkan jumlah permintaan dan jumlah penawaran kepada titik keseimbangan. Perhatikan tabel daftar permintaan dan penawaran, serta […]

Ekuilibrium Pasar: Keseimbangan Permintaan dan Penawaran


pergeseran-kurva-penawaran
Hukum penawaran (en: the law of supply) adalah hubungan positif (searah) antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan. Berdasarkan hukum ini, apabila harga meningkat, maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat. Sebaliknya apabila harga menurun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga menurun.[1][2] Satu hal yang patut kita ingat, hukum ini berlaku apabila semua hal lain (selain harga) kita anggap tetap atau konstan (ceteris paribus). Kurva Penawaran Individu dan Kurva Penawaran Pasar Dari pembahasan kurva penawaran sebelumnya, kita ingat bahwa kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan. Atau dengan kata lain, kurva penawaran […]

Hukum Penawaran dan Kurva Penawaran



pergerakan-sepanjang-kurva-permintaan
Hukum permintaan (en: the law of demand) adalah hubungan terbalik antara harga dengan jumlah barang yang diminta. Berdasarkan hukum ini, apabila harga meningkat, maka jumlah barang yang diminta menurun. Sebaliknya apabila harga menurun, maka jumlah barang yang diminta meningkat. Istilah hukum permintaan ini pertama kali digunakan oleh seorang ekonom yang bernama Alfred Marshall dalam bukunya pada tahun 1890.[1] Satu hal yang patut kita ingat, hukum ini berlaku apabila semua hal lain (selain harga) kita anggap tetap atau konstan (ceteris paribus). Kurva Permintaan Individu dan Kurva Permintaan Pasar Dari pembahasan kurva permintaan sebelumnya, kita ingat bahwa kurva permintaan adalah kurva yang […]

Hukum Permintaan dan Kurva Permintaan


kurva-penawaran-mie
Dalam ilmu ekonomi, penawaran (en: supply) dan jumlah penawaran/jumlah barang yang ditawarkan (en: quantity supplied) memiliki pengertian yang berbeda. Penawaran adalah jumlah barang yang bersedia dan dapat ditawarkan untuk dijual oleh seseorang (penjual) pada tiap tingkat harga yang memungkinkan. Sedangkan jumlah barang yang ditawarkan adalah jumlah barang yang bersedia dan dapat ditawarkan untuk dijual oleh seseorang (penjual) pada titik harga tertentu dan pada titik waktu tertentu.[1][2][3] Sehingga apabila dibayangkan, maka penawaran digambarkan dengan suatu garis atau kurva, dengan jumlah barang yang ditawarkan pada tiap titik-titik yang membentuk garis tersebut. Perbedaan Penawaran, Jumlah Barang yang Ditawarkan, Daftar Penawaran, dan Kurva Penawaran […]

Pengertian Penawaran dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran


kurva-permintaan-mie
Dalam ilmu ekonomi, permintaan (en: demand) dan jumlah barang yang diminta (en: quantity demanded) memiliki pengertian yang berbeda. Permintaan adalah jumlah barang yang bersedia dan mampu dibeli oleh seseorang (pembeli) pada tiap tingkat harga yang memungkinkan. Sedangkan jumlah barang yang diminta adalah jumlah barang yang bersedia dan mampu dibeli oleh seseorang (pembeli) pada titik harga tertentu dan pada titik waktu tertentu.[1][2][3] Sehingga apabila dibayangkan, maka permintaan digambarkan dengan suatu garis atau kurva, dengan jumlah barang yang diminta pada tiap titik-titik yang membentuk garis tersebut. Perbedaan Permintaan, Jumlah Barang yang Diminta, Daftar Permintaan, dan Kurva Permintaan Sangat penting untuk mengetahui perbedaan […]

Pengertian Permintaan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan



peta-dunia-kebebasan-ekonomi
Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem perekonomian yang melibatkan atau merupakan kombinasi dari unsur-unsur sistem ekonomi komando/terencana dan sistem ekonomi pasar bebas. Unsur-unsur tersebut antara lain: (1) ada tidaknya unsur perencana (pemerintah) yang mengatur kegiatan perekonomian, (2) ada tidaknya pengakuan atas kepemilikan individu pada faktor-faktor produksi, dan (3) ada tidaknya perusahaan swasta yang beroperasi untuk memperoleh keuntungan (en: profit).[1][2] Dengan kata lain, sistem ekonomi campuran berarti sebagian kegiatan perekonomian diatur oleh mekanisme pasar, sedangkan sebagian yang lain diatur oleh negara. Spektrum Sistem Ekonomi Modern Dari pembahasan sistem-sistem perekonomian sebelumnya, sudah ditekankan bahwa di dunia saat ini tidak ada negara yang […]

Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economy)


adam-smith
Sistem ekonomi pasar (bebas) adalah suatu sistem perekonomian di mana individu dan perusahaan swasta (privat) membuat keputusan penting terkait dengan produksi dan konsumsi.[1] Lain halnya dengan sistem ekonomi komando yang kegiatan perekonomian diatur oleh pemerintah, kegiatan perekonomian sistem ekonomi pasar bebas “diatur” menggunakan mekanisme pasar. Mekanisme pasar adalah proses di mana individu atau perusahaan sepakat untuk bertukar barang dan jasa, umumnya melalui pembayaran dalam bentuk uang. Pasar menentukan alokasi sumber daya, berapa banyak barang yang harus dihasilkan, dan berapa harganya; sesuai dengan permintaan dan penawaran.[2] Adam Smith dan Invisible Hand Ide bahwa kegiatan perekonomian dapat berlangsung tanpa kekacauan ketika dilakukan […]

Sistem Ekonomi Pasar Bebas


karl-marx
Sistem ekonomi komando adalah suatu sistem perekonomian di mana pemerintah memiliki faktor-faktor produksi dan mengatur semua keputusan penting terkait produksi dan distribusi, yaitu: jenis output yang hendak diproduksi, berapa banyak output yang hendak diproduksi, serta harga output tersebut.[1][2] Dalam sistem ekonomi komando yang “murni”, hak milik individu tidak diakui, pemerintah memiliki hampir seluruh faktor produksi (tanah dan modal), memiliki dan mengatur operasi perusahaan, mempekerjakan dan mengatur hampir semua tenaga kerja, serta menentukan pembagian output barang dan jasa dalam masyarakat.[3] Perbedaan Sistem Ekonomi Komando dan Terencana Seringkali sistem perekonomian komando dianggap sama dengan sistem perekonomian terencana/terpusat (en: planned/centrally-planned), akan tetapi ada […]

Sistem Ekonomi Komando dan Terencana



david-ricardo
Ide bahwa anggota masyarakat akan memperoleh manfaat dari spesialisasi pada “kemampuan” terbaik mereka, pertama kali dirumuskan secara tepat oleh David Ricardo, seorang ekonom dari Inggris. Menurut teori Ricardo yang disebut dengan Teori Keunggulan Komparatif (en: Ricardo’s theory of comparative advantage), spesialisasi dan perdagangan bebas akan memberikan manfaat untuk semua pihak yang melakukan perdagangan, meskipun beberapa pihak lebih efisien secara absolut dibandingkan dengan yang lain.[1] Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) Suatu produsen (individual, perusahaan, atau negara) memiliki keunggulan komparatif (en: comparative advantage) apabila produsen tersebut dapat memproduksi suatu produk barang atau jasa pada biaya kesempatan (en: opportunity cost) yang lebih rendah dari […]

Spesialisasi, Keunggulan Komparatif, dan Keunggulan Absolut


pergeseran-ppf
Batas kemungkinan produksi atau sering juga disebut kurva kemungkinan produksi (en: production possibility frontier/curve) sangat penting dalam memodelkan ekonomi sederhana dari produksi dua barang untuk mengetahui konsep efisiensi, biaya kesempatan (en: opportunity cost), dan trade-off. Bentuk PPF yang paling banyak digunakan adalah yang berbentuk kurva melengkung ke luar, namun selain itu ada juga yang berbentuk garis lurus dan kurva yang melengkung ke dalam.[1] Pengertian Batas Kemungkinan Produksi (PPF) Batas kemungkinan produksi (PPF) adalah representasi grafik yang menunjukkan kombinasi dua barang (atau jasa) yang dapat diproduksi dengan efisien dari sumber daya dan pengetahuan teknologi yang tetap.[2][3] Kita tahu bahwa produksi barang […]

Batas Kemungkinan Produksi (Production Possibility Frontier)


grafik-batas-kemungkinan-produksi-ppf
Kita tahu bahwa masalah dasar ekonomi adalah kelangkaan (en: scarcity) yang terjadi karena keinginan manusia yang tidak terbatas dalam dunia yang memiliki sumber daya yang terbatas.[1] Akibatnya muncul tiga pertanyaan dalam organisasi ekonomi, yaitu: (1) Apa (what) yang sebaiknya diproduksi dan seberapa banyak? (2) Bagaimana (how) sumber daya digunakan dalam memproduksi barang tersebut? (3) Untuk siapa (for whom) barang tersebut dihasilkan? Terkait dengan pendistribusian penghasilan dan konsumsi pada kelas dan individu yang berbeda.[2] Pertanyaan inilah yang akan kita coba jawab dan diskusikan pada bab ini. Masalah Dasar Organisasi Ekonomi Setiap peradaban manusia pasti harus menghadapi dan menyelesaikan tiga masalah dasar […]

Masalah Dasar Organisasi Ekonomi (Apa, Bagaimana, Untuk Siapa)



masalah-utama-ekonomi
Ekonomi (en: economy) berasal dari Bahasa Yunani “oikos” yang berarti “rumah” dan “nemein” yang berarti “mengelola,” sehingga paduan kata “oikonomia” berarti “pengelolaan rumah tangga.”[1] Dalam sejarahnya subjek ekonomi tadinya masuk dalam ilmu politik, namun pada akhir abad ke 19 para ahli ekonomi mengusulkan agar ilmu ekonomi atau ekonomika (en: economics) untuk menjadi disiplin ilmu sendiri di luar ilmu politik dan ilmu sosial yang lain.[2] Cakupan disiplin ilmu ekonomi ini sangat luas sehingga sangat menarik untuk dipelajari. Definisi Ilmu Ekonomi Menurut KBBI, ilmu ekonomi adalah:[3] Ilmu tentang produksi, distribusi, dan konsumsi barang, serta berbagai masalah yang bersangkutan dengan itu, seperti tenaga […]

Definisi Ilmu Ekonomi dan Lingkupnya


model-coelacanth
Kata “vertebrata” berasal dari Bahasa Latin “vertebratus,” yang berarti “sendi tulang belakang.” [1] Inilah karakteristik utama hewan ini yang membuat rangka tubuh mereka kokoh, tetap memiliki kelenturan, dan membuat ruang untuk evolusi sistem saraf yang lebih kompleks. Kita tahu bahwa Vertebrata berevolusi dari Nonvertebrata Chordata, oleh karenanya banyak sifat-sifat dari Nonvertebrata Chordata yang diturunkan dan ada pula yang berkembang (mengalami modifikasi). Karakteristik Vertebrata Ketika masih berwujud embrio, Vertebrata memiliki empat karakteristik dari Chordata (Invertebrata), dan kemudian dalam perkembangannya ditambah dengan hal-hal berikut:[1][2][3] Kolom Vertebral: Pada perkembangannya, notokorda berkembang menjadi kolom vertebral. Kolom ini tersusun dari segmen-segmen tulang belakang seperti selongsong, […]

Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)


pyura-chilensis
Kata “chordata” berasal dari bahasa Latin “chorda” yang berarti “tali.” Yang dimaksud dengan “tali” ini adalah notokorda (en: notochord). Notokorda merupakan “tongkat” fleksibel terbuat dari bahan yang mirip dengan tulang rawan.[1] Berbagai literatur sering membagi pembahasan filum Chordata ini ke dalam dua bagian, yaitu Chordata yang tidak bertulang belakang (Nonvertebrata atau Invertebrata Chordata), dan Chordata yang bertulang belakang (Vertebrata). Hal ini salah satunya disebabkan karena subfilum Vertebrata adalah subfilum yang populer, bahkan mungkin kita lebih dahulu mengenal istilah Vertebrata daripada Chordata. Invertebrata Chordata terdiri dari dua subfilum, yaitu Cephalochordata (lancelet) dan Urochordata (tunicata). Karakteristik Chordata (Invertebrata) Hewan dalam filum Chordata […]

Chordata Tak Bertulang Belakang (Invertebrata Chordata)



pikaia-gracilens
Sebelumnya kita telah membahas perjalanan evolusi hewan (Animalia) pada hewan yang sederhana (simetri, jaringan, rongga, dan perkembangan embrionik). Sekarang, kita akan melanjutkan perjalanan evolusi tersebut lebih jauh sampai pada evolusi Chordata dan Vertebrata. Kata “chordata” berasal dari bahasa Latin “chorda” yang berarti “tali,” yang dimaksud dengan “tali” ini adalah notokorda (en: notochord). Notokorda merupakan “tongkat” fleksibel terbuat dari bahan yang mirip dengan tulang rawan.[1] Kemudian, kata “vertebrata” berasal dari bahasa Latin “vertebratus” yang berarti “persendian tulang belakang.”[2] Persendian tulang belakang ini mengganti notokorda (yang lebih lunak) dengan segmen-segmen yang lebih keras (merupakan evolusi dari notokorda). Asal Usul Evolusi Chordata Secara tradisional, […]

Asal Usul Evolusi Chordata dan Vertebrata


linckia-laevigata
Kata Echinodermata berasal dari bahasa Yunani “echinos” yang berarti “berduri” dan “derma” yang berarti “kulit.” [1] Oleh karena itu, hewan ini sering disebut dengan hewan kulit berduri atau hewan berkulit duri. Echinodermata dewasa dapat dikenali dengan bentuknya yang simetri radial. Simetri ini tidak benar-benar simetri radial seperti pada Cnidaria dan Ctenophora, melainkan memiliki lima sumbu (disebut pentaradial). Anggota hewan kulit berduri ini diantaranya landak laut (bulu babi), bintang laut, mentimun laut (teripang), dan lili laut. Hewan dalam filum ini semuanya hidup di laut dan biasanya ada di dasar laut.[2] Karakteristik Echinodermata Ciri-ciri utama Echinodermata adalah adanya tonjolan atau duri dari […]

Hewan Kulit Berduri (Filum Echinodermata)


lebah-madu-apis-cerana
Kata Hexapoda berasal dari bahasa Yunani yang berarti “enam kaki,” tentunya semua anggota subfilum ini mempunyai kaki tiga pasang atau enam buah. Hal ini sangat berbeda dengan kelompok Arthropoda lain yang memiliki kaki lebih dari enam buah. Secara tradisional, terdapat empat kelompok dalam subfilum ini, yaitu: Collembola, Protura, Diplura, dan Insecta (serangga atau insekta).[1] Bab ini akan lebih fokus pada kelas Insecta karena kelas ini adalah yang paling besar dan paling beraneka-ragam. Bahkan, serangga merupakan kelompok hewan yang paling beraneka-ragam di planet ini, dengan lebih dari satu juta spesies yang sudah berhasil dideskripsikan.[2][3] Klasifikasi Subfilum Hexapoda Hexapoda adalah subfilum terbesar […]

Golongan Serangga (Subfilum Hexapoda, Kelas Insecta)



homarus-americanus
Kata Crustacea berasal dari bahasa latin “crustaceus (animalia)” yang berarti “hewan yang bercangkang.” Hal ini merujuk pada eksoskeleton (rangka luar) dari hewan ini. Istilah “cangkang” ini bukanlah cangkang atau tempurung sebenarnya seperti pada Mollusca. Eksoskeleton pada subfilum Crustacea biasanya tersusun atas kitin yang diperkeras dengan kalsium karbonat (CaCO3). [1] Crustacea adalah Arthropoda yang termasuk ke dalam kelompok Mandibulata bersama-sama dengan Myriapoda dan Hexapoda. Sebab, Crustacea juga memiliki rahang bawah (mandibula). Sebagian besar anggota subfilum Crustacea adalah hewan yang hidup bebas di air, tetapi ada juga yang hidup di darat (subordo Oniscidea), ada yang sebagai parasit (superordo Rhizocephala), dan ada yang […]

Kelompok Udang, Lobster, dan Kepiting (Subfilum Crustacea)


asiomorpha-coarctata
Kata Myriapoda berasal dari bahasa Yunani “muríos” yang berarti “sepuluh ribu,” dan “podos” yang berarti “kaki.” Hal ini untuk menegaskan bahwa kelompok ini merupakan kelompok hewan yang berkaki banyak (bukan berarti jumlah kakinya benar-benar mencapai sepuluh ribu). [1] Lain dengan Arachnida yang merupakan kelompok Keliserata, Myriapoda termasuk ke dalam kelompok Mandibulata, yaitu merupakan kelompok Arthropoda yang memiliki rahang bawah (mandibula). [2] Contoh hewan ini diantaranya adalah lipan (en: centipede) dan kaki seribu (en: millipede). Karakteristik Myriapoda Ciri-ciri umum Myriapoda tentunya adalah jumlah kaki yang banyak dan semuanya hidup di darat. Selain itu hewan ini juga memiliki sepasang antena dan organ […]

Myriapoda: Lipan (Chilopoda) dan Kaki Seribu (Diplopoda)


latrodectus-mactans
Nama kelas Arachnida berasal dari bahasa Yunani “aráchnē” yang berarti “laba-laba.” Namun kelas ini tidak hanya terdiri dari laba-laba saja, melainkan juga termasuk golongan kalajengking, tungau (en: mite), dan caplak (en: tick). [1] Kelas Arachnida ini termasuk dalam subfilum Chelicerata karena memiliki kelisera (en: chelicerae), yaitu sepasang organ pelengkap untuk makan yang berfungsi sebagai taring atau penjepit. [2] Karakteristik Arachnida Ciri-ciri utama Arachnida adalah memiliki kelisera pada sefalotoraks (atau prosoma) yang seperti gunting atau catut. Dua bagian utama dari kelisera ini adalah landasan tebal (tempat otot dan kelenjar bisa) dan taring yang dapat digerakkan. Umumnya, taring berada pada lekukan dasar […]

Golongan Laba-Laba (Kelas Arachnida)